Mengenal YLSA

YLSA dan Pelayanan Misi

Salah satu semangat pelayanan YLSA adalah pelayanan misi. Kami percaya bahwa pelayanan misi adalah hati Allah. Pelayanan YLSA juga ada karena kerinduan yang besar akan pelayanan misi pada era digital ini. Namun, dalam pelaksanaan pelayanan misi, YLSA juga tidak bergerak sendiri. Kami membuka kesempatan yang selebar-lebarnya untuk bekerja sama dengan yayasan lain asalkan punya semangat dan visi yang sejalan dengan kebenaran firman Tuhan. Dalam tulisan berikut ini, kita akan melihat bagaimana pengalaman YLSA dan staf yang terlibat dalam pelayanan misi dengan organisasi lain dalam bentuk penerjemahan buku misi dan seminar-seminar.

Pengalaman Mengikuti Seminar Gereja Misi Dunia
Oleh: Odysius

Yulia sedang cari you. Saya pikir, dia punya sesuatu yang pasti you akan suka.

Buku Gereja Misi Dunia

Mendengar pernyataan tersebut, saya langsung bergegas menemui Ibu Yulia untuk menanyakannya. Ternyata, benar saja, beliau menawarkan sebuah kesempatan yang bagi saya tidak ternilai harganya: menjadi salah satu penerjemah dalam acara seminar misi di Yogyakarta. Itu sama sekali di luar dugaan saya; tentu saja ini kesempatan yang tidak akan saya lewatkan! Tanpa berpikir panjang, saya pun langsung menerima tawaran tersebut. Dan, sebagai persiapan untuk itu, beliau memberikan saya softcopy dari buku World Mission Church (Gereja Misi Dunia) yang pengarangnya akan menjadi salah satu pembicara utama dalam seminar misi tersebut.

Demikianlah secuplik adegan yang menjadi prolog dari seluruh rangkaian episode yang akan saya tulis kali ini, yaitu tentang pengalaman saya mengikuti seminar misi di Yogyakarta pada 9 — 10 Maret 2017 silam. Seminar misi ini sebenarnya bukanlah acara tersendiri, melainkan bagian dari acara rapat tahunan sinode Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI), yang diselenggarakan pada tanggal 8 — 10 Maret 2017 di Villa Taman Eden 2 Kaliurang, Yogyakarta. Tim SABDA yang berangkat ke sana hanya Bu Yulia dan saya.

Singkat cerita, hari yang ditunggu pun tiba. Kami berangkat dari Solo sekitar pukul 08.30 dengan bus dan mampir ke Klaten untuk mengambil cetakan buku terjemahan Gereja Misi Dunia untuk dibagikan kepada peserta. Kami tiba di tempat acara, di Villa Taman Eden 2, sekitar hampir pukul 12.00. Setibanya di sana, kami disambut oleh empat orang yang tampaknya sudah menantikan kedatangan kami. Mereka adalah Pak Paul Jenks dan istrinya, Ibu Lois Jenks, dari AMG International, dan Ps. David Anderson, pengarang buku World Missions Church yang sudah saya singgung sebelumnya, dan rekannya, Pak Wick Jackson, dari Envoy International. Dua orang yang disebutkan terakhir adalah para pembicara yang akan menyampaikan materi dalam seminar misi nanti.

Setelah berkenalan dan berbincang sejenak dengan keempat orang ini, Bu Yulia dan saya lantas menyiapkan booth dan menata berbagai bahan untuk para peserta — seperti berbagai CD audio Alkitab, DVD Library Anak, traktat pelayanan anak, dll.. Namun, sebelum saya lanjutkan, ada kejadian menarik yang ingin saya ceritakan terlebih dahulu.

Sekitar satu jam sebelum berangkat ke Yogyakarta pagi itu, Pak Paul Jenks menghubungi Ibu Yulia, menginformasikan bahwa ada workbook untuk peserta seminar yang masih perlu diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Akibatnya, pagi itu kami mencoba menerjemahkan sebanyak mungkin isi workbook tersebut sebelum berangkat. Bahkan, dalam perjalanan bus ke Yogyakarta, Ibu Yulia sibuk mengetik dengan laptopnya dan saya dengan ponsel saya, untuk mengerjakan sebanyak yang kami bisa. Namun, karena workbook itu cukup banyak halamannya, maka tidak bisa cepat diselesaikan, bahkan sampai malam kami masih harus bekerja keras sambil menjaga booth dan menjelaskan tentang produk-produk SABDA saat ada yang berkunjung ke booth. Ada juga yang minta diinstalkan aplikasi-aplikasi Android ke ponsel mereka. Sementara itu, Ibu Yulia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruang pertemuan, mengikuti seminar, dan menerjemahkan beberapa sesi untuk para pembicara. Itulah hari pertama ....

[Selengkapnya: Pengalaman Mengikuti Seminar "Gereja Misi Dunia"]

*) Sahabat dan Pendukung YLSA dapat mengakses bahan-bahan pelayanan misi dari YLSA melalui situs e-MISI.

