Mengenal YLSA

http://ylsa.org/tentang

SEJARAH YLSA
http://ylsa.org/tentang

Sebelas tahun bukanlah perjalanan yang singkat bagi Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) untuk terus secara konsisten menggeluti bidang pelayanan elektronik di dunia internet. Ada banyak "buah" yang telah dihasilkan hingga saat ini dan masih ada banyak "buah" lagi yang direncanakan untuk dihasilkan di masa yang akan datang. Pada edisi resmi perdana "Berita YLSA" ini, Redaksi ingin mengajak para pendukung dan sahabat YLSA, yaitu para pendoa, donatur, ex-staf YLSA, mitra, dan teman-teman lama YLSA, untuk menapak tilas tahun- tahun pelayanan YLSA. Semoga informasi ini dapat menolong para sahabat YLSA untuk semakin mengenal YLSA lebih dekat.

Tahun 1993 - Lahirnya Sebuah Visi

Pada tahun 1993 pelayanan YLSA mulai dirintis dengan satu kerinduan untuk menyebarkan Kabar Baik (Alkitab) kepada masyarakat Kristen Indonesia melalui teknologi komputer. Realisasinya adalah dengan membuat OnLine Bible (software Alkitab yang dikembangkan oleh Larry Pierce (Canada)) ke dalam versi bahasa Indonesia.

Tahun 1994 - Yayasan Lembaga Alkitab Komputer (YLAK)

Organisasi mulai dibentuk dan diresmikan dengan nama Indonesian Society for Biblical Computing atau Yayasan Lembaga Alkitab Komputer (YLAK). Dua bahan pertama mulai diproses, yaitu teks Alkitab elektronik versi Terjemahan Baru (TB) dan Bahasa Indonesia Sehari- hari (BIS) atas kerjasama dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

Tahun 1995 - SABDA© dan YLSA

Nama "SABDA" (Software Alkitab, Biblika Dan Alat-alat) akhirnya dipilih untuk menjadi nama Software OLB versi bahasa Indonesia. Pada tahun ini pula, YLAK yang terdaftar di Pengadilan Negeri Daerah, diganti namanya menjadi Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Nama yang terus dipakai sampai sekarang. Modul-modul SABDA© Alkitab/data dan versi DOS sudah disiapkan dan mulai menyebar.

Tahun 1996 - SABDA© Tahap Pertama

SABDA©, yang merupakan Online Bible versi Bahasa Indonesia tahap pertama selesai (termasuk bahan-bahan tambahan), bukan hanya untuk versi Windows 3.1 dan DOS, tetapi juga versi Macintosh/Apple(tm).

Tahun 1997 - I-KAN (Internet - Komputer Alkitab Network)

Pada tahun ini, proyek SABDA© dikembangkan dalam versi Windows untuk CD. Ketika internet mulai dipakai secara umum di Indonesia, YLSA menggunakan kesempatan dengan bekerjasama dengan XC dan MAF membangun sistem mailing list I-KAN (Internet -- Komputer Alkitab Network) untuk dipakai menerbitkan tiga Publikasi Elektronik Kristen pertama lewat email, yaitu e-RH, e-SH, dan e-Humor dan membuka banyak Forum Diskusi Elektronik (Milis) Kristen.

Tahun 1998 - Situs-situs YLSA

YLSA meluncurkan beberapa situs-situs pertama, yaitu:

  1. Situs Muara Informasi Kristen (MIK)
  2. Situs YLSA
  3. Situs Internet -- Komputer Alkitab Network (I-KAN).
  4. SABDA© versi web (Alkitab format HTML).
Selain itu, Sistem I-KAN juga terus dikembangkan dengan menambah dua Publikasi Elektronik (e-JEMMi dan YBA).

Tahun 1999 - Prototipe CD SABDA©

Proyek-proyek yang selesai tahun ini:

  1. Prototipe Software SABDA© dalam bentuk CD.
  2. Peluncuran Situs e-MISI (Mengabarkan Injil ke seluruh Indonesia) dan Situs Web2000.
  3. Penambahan tiga Publikasi Elektronik (ICW, e-Reformed, dan 40 Hari Doa) dan 2 Milis Diskusi (e-Software dan e-WebAuthor).
  4. Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA) yang merupakan kerja sama antara YLSA dan In-Christ.net.

