Kamu ada diYlsa [Pelayanan Spiritual Secara Virtual]
Ylsa [Pelayanan Spiritual Secara Virtual]
Artikel YLSA - Agustus 2005
Kepak sayap YLSA di Internet sungguh bukan main-main. Totalitas dan konsistensi visi terbukti menjadikan SABDA.org situs Kristen terbesar dan terlengkap di Indonesia. Berikut ini adalah wawancara LIFE!crew dengan pemimpinnya, Yulia Oeniyati.
YLSA [Pelayanan SPIRITUAL secara Virtual]
Disadari ataupun tidak, Internet adalah sebuah gebrakan teknologi terbesar di penghujung abad kedua puluh. Tak bisa disangkal lagi, gebrakan ini telah mengubah gaya hidup manusia secara besar-besaran. Apa yang tadinya begitu sulit dilakukan orang, sebagian besar telah mendapatkan solusinya dengan bantuan Internet.
Begitu pula halnya dengan pelayanan Kristen. Berkat Internet, pekabaran Injil di mana-mana semakin maju. Bahkan, jauh sebelum Internet dikenal, gejala ini nampaknya sudah diantisipasi oleh sekelompok orang yang rindu menyebarkan Firman Tuhan sesuai dengan keahlian mereka, yaitu di bidang teknologi informasi. Disatukan oleh visi yang sama, yaitu "Menjadi hamba elektronik bagi Tubuh Kristus," di kota Solo (Jawa Tengah) tahun 1993, orang-orang ini mulai merintis pelayanan dengan komputer sebagai media primernya. Karena itu lahirlah organisasi yang dinamai Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
MELAYANI DI LAHAN BARU
"Kami terpanggil untuk melayani di bidang yang masih sedikit sekali digarap oleh yayasan lain," ujar Yulia Oeniyati, Th.M., yang sejak awal menjadi pimpinan YLSA. Yulia mengatakan bahwa YLSA ingin mengklaim teritori yang selama ini dianggap didominasi penuh oleh kekuatan dunia, yakni teknologi informasi, untuk Tuhan. Keputusan YLSA untuk mengembangkan pelayanan di Internet didasarkan atas pertimbangan matang. "Secara alamiah, Internet adalah media informasi baru yang relatif mudah, murah, dan cepat. Dengan bahan- bahan bermutu yang kami sediakan, kami rindu melihat semakin banyak orang Kristen diperlengkapi untuk belajar dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan."
Awalnya, Yulia tertarik melayani di bidang literatur karena kesukaannya membaca dan menulis. Melalui pelayanan YLSA, ibu berusia 44 tahun ini menyadari, visi pelayanannya dapat "dikloning" ke orang lain. "Dengan lebih banyak orang yang bersama-sama bekerja, tentu akan menghasilkan hasil yang jauh lebih besar buat Tuhan."
Namun, memimpin 16 orang (15 di antaranya fulltime), dan puluhan relawan setia yang melayani di bawah bendera YLSA tentunya bukan hal yang mudah. "Membagikan visi, memberikan motivasi pelayanan yang benar, dan mendorong untuk mau hidup membayar harga bagi Tuhan, seringkali membuat saya pusing," ujar ibu rumah tangga yang mengasuh seorang putri ini. Ia melihat hal ini sebagai konsekuensi pemimpin Kristen. "Tapi," sambungnya segera, "sukacita yang saya dapatkan jauh lebih banyak daripada pusingnya."
YANG KURANG DAN YANG LEBIH
Semenjak awal pelayanannya, YLSA berkomitmen untuk membagikan semua bahan/publikasi dan membuka semua fasilitas pelayanan dan situsnya untuk digunakan oleh semua orang secara gratis. Bahkan, "produk" utama mereka, CD SABDA yang berisi software Alkitab, teks berbagai versi Alkitab dan "rak buku elektronik," dalam bahasa Indonesia, dibagikan cuma-cuma, tidak untuk dijual. "Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. (Matius 10:8b)" Itulah yang menjadi salah satu falsafah pelayanan YLSA. Padahal seluruh pendanaan YLSA hanya didukung oleh sumbangan para donatur.
