- Selasa, Maret 25, 2008 - 02:30
Dipulihkan dari Kehancuran
Dikirimkan oleh admin pada Kam, 2007-10-11 05:29
Kisah kesaksian berikut ini kami ambil dari situs KEKAL, singkatan dari KESAKSIAN KASIH ALLAH yang baru saja diluncurkan oleh Yayasan Lembaga SABDA (lihat informasi kolom Berita).
Atau jika Anda ingin membaca lebih banyak kesaksian yang menguatkan, silakan berkunjung ke situs KEKAL di alamat:
==> http://kekal.sabda.org/
Jika Anda ingin mendapatkan kiriman rutin kesaksian lewat email, silakan mendaftar ke alamat:
==> < staf-kisah(at)sabda.org >
DIPULIHKAN DARI KEHANCURAN
Aku adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki tiga anak. Aku bekerja di sebuah perusahaan garmen selama sepuluh tahun. Aku teringat peristiwa enam tahun yang lalu yang membuat kecut hatiku.
Saat itu, usia rumah tanggaku memasuki tahun yang ke-15. Perubahan emosi menyebabkan aku dan suami sering bertengkar sehingga keadaan keluarga menjadi kacau balau. Karena keadaan seperti neraka, akhirnya kami memutuskan untuk hidup berpisah. Aku bertugas menjaga anak-anak dan suami berkewajiban memberikan kebutuhan keluarga tiap bulan.
Setelah berpisah, seorang teman mengajakku untuk bekerja di perusahaan garmen tempatku bekerja sekarang ini. Aku selalu menyembunyikan fakta bahwa sebenarnya aku wanita yang hidup terpisah dengan suami. Hal itu aku lakukan untuk menghindari pertanyaan dari rekan-rekan kerja.
Meskipun sendirian menjaga anak-anak, aku merasa senang karena terhindar dari kekesalan hati yang selalu timbul akibat ulah suami. Apalagi sekarang aku sudah memiliki pendapatan tetap, selain aku juga memperoleh bantuan dari suami. Suatu ketika suamiku sudah tidak mau memenuhi kewajibannya tiap bulan. Hal ini kembali menimbulkan pertengkaran di antara kami. Kembali hatiku risau dan cepat marah, apalagi aku takut bila terjadi perampokan dan sebagainya sehingga aku sering tidak bisa tidur malam.
Majikanku, Ibu Tan, selalu mengabarkan Injil kepadaku dan di tempat kerja kaset-kaset penginjilan sering diputar. Persekutuan selalu diadakan sesudah makan siang, tetapi aku selalu menolak untuk ikut. Melihat sikapku yang keras, Ibu Tan tidak pernah memaksa, tetapi ia meminta dengan hormat agar aku memperbolehkan anak-anakku mengikuti kebaktian sekolah minggu.
Setelah beberapa lama, aku sangat heran melihat perubahan yang terjadi pada anak-anakku. Mereka menjadi anak yang penurut dan baik. Perhatianku atas perubahan yang terjadi pada anak-anakku menyebabkan aku memiliki perhatian terhadap kekristenan, namun kekerasan hatiku tetap kuat untuk tidak mengikuti kebaktian yang mereka adakan.
Majikanku tidak kekurangan akal, ia mengubah persekutuan siang menjadi persekutuan dengan bahasa Inggris. Karena aku sangat ingin belajar bahasa, aku mulai mengikuti persekutuan itu. Persekutuan itu diselingi puji-pujian, doa, dan menghafalkan ayat-ayat Alkitab. Bagi yang bisa menghafal ayat dengan baik dalam bahasa Inggris akan diberi hadiah. Karena aku ingin mendapatkan hadiah itu untuk anak- anakku, aku pun mulai menghafalkan ayat-ayat Alkitab.
Tanpa aku sadari, dengan membaca Alkitab itu firman Tuhan telah berada dalam hatiku. Maka melalui kebaktian kebangunan rohani yang aku ikuti, aku mengambil keputusan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadiku. Setelah lima tahun mengenal Injil, aku mengikuti kursus pemuridan dan mengetahui lebih banyak tentang Injil Tuhan. Dengan pengenalan yang lebih dalam, aku mulai memikirkan bahwa aku menjadi umat Kristen yang tidak memiliki kesaksian yang baik karena aku wanita yang berpisah dengan suami. Hal yang membuat aku sangat sedih dan menaruhnya di dalam doa.
Puji Tuhan, Ia telah mendengar doa-doaku! Rencana Tuhan sungguh ajaib! Ia mempertemukanku kembali dengan suamiku. Tatkala melihat perubahan sikap dan perhatianku, suamiku mulai berusaha mendekati dan memulihkan hubungan pernikahan kami yang sudah hancur. Akhirnya, setelah menjalani tahun keenam perpisahan kami, kehidupan pernikahan kami dapat pulih kembali sesuai rencana Tuhan yang sangat agung.
Bahan diambil dari sumber:
Judul buku : Jalan Tuhan Terindah
Judul artikel : Dipulihkan dari Kehancuran
Penulis : Pdt. Paulus Daun, M.Div, Th. M
Penerbit : Yayasan Daun Family Manado
Halaman : 101 -- 103
Sumber Elektronik:
==> http://kekal.sabda.org/?q=dipulihkan_dari_kehancuran