Tahun 2000 - Peluncuran CD SABDA©

CD SABDA© berhasil diselesaikan, diluncurkan, dan dibagikan ke seluruh penjuru dunia. Selain itu YLSA juga menambah empat publikasi baru (SNOB, e-BinaAnak, e-SBU, dan Berita Jaffray), dan melayani puluhan Milis Diskusi dengan sistem I-KAN. Jumlah pelanggan semua publikasi tahun ini ada 12.000 pelanggan. Pada akhir tahun ini, perintisan Situs SABDAweb (situs yang baru mengupdate dan berbeda dengan SABDA-Web) juga dimulai.

Tahun 2001 - Proyek-proyek Baru

Proyek-proyek baru yang dikerjakan, adalah:

  1. CIEL (Christian Indonesian Electronic Library)- masih dikerjakan.
  2. Peluncuran Situs SABDA.org dan SABDAweb.
  3. Peluncuran milis Publikasi baru, yaitu e-KJDN dan e-Konsel.
  4. Perintisan Situs C3I (Christian Counseling Center Indonesia), Situs PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen), dan Situs TELAGA (TEgur Sapa GembaLA KeluarGA) yang merupakan kerja sama dengan Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK).
  5. Pembuatan prototipe program SABDA versi 3.0 beserta bahan Alkitab audio.

Tahun 2002 - Tahap Pengembangan

Pada tahun ini, YLSA telah mengerjakan beberapa pengembangan dan membuat proyek penting, antara lain:

  1. Mengembangkan Situs SABDA.org untuk menjadi sistem Arsip I-KAN, juga menambahkan beberapa fungsi/fitur baru dalam Situs SABDAweb.
  2. Peluncuran Situs PEPAK (situs untuk guru Sekolah Minggu).
  3. Perilisan Program SABDA© versi Windows 2000/XP.
  4. Pembuatan prototipe program SABDA versi 3.0 beserta bahan Alkitab audio.
Selain proyek situs, YLSA juga melahirkan duu rangkaian proyek khusus, yaitu proyek digital library dan proyek Interlinier (ITL), untuk mengerjakan bahan-bahan teologia dan biblika yang belum dimiliki dalam bahasa Indonesia.

Tahun 2003 - Penambahan Situs-situs YLSA

Situs-situs yang dihasilkan tahun ini:

  1. Situs Christian Counseling Center Indonesia (C3I).
  2. Situs e-Reformed (situs kumpulan artikel teologia).
  3. Situs Tegur Sapa Gembala Keluarga (TELAGA).
  4. Situs Sejarah Alkitab Indonesia (SAI).
  5. Situs PESTA Online (situs pendidikan jarak jauh awam).
  6. Update Situs e-MISI (dengan stuktur dan tampilan baru).
  7. Perintisan Situs SABDAnet untuk mendukung rencana peluncuran CD SABDA versi 3.0 (yang masih belum selesai dikerjakan).

Tahun 2004 - Transisi untuk Suatu Babak Baru

Menyadari bahwa management kantor merupakan salah satu faktor penting untuk melebarkan sayap yayasan ini, maka langkah yang diambil pada awal tahun ini adalah pembenahan infrastruktur yayasan. Puji Tuhan hal itu sudah dapat dilaksanakan dengan baik, meskipun hasilnya masih belum maksimal. Selain itu, perluasan kantor YLSA juga merupakan proyek utama tahun ini. Puji Tuhan pada bulan Oktober 2004. YLSA akhirnya memiliki kantor baru yang lebih luas dan cocok untuk kebutuhan yayasan. Namun, bukan berarti tidak ada proyek baru yang lahir tahun ini. Ada 4 situs yang berhasil diselesaikan:

  1. Situs YLSA (situs profile yayasan)
  2. Situs LINKS (situs direktori Kristen).
  3. Situs i-Humor (situs kumpulan humor bersih dan membangun).
  4. Situs Komunitas CWC (situs Christian Writers´ Club))
-- Beberapa situs masih dalam penyelesaian hingga akhir tahun ini. Selain itu, dua publikasi baru juga diluncurkan, dan diterbitkan awal November 2004, yaitu:
  1. Publikasi e-Penulis (buletin untuk para penulis Kristen)
  2. Berita YLSA (buletin untuk para sahabat dan pendukung YLSA)
  • Tahun 2004 belum berakhir, YLSA masih terus menggerakkan kaki untuk melangkah ke depan dengan mata yang tertuju kepada Kristus. Kami berharap lebih banyak yang bisa kita lakukan di tahun 2005. Oleh karena itu kami percaya Tuhan telah menyediakan hal-hal besar bagi masyarakat Kristen Indonesia melalui YLSA. Untuk itu kami sangat bersyukur atas dukungan Anda semua, para pendukung dan Sahabat YLSA. Kami tahu kami tidak dapat bekerja sendiri, dukungan dan partisipasi Anda merupakan aset yayasan yang sangat berharga.