Pelayanan iman semacam ini tentu saja tidak selalu berjalan mulus. "Seringkali kami mengalami masa paceklik. Karena dana yang kami miliki pas-pasan, staf harus belajar hidup sederhana. Kami memang terlalu larut dalam pelayanan sampai-sampai tidak ada waktu untuk belajar bagaimana mencari dana. Tapi syukurlah, bantuan dari Tuhan lewat uluran tangan para donatur, relawan, dan orang-orang yang terbeban dalam pelayanan elektronik selalu datang tepat saat dibutuhkan," aku Yulia.
"Kami punya empat masalah besar. Selain kurang dana, kami pun kekurangan SDM di bidang IT yang bisa diandalkan, dan selalu kekurangan waktu," keluh Yulia. Tapi menariknya, kendala yang keempat justru sangat berlawanan dengan tiga kendala sebelumnya (yang serba kekurangan). Kendala yang keempat ini, aku Yulia, justru muncul karena terlalu banyak kesempatan atau proyek yang belum ada tapi ingin dikerjakan oleh YLSA. "Mungkin karena terlalu kreatif," tegasnya.
Karena itu YLSA sadar, hal utama yang harus mereka lakukan adalah berdoa, berdoa, dan berdoa. Selain itu, YLSA juga ingin membagikan visi dan bekerjasama dengan lebih banyak orang/organisasi lain. Yulia juga mengatakan bahwa dengan keterbatasan yang ada sekarang, maka YLSA hanya dapat mengerjakan apa yang paling perlu dikerjakan dengan sebaik mungkin.
MEMPERLENGKAPI PULUHAN RIBU JIWA
Jerih payah YLSA dari 1993 hingga sekarang ternyata menghasilkan buah yang manis. Puluhan ribu jiwa dari berbagai lapisan profesi: pendeta, hamba Tuhan, mahasiswa teologia, kaum profesional dan awam, telah mendapatkan manfaat dari CD SABDA. Sementara itu, situs-situs YLSA setiap bulannya rata-rata dikunjungi lebih dari 90 ribu kali. Publikasi-publikasi YLSA, seperti senarai I-KAN (Internet - Komputer Alkitab Network), dengan 12 milis publikasinya, total memiliki lebih dari 20 ribu anggota. Dengan hanya mengandalkan metode promosi secara online dan dari mulut ke mulut, prestasi ini jelas bukan main-main. Bayangkan jika YLSA memiliki cukup waktu, tenaga, dan dana untuk melakukan promosi yang lebih gencar.
"Semoga jejak kami yang masih single fighter ini diikuti oleh lebih banyak lagi orang yang mau bersama-sama, bukan sendiri-sendiri, memenangkan mereka yang belum terjangkau melalui dunia virtual. Kami rindu nama Tuhan dimuliakan," harap Yulia. Sebagai pionir, YLSA telah sukses memberi teladan. Adalah tugas kita sekarang untuk menanggapinya.
4 GEBRAKAN YLSA
Sepanjang kiprahnya di dunia cyber, YLSA telah melakukan setidaknya empat gebrakan besar:
TAHUN 1994. Program Alkitab yang disebut SABDA (Software Alkitab, Biblika dan Alat-alat) selesai dibuat meskipun baru disebarluaskan di tahun 2000. Saat itu, bahkan hingga saat ini, belum ada piranti lunak Alkitab dalam bahasa Indonesia yang secanggih dan selengkap SABDA versi 2.0.