  • Menjelang perayaan PASKAH tahun 2005 ini, kami ingin sajikan bahan untuk menjadi perenungan kita bersama, khususnya untuk menyoroti tentang penderitaan Kristus. "Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya." (1Petrus 2:21)
    PENDERITAAN SANG JURUSELAMAT
    1. Ia menderita seumur hidup-Nya di dunia. Berkenaan dengan kenyataan bahwa Yesus mulai membicarakan penderitaan yang akan dialami-Nya menjelang akhir hidup-Nya, kita sering cenderung untuk berpikir bahwa penderitaan-Nya di atas kayu salib merupakan penggenapan dari seluruh penderitaan-Nya. Tetapi sesungguhnya keseluruhan hidup-Nya adalah penderitaan. Ia harus mengambil rupa seorang hamba, padahal Ia adalah Allah semesta langit. Ia yang tidak berdosa setiap hari harus berhubungan dengan manusia berdosa. Hidup-Nya yang kudus harus menderita di dalam dunia yang terkutuk karena dosa. Jalan ketaatan menjadi milik-Nya bersamaan dengan jalan penderitaan-Nya. Ia menderita karena gangguan iblis yang datang berulang kali, dari kebencian dan ketidakpercayaan umat-Nya, dan dari perlawanan musuh-musuh-Nya. Oleh karena Ia harus masuk ke dalam pemerasan anggur itu sendiri, kesendirian-Nya pastilah merupakan suatu tekanan bagi-Nya, dan rasa tangung jawab- Nya menghancurkan. Penderitaan-Nya adalah penderitaan yang disadari, makin lama makin berat, semakin Ia mendekati akhirnya. Penderitaan yang dimulai sejak inkarnasi akhirnya mencapai titik puncak dalam "pasio magna" (penderitaan terbesar) pada akhir hidup-Nya. Kemudian murka Allah atas dosa segera menghambur ke arah-Nya.
    2. Ia menderita secara tubuh dan jiwa. Pernah ada satu masa di mana perhatian terlalu dipusatkan pada pendertiaan jasmani Kristus. Penderitaan ini bukanlah sekedar rasa sakit fisik yang tercakup dalam esensi penderitaan-Nya, tetapi juga rasa sakit yang disertai penderitaan rohani dan kesadaran sebagai seorang pengantara atas dosa umat manusia yang harus ditanggung-Nya. Kemudian menjadi suatu kebiasaan untuk meremehkan arti penting penderitaan secara jasmani, sebab dirasakan bahwa dosa sebagai suatu natur yang sifatnya spiritual. Pandangan-pandangan yang hanya menekankan satu sisi seperti ini harus kita hindari. Baik tubuh maupun jiwa manusia telah dipengaruhi dosa, dan karena itu hukuman atas dosa juga mencakup keduanya. Lebih lanjut Alkitab dengan jelas memberi penjelasan bahwa Kristus menderita dalam keduanya. Ia sangat berdukacita dan menderita di taman Getsemani, di mana jiwa-Nya "sangat takut, seperti mau mati rasanya" dan Ia ditangkap, disiksa, dan disalibkan.
    3. Penderitaan-Nya berasal dari berbagai sebab. Dalam pembicaraan sebelumnya kita melihat semua penderitaan Kristus bermula dari kenyataan bahwa Ia harus mengambil tempat orang berdosa sebagai seorang pengganti. Akan tetapi kita dapat membedakan beberapa penyebab secara terinci seperti:
      1. Kenyataan bahwa Ia yang adalah Tuhan atas alam semesta harus menempati kedudukan manusia, bahkan kedudukan sebagai budak atau hamba yang terikat, dan bahwa Ia yang memiliki segala hak untuk memerintah sekarang harus diperintah dan harus taat.
      2. Kenyataan bahwa Ia yang murni dan kudus harus hidup dalam lingkungan dan suasana yang sudah dicemari dosa, tiap hari harus bergaul dengan orang bedosa, dan senantiasa harus diingatkan tentang betapa besarnya dosa yang harus dipikul-Nya oleh karena dosa uamt-Nya.
      3. Kesadaran-Nya yang sempurna dan antisipasi-Nya yang jelas sejak awal kehidupan-Nya tentang penderitaan tertinggi yang akan dialami-Nya pada akhirnya. Ia tahu dengan tepat apa yang akan Ia alami dan pengetahuan ini jelas tidak menimbulkan kegembiraan.
      4. Juga hidup-Nya sendiri, pencobaan iblis, kebencian dan penolakan orang-orang atas diri-Nya, serta perlakuan yang tidak adil serta siksaan yang harus Ia tanggung.
    4. Penderitaan-Nya sangat unik. Kadang-kadang kita hanya membicarakan tentang penderitaan Kristus yang "biasa", disaat kita hanya sekedar melihat penderitaan yang disebabkan oleh kesusahan biasa dalam dunia ini. Akan tetapi, kita harus ingat bahwa penyebab-penyebab ini jauh lebih banyak dialami oleh Juruselamat kita daripada yang kita alami sendiri. Lebih dari itu, bahkan penderitaan yang biasa ini pun sebenarnya memiliki sifat yang luar biasa dalam hal diri Kristus, dan dengan demikian pasti unik sifatnya. Kapasitas penderitaan-Nya berada pada sifat yang tepat dengan kemanusiaan-Nya, dengan kesempurnaan etis-Nya, dan dengan rasa kebenaran serta kesucian-Nya. Tak seorang pun yang dapat merasakan betapa beratnya rasa sakit dan dukacita dan kejahatan moral yang harus ditanggung oleh Yesus. Akan tetapi di samping penderitaan yang umum ini, ada lagi penderitaan yang lebih berat, yaitu bahwa segala pelanggaran dan kesalahan kita ditimpakan oleh Tuhan kepada-Nya seperti air bah. Penderitaan Sang Juruselamat tidaklah sepenuhnya terjadi apa adanya, tetapi juga merupakan tindakan positf yang dilakukan Allah (Yesaya 53:6,10). Pencobaan di padang gurun, penderitaan di taman Getsemani dan Golgota juga merupakan penderitaan yang secara khusus dialami oleh Tuhan Yesus.
    5. Penderitaan-nya dalam pencobaan. Pencobaan yang dialami Kristus membentuk bagian integral dari penderitaan-Nya. Pencobaan-pencobaan itu dialami-Nya dalam jalan penderitaan-Nya, Matius 4:1-11 (dan ayat paralelnya), Lukas 22:28; Yohanes 12:27, Ibrani 4:15; 5:7,8. Pelayanan-Nya di depan umum dimulai dengan suatu masa dimana Ia harus dicobai, dan bahkan setelah masa itu, pencobaan-pencobaan terus dialami-Nya dan berulang pada masa-masa makin mendekati taman Getsemani. Hanya melalui setiap pencobaan yang manusia alami, Yesus dapat sepenuhnya menjadi Imam Besar yang turut merasakan penderitaan, dan akhirnya Ia dapat menjadi bukti kesempurnaan dan kemenangan (Ibrani 4:15; 5:7-9). Kita tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan pencobaan Kristus sebagai Adam yang terakhir, betapa pun sulitnya bagi kita untuk memahami seseorang yang tidak dapat berdosa tetapi harus dicobai. Berbagai upaya pemecahan persoalan ini telah diusahakan, misalnya dengan mengemukakan bahwa dalam natur manusia Kristus, sebagaimana dengan natur dalam diri Adam, ada "nuda possibilitas peccandi", kemampuan abstrak untuk berdosa (Kuyper); bahwa kesucian Yesus adalah kesucian etis yang harus terus mencapai perkembangan dan terus mempertahankan diri dalam pencobaan (Bavinck); dan bahwa pencobaan itu sendiri sebetulnya berdasarkan hukum, dan berkenaan dengan naluri dan nafsu alamiah (Vos). Kendatipun demikian masih ada persoalan yang tinggal, bagaimana mungkin seseorang yang secara kenyataan tidak dapat berdosa, bahkan sama sekali tidak mempunyai kecenderungan terhadap dosa, tetapi harus berada di bawah pencobaan yang sesungguhnya.
    Sumber diedit dari:
    http://www.sabda.org/publikasi/e-reformed/059/
    APA KATA MEREKA TENTANG SABDA (Software Alkitab, Biblika Dan Alat-alat)