TAHUN 1997. Tanggap atas fenomena masuknya Internet ke masyarakat Indonesia, YLSA segera melebarkan sayap pelayanannya ke dunia cyber. YLSA menjadi yayasan Kristen pertama yang membangun situs dan membuka milis diskusi Kristen, menerbitkan publikasi elektronik, dan bahkan membuka pendidikan elektronik jarak jauh PESTA. Di tahun 2000, situs SABDA.org dan SABDAweb dengan puluhan ribu halamannya, juga dirilis untuk umum.
TAHUN 2000-2004. YLSA membangun dan mengembangkan situs-situs besar yang menjadi pusat bahan (resource center) kekristenan online (lihat Daftar Situs-situs YLSA). Berbagai milis publikasi baru turut dibentuk seiring dengan pertumbuhan situs-situs Kristen ini.
TAHUN 2005. SABDA versi 3.0 diluncurkan tahun ini dengan dimulai lewat SABDA.net. YLSA juga sedang merancang proyek super kamus Alkitab, proyek ITL (Interlinear), dan situs e-Library dan e-Learning untuk mendukung dua bidang pelayanan YLSA yakni Biblical Computing dan Digital Learning.
4 BIDANG PELAYANAN YLSA
Masyarakat Kristen Indonesia setidaknya punya empat kebutuhan besar untuk bisa berkembang dengan sehat tersedianya Alkitab bahasa Indonesia dalam berbagai versi, tersedianya alat-alat biblika untuk membantu penafsiran Alkitab yang bertanggung jawab, kemudahan akses ke sumber-sumber kekristenan, serta komunitas untuk bersama-sama membangun mental manusia Kristen yang suka belajar. Maka 4 langkah strategis YLSA untuk membantu pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu adalah:
- Biblical Computing (BC). Menyediakan berbagai versi Alkitab dan sumber bahan biblika untuk membantu menggali Alkitab.
- Digital Publishing (DP). Menyebarluaskan sumber bahan kekristenan dari semua bidang secara elektronik.
- Christian Community (DL). Membangun komunitas Kristen online sebagai wadah interaksi.
- Digital Learning (DL). Menyediakan fasilitas online bagi masyarakat Kristen untuk dapat belajar Alkitab bersama yang terarah.
DAFTAR SITUS-SITUS YLSA
- YLSA (Profile YLSA) <http://www.ylsa.org/>
- SABDA.org (Portal SABDA) <http://www.sabda.org/>
- SABDAweb (Alkitab Online) <http://sabdaweb.sabda.org/>
- SABDA.net (SABDA Download Center) <http://www.sabda.net/>
- SABDA-C (CD SABDA Ver. 3.0) <http://sabda.sabda.org/>
- e-MISI (Menyebarkan Injil Seluruh Indonesia) <http://misi.sabda.org/>
- PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen) <http://pepak.sabda.org/>
- C3I (Christian Counseling Center Indonesia) <http://c3i.sabda.org/>
- SAI (Sejarah Alkitab Indonesia) <http://sejarah.sabda.org/>
- PESTA (Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam) <http://www.pesta.org/>
- TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga) <http://www.telaga.org/>
- e-Reformed (Jurnal Teologia) <http://reformed.sabda.org/>
- LINKS (Direktori Kristen Indonesia) <http://links.sabda.org/>
- i-HUMOR (Humor Kristen) <http://humor.sabda.org/>
- W2000 (Webmaster Resource Center) <http://w2000.sabda.org/>
- CWC (Christian Writers' Club) <http://cwc.ylsa.org/>
- Komunitas YLSA <http://forum.ylsa.org/>
Daftar 12 Publikasi YLSA, dapat dilihat di ==> http://www.sabda.org/publikasi
Anda yang tergerak untuk membantu pelayanan YLSA, silakan kontak: YLSA, Kotak Pos 25/SLONS 57135, Telp (0271) 719198, http://www.ylsa.org/ Email: Kontak-YLSA(at)sabda.org
Sumber: Judul Majalah : GetLife! Edisi Juli 2005 Penulis : Chriswan Sungkono Halaman : 14 - 16