    Sejak diluncurkannya CD SABDA ver. 2.0 (5 tahun yang lalu), kami menerima cukup banyak surat yang sangat memberi semangat kepada kami. Surat-surat tersebut bukan hanya sekadar memberi ucapan terima kasih, tetapi juga menggugah kami untuk semakin menyadari betapa besarnya manfaat SABDA bagi kebutuhan pelayanan di Indonesia. Melalui surat-surat tersebut, kami juga semakin diingatkan betapa pentingnya kami melanjutkan proyek SABDA ini, khususnya untuk perkembangan pelayanan Biblical Computing di Indonesia. Untuk kesekian kalinya kami bersyukur, dan kami boleh sadar mengapa Tuhan menggerakkan kami mendirikan Yayasan Lembaga SABDA. Berikut ini adalah beberapa surat yang ingin kami bagikan kepada para Sahabat YLSA, karena surat-surat ini sangat memberi semangat agar kami terus giat mengerjakan proyek CD SABDA ver. 3.0. Dengan membaca surat ini, harapan kami, para Sahabat YLSA juga menjadi semakin giat berdoa bagi penyelesaian proyek CD SABDA ver. 3.0. Atas dukungan doanya, kami sangat bersyukur kepada Tuhan karena kami tahu bahwa kami tidak sendiri dalam melaksanakan visi Tuhan ini. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua! From: "yogi" >Kepada Yayasan Lembaga Sabda : >Alkitab versi software dengan search engine mempermudah dalam >mencari topik dalam Alkitab. Dan riwayat sejarahnya membantu >memperoleh pemahaman akan situasi dan maksud firman yang >bersangkutan. Mempermudah dalam mencari topik dalam Alkitab. >Namun yang paling menarik adalah versi berbagai bahasa apalagi jika >disediakan versi aslinya sehingga membantu saya dalam mengartikan sabda >dan ajaran dengan lebih baik. Telah beberapa lama saya membandingkan, >khususnya Injil, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk mencari >pemaknaan yang cocok/lebih mudah dimengerti, disesuaikan dengan >sejarah dan keadaan daerah Palestina pada masa Yesus. Namun >pembandingan secara manual sangat merepotkan dan terkadang membuat >bosan. Dengan ini saya harap mempermudah kerja saya dan memperoleh >lebih banyak ilham... >Kepada Yayasan Lembaga Sabda saya ucapkan terus berjuang, semoga >firman Allah menerangi semua sisi dunia dan meninggalkan tidak ada >tempat gelap tanpa cahaya. >salam... ======================== From: "Amos" >Kepada Yth, >Bp./Ibu. Pimpinan Lembaga SABDA > >Salam sejahtera, > >Beberapa waktu yang lalu kami menyelenggarakan semacam kursus >singkat tentang Bagaimana Menafsir Alkitab Secara Praktis bagi kaum awam >di Kota Cirebon dan Bandung. >Ternyata bahan-bahan yang dari SABDA sangat bermanfaat untuk >mendukung kursus tersebut, untuk itu jika memungkinkan mohon dikirim >Software SABDA --cut-- >Sehingga jemaat boleh menginstall di setiap komputer mereka. Saya yakin >ini akan sangat bermanfaat bagi mereka. >Terima kasih, Tuhan memberkati. > >Amos ========================= From: "Theodore Lompoliuw" >Pimpinan Sabda dalam Tuhan Yesus Kristus >Dari GBI Ketapang Jakarta saya dikirimi Hard Disk SABDA yang sangat >mengejutkan saya yang masih beginner dalam pemakaian dan >pemanfaatan. Ternyata semua yang saya butuhkan dalam pendalaman >dan pengenalan Alkitab bisa dibantu melalui SABDA CD ini, dan saya masih >membiasakan diri untuk lebih menyempurnakan ketrampilan dalam >mengelola data Alkitab. >Saya sedang mengusahakan menerjemahkan Alkitab "exegese paralel >bible" (epb) >--cut-- >Selanjutnya saya menanti berita dengan penuh antosias! >Tuhan Yesus memberkati! > >Salam dan Doa, Theodore Lompoliuw, MA. ======================== From: "Yanto Sugiarto" >Yth Redaksi SABDA, > >Saya berterima kasih banyak untuk website Anda yang banyak membantu >pertumbuhan orang-orang Kristen di Indonesia. Website tsb bukan hanya >sebagai wadah informatif tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi bagi >saya secara pribadi dan juga umat Kristiani pada umumnya. Melalui email >ini, saya bermaksud meminta ijin untuk mengutip, mengkopi, dan >membagikan bahan-bahan Alkitab yang ada di website >seperti: Pendahuluan Kitab-kitab, dan latar belakangnya, guna keperluan >bahan pembinaan Pembacaan Alkitab di gereja yang saya pimpin. Apakah >saya diijinkan untuk menggunakan bahan-bahan tsb untuk keperluan di >atas? >Mohon bantuan dari redaksi dan rekan-rekan SABDA akan hal ini. >Untuk segala perhatian dan bantuannya, saya mengucapkan banyak terima >kasih. Tuhan memberkati. > >Salam, >Ev. Yanto Sugiarto, S.Th. ======================== From: NRC-xxxxxx(at) --cut-- >Kami sangat bergembira dengan usaha dari SABDA. Saya sendiri bekerja >banyak dengan ONLINE Bible dari Belanda. Itu merupakan >penolong yang baik bagi saya. Staf dosen di sekolah mengharapkan >program yang 100% dalam bahasa Indonesia. Mungkin sekali CD-Rom >dari SABDA merupakan jalan keluar bagi mereka. >Saya sudah baca bahwa SABDA bekerja sama dengan Online-Bible juga. >Bagaimana cara kerja sama itu? Layar-layar kerja dari Online-Bible >sangat baik. Saya baru usulkan ke Online-Bible apakah Dokumen- >dokumen konfessi Calvinis yang baru diterbitkan oleh BPK-Gunung Mulia >dapat ditempatkan pada Online Bible. Atau di SABDA mungkin lebih >baikkah? >--cut-- >Teriring doa, >Mr. Drs. A.V.K.
    PELAYANAN BIBLICAL COMPUTING - DI YLSA Fokus Pelayanan YLSA Selama satu tahun terakhir ini, kami melihat pewujudan visi YLSA menjadi semakin jelas. Beberapa cara penjabaran baru kami coba terapkan untuk dapat mengakomodasi pemikiran-pemikiran baru dalam mencapai visi dan misi YLSA. Penjabaran baru ini kami kembangkan berdasarkan empat (4) fokus utama pelayanan YLSA, yang kami gambarkan dalam 4 lingkaran yang saling mendukung. Empat lingkaran ini adalah:
    1. Biblical Computing (BC)
    2. Digital Publishing (DP)
    3. Christian Community (XC)
    4. Digital Learning (DL)
    Pada kesempatan ini, kami akan menjelaskan lingkaran utama I, yaitu pelayanan YLSA dalam bidang BIBLICAL COMPUTING. Tiga lingkaran utama lainnya akan kami jelaskan pada kesempatan lain. BIBLICAL COMPUTING Apakah yang dimaksud dengan BIBLICAL COMPUTING (selanjutnya disingkat BC)? Melihat kombinasi dua kata yang dipakai, yaitu "biblical" dan "computing", maka secara sederhana, BC dimengerti sebagai perpaduan antara Alkitab dan komputer. Namun penyederhanaan arti BC ini sebenarnya tidak tepat karena sering BC hanya dimengerti sebagai Alkitab yang dapat diakses melalui komputer. Arti "biblical" lebih dari hanya sekadar Alkitab, dan "computing" lebih dari sekadar komputer. Jadi, lebih tepat jika BC diartikan sebagai proses penyelidikan dan penggalian Alkitab (menyangkut semua aspek dari "biblical studies"), yang dilakukan dengan bantuan program komputer. Dari arti di atas, maka kita dapat melihat BC sebagai jendela yang memungkinkan semua aspek penggalian Alkitab, yang dulu tidak mungkin dilakukan, sekarang menjadi mungkin dilakukan karena kecanggihan komputer. Beberapa contoh bisa kami sebutkan misalnya:
    • membandingkan teks beberapa versi Alkitab secara bersama-sama,
    • menampilkan teks beberapa versi Alkitab secara paralel sekaligus termasuk Alkitab dalam beragam bahasa asli/daerah,
    • mengintegrasikan teks Alkitab dengan bahan-bahan lain seperti konkordansi, referensi silang, kamus Alkitab, peta Alkitab, dan alat-alat biblika lain yang berhubungan,
    • penganalisaan teks Alkitab terjemahan dengan bahasa asli Alkitab,
    • dan lain-lain.
    Selain itu, komputer juga telah menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat dalam memproses bahan-bahan biblika, khususnya untuk memberikan hasil dengan ketelitian dan kecermatan tinggi, dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan cara manual (tanpa alat bantu komputer). Agar pekerjaan Biblical Computing dapat dilaksanakan, maka diperlukan beberapa hal mendasar, seperti:
    1. Pemrosesan teks dari berbagai versi Alkitab dan alat-alat biblika, yang meliputi: pengetikan (jika belum ada dalam bentuk elektronik/digital), pembuatan indeks, dan standardisasi format.
    2. Pembuatan program software Alkitab untuk memungkinkan pengaksesan bahan dan pengintegrasiannya dengan teks Alkitab dan bahan-bahan biblika lain.
    Pelayanan YLSA dalam Bidang Biblical Computing YLSA (Yayasan Lembaga SABDA) adalah yayasan Kristen non-profit yang bergerak dalam bidang pelayanan literatur/Alkitab dengan menggunakan media komputer dan internet. Kerinduan YLSA adalah menjadi pusat sumber bahan kekristenan elektronik untuk melayani masyarakat Kristen Indonesia agar dapat memakai bahan-bahan biblika yang diperlukan untuk penyelidikan Alkitab tersebut dengan mudah. BC merupakan salah satu dari 4 fokus utama pelayanan YLSA sejak yayasan ini mulai didirikan. YLSA menyadari bahwa pelayanan di bidang BC adalah pelayanan yang sangat mendasar yang diperlukan untuk mendukung kesehatan gereja dan pelayanan Kristen pada umumnya. Melalui hasil pelayanan BC, maka masyarakat Kristen akan belajar bagaimana menggali dan menganalisa teks Alkitab, juga bahan-bahan biblika dan bahan kekristenan lainnya, dengan cara yang lebih bertanggung jawab dan lebih akurat. Teks Berbagai Versi Alkitab dan Bahan-bahan Biblika Selama hampir 10 tahun pelayanannya, YLSA telah berusaha membangun infrastruktur untuk memungkinkan pelayanan bidang BC ini dapat terwujud. Salah satu hal mendasar yang sangat penting dilakukan adalah penyediaan berbagai versi Alkitab, baik dalam bahasa Indonesia Kuno (Melayu)/Modern; bahasa daerah/suku (Jawa, Sunda); bahasa asli Alkitab (Yunani dan Ibrani) maupun bahasa asing lainnya (Inggris, Latin) dalam bentuk elektronik/digital. Penggalian informasi dan pengumpulan serta pemrosesan manuskrip- manuskrip Alkitab bahasa Indonesia, baik Bahasa Indonesia kuno maupun modern, merupakan tantangan pertama. Namun hal itu dapat teratasi oleh kejujuran, tekad, dan kerja keras dari setiap orang yang terlibat dalam pelayanan ini. Puji Tuhan! kerja keras ini membuahkan hasil yang luar biasa karena saat ini, YLSA telah berhasil memproses secara elektronik 10+ versi Alkitab bahasa Indonesia untuk disebarkan dan dipakai oleh masyarakat Indonesia secara luas. Keberhasilan inilah yang memantapkan YLSA untuk mengembangkan pelayanan yang disebut sebagai "e-Bible". Dalam melaksanakan "biblical studies", memiliki teks Alkitab saja sangatlah tidak cukup. Diperlukan bahan-bahan biblika lain untuk menjadi sumber referensi dan menunjang proses penggalian dan penyelidikan Alkitab. Untuk itu, dengan bekerjasama dengan lembaga penerbitan lain, YLSA mengumpulkan dan memproses bahan-bahan yang dianggap berguna untuk dibuat bentuk elektroniknya/digitalnya. Sebagai hasilnya adalah sebuah "rak buku elektronik" yang berisi:
    • berbagai bahan biblika (konkordansi, sistem referensi silang, sistem catatan ayat, kamus Alkitab, kamus bahasa/leksikon, peta Alkitab, dan masih banyak lagi.) dan
    • bahan-bahan pelayanan lain (bahan PA, buku-buku doktrin, buku-buku teologia praktis, dll.).
    Program Software Alkitab -- Online Bible (versi Indonesia) Tantangan kedua yang dihadapi YLSA dalam pelayanannya adalah mencari kerjasama dengan pihak lain untuk pembuatan program software Alkitab yang mudah digunakan, cukup canggih, yang mempunyai koleksi bahan-bahan biblika yang luas, dan mempunyai komunitas pendukung untuk mengembangkan program tersebut, sekaligus bersifat gratis (open source). Setelah melakukan banyak penelitian dan pencarian, program software Alkitab "ONLINE BIBLE" (yang diciptakan dan di- manage oleh Larry Pierce) adalah yang menjadi pilihan untuk kemudian dikembangkan oleh YLSA. Setelah melakukan diskusi dengan Larry Pierce dan melakukan modifikasi serta penyesuaian di beberapa bagian, maka lahirlah sebuah program Alkitab yang disebut SABDA (singkatan dari Software Alkitab, Biblika Dan Alat-alat). Program inilah yang akan mengintegrasikan teks berbagai versi Alkitab, dalam beragam bahasa, termasuk bahasa asli Alkitab, dengan bahan-bahan biblika dan banyak bahan kekristenan lain, termasuk sumber-sumber bahan dari bahasa Indonesia. Keseluruhan dari paket Biblical Computing ini, kemudian dikemas dalam banyak floppy, sampai akhirnya menjadi sebuah CD-ROM, yang untuk seterusnya dikenal dengan nama CD SABDA -- atau Online Bible versi bahasa Indonesia. Peluncuran CD SABDA CD SABDA versi 1.0 telah selesai dikerjakan sebelum tahun 1995, yang berupa teks Alkitab versi TB dan BIS dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), yang kemudian diberikan kembali ke LAI secara gratis. Versi ini masih memakai program asli dari Online Bible dengan bahan-bahan lain dalam bahasa Inggris. Namun kemudian mulailah dikembangkan interface dalam bahasa Indonesia dan sedikit demi sedikit penambahan bahan-bahan lain dalam bahasa Indonesia. Selang 4 tahun kemudian (tahun 2000), CD SABDA versi 2.0 secara lengkap selesai dikerjakan, dicetak, dan disebarkan dengan gratis kepada masyarakat Kristen Indonesia secara luas. CD SABDA versi 2.0 berisi program Online Bible dalam bahasa Indonesia yang merupakan pengembangan dari versi 1.0. Bahan-bahan biblika dan bahan-bahan pelayanan yang ada dalam versi 2.0 berjumlah puluhan ribu halaman -- sebagian besar dalam bahasa Indonesia -- merupakan terbitan dan kerjasama dari berbagai penerbit Kristen Indonesia. Namun, karena adanya keterbatasan bahan-bahan biblika dalam bahasa Indonesia yang tersedia, maka beberapa bahan-bahan biblika dalam bahasa Inggris yang diperlukan masih dipertahankan. Media Biblical Computing Sebelum media CD menjadi popular di Indonesia, YLSA telah menyediakan floppy/disket bagi mereka yang menginginkan SABDA. Selain dalam versi dos, tersedia juga versi Windows dan MacIntosh. Karena media internet mulai masuk ke Indonesia tahun 1997, maka jalur dan media penting ini pun dipakai agar masyarakat bisa mengakses SABDA -- mereka bisa downloading programnya atau bisa display dan memakai SABDA lewat Web. Ketika CD akhirnya tersedia dengan mudah, maka media CD menjadi pilihan untuk menyebarluaskan SABDA kepada masyarakat Kristen Indonesia secara luas. Dunia dan media elektronik berkembang terus-menerus, demikian juga Online Bible dan YLSA dalam bidang BC. Saat ini, selain bentuk CD, ada banyak variasi media/OS untuk melipat ganda, termasuk Audio, HTML, WEB, Linux, PDA, dan lain-lain. Pada tahap berikutnya, SABDA versi 3.0 (yang sedang disiapkan dan segera diluncurkan), YLSA siap mengembangkan BC untuk dapat tersedia semua bentuk media elektronik. CD SABDA Versi 3.0 Selama 5 tahun setelah peluncuran CD SABDA versi 2.0 tahun 2000, YLSA tidak puas dan berhenti sampai di situ saja, karena masih ada banyak sekali pekerjaan Biblical Computing yang belum dikerjakan, khususnya untuk melengkapi kekurangan-kekurangan jumlah versi Alkitab yang ada dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, sejak versi 2.0 diluncurkan, YLSA bekerja keras memproses bahan-bahan biblika baru hingga akhir tahun 2004 dan awal 2005. Saat ini versi Beta dari CD SABDA 3.0, sejumlah kira-kira 150 buah, sudah dibagikan kepada beberapa kelompok orang sejak bulan Nopember y.l. untuk diuji coba. Kerinduan kami adalah pada Pebruari tahun 2005, CD SABDA versi 3.0 dapat diluncurkan! Mohon Dukungan Doa dan Dana Sampai hari ini, seluruh staf YLSA masih bekerja keras untuk menyelesaikan seluruh pemrosesan bahan dan persiapan percetakan. Oleh karena itu, dukungan para Sahabat YLSA, khususnya dalam doa dan dana, sangat kami harapkan. Mari kita bergandeng tangan guna mendukung pelayanan Biblical Computing di Indonesia, yang sampai saat ini masih sangat kurang dikerjakan. Bagi Anda yang tergerak memberikan sumbangan untuk membantu penyelesaian proyek CD SABDA versi 3.0, silakan mengirimkannya ke: YAYASAN LEMBAGA SABDA a.n. Yulia Oeniyati BCA Cabang Pasar Legi Solo No. Rekening: 0790266579

    Comments