Perayaan Paskah YLSA dan +TED @SABDA Tim Pembinaan: Passion for The Christ

TED April 2017

Ada yang berbeda dari acara Paskah YLSA tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya acara Paskah YLSA hanya dirayakan oleh staf YLSA beserta tamu undangan saja, tahun ini acara Paskah YLSA dirangkai bersama dengan acara +TED @SABDA untuk dirayakan bersama-sama mitra dan Sahabat YLSA. Mengangkat tema Passion for The Christ, tim Pembinaan yang menjadi penyelenggara acara berharap peserta yang hadir akan semakin bergairah mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama dengan waktu, tenaga, pemikiran, dan talenta yang mereka miliki. Kristus sudah mati bagi kita, mari kita hidup bagi Dia.

Acara berlangsung sedikit terlambat sore itu karena hujan yang turun semenjak pukul setengah empat sore. Peserta yang tadinya diperkirakan akan hadir sekitar 50 orang menyusut menjadi sekitar 40 orang, khususnya peserta dari luar kota. Acara dimulai pada pukul 17.15. Tim Pembinaan yang diwakili oleh saya sebagai Koordinator membuka acara dengan sambutan dan perkenalan panitia, MC, dan moderator, lalu disambung dengan pemutaran video profil tim Pembinaan. Acara yang dipandu oleh MC, yaitu Ayub, memulai dengan pujian dan doa pembukaan. Sesudah itu, moderator pertama, Tika, memulai +TED sesi satu dengan pemutaran video kesaksian Jim Caviezel, aktor utama dalam film Passion of The Christ. Walaupun saya sudah pernah menonton video ini sebelumnya, saya tidak pernah menjadi bosan karena video ini sangat memberi dorongan untuk saya semakin menghargai dan memaknai karya pengorbanan Kristus yang begitu berharga.

Sesudah menyaksikan video, acara dilanjutkan dengan mendengar presentasi dari dr. Yudhie Chandra yang membawakan materi Sisi Medis Penyaliban Tuhan Yesus serta presentasi kedua dari Pdt. Andi Halim mengenai Teologi Reformed. Setelah tanya jawab dengan kedua presenter dan penyerahan kenang-kenangan dari panitia, acara kemudian beralih pada ibadah Paskah, yang diisi dengan pujian, renungan, dan doa Paskah. Renungan Paskah yang berjudul sama dengan tema acara, Passion for The Christ, dibawakan oleh Wahyu Kriscahyanto. Beliau adalah sahabat YLSA yang juga mengambil bagian sebagai panitia sie acara pada +TED@SABDA ini dan pernah mengisi acara +TED Oktober 2016. Sesudah ibadah Paskah selesai, kami rehat sejenak untuk makan malam bersama.

Peserta TED April 2017

+TED sesi dua, yang dimoderatori oleh Odysius, lebih banyak membahas tentang materi pembinaan sebagai wujud aplikasi dari panggilan Allah bagi orang-orang percaya. Bapak Arie Saptaji, seorang penulis Kristen dari Yogyakarta, tampil untuk membawakan presentasi yang berjudul Proses Kreatif Menulis Renungan. Sesudah itu, Ibu Yulia, ketua YLSA, mempresentasikan materi Misi pada Era Digital. Presentasi ditutup dengan materi Pemuridan abad 21 yang dibawakan oleh Santi, koordinator tim Penjangkauan. Setelah acara tanya jawab dan pemberian kenang-kenangan dari panitia, acara kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama dengan seluruh peserta.

Ada banyak pembelajaran yang saya dapatkan melalui acara Paskah dan +TED @SABDA kali ini. Pertama, saya jadi banyak tahu tentang seluk beluk mengatur acara setelah terlibat dalam sie acara. Kedua, saya belajar banyak dari sisi membuat strategi dan perencanaan untuk melangsungkan acara, dimulai dari menentukan tema acara, menentukan kepanitiaan, menentukan tugas-tugas untuk kepanitiaan, menghubungi pembicara, membuat konsep video, brosur, dan rundown acara, dengan memperhatikan detail-detailnya, dan juga belajar dari kesalahan-kesalahan yang ada. Yang ketiga, saya mendapat berkat melalui materi-materi yang disampaikan oleh para pembicara, yang memberikan wawasan serta pertanyaan bahkan pergumulan baru di benak saya. Di atas semua itu, saya sungguh bersyukur untuk acara perayaan Paskah dan +TED @SABDA yang sudah terselenggara. Kiranya acara +TED yang menjadi media membagikan ide-ide kristiani bagi pelebaran Kerajaan Allah ini akan terus menjadi berkat bagi banyak orang, dan menghasilkan dampak nyata bagi kemajuan Kerajaan Allah.

Sampai jumpa dalam +TED @SABDA pada 28 Juli 2017. Solus Christus!

Roadshow SABDA ke Lampung

Sabtu pagi. Pada 11 — 13 Maret 2017, saya dan Ibu Yulia berangkat ke Lampung dalam rangka roadshow SABDA di Gereja Kristen Tritunggal (GKT), Bandar Lampung. Kami berangkat pada Sabtu pagi (11 Maret 2017). Ketika tiba di Bandara Radin Inten II, Lampung, kami dijemput oleh Boksu (panggilan Pendeta Gembala di GKT) Putut, Pak Candra (majelis di bidang misi), dan Pak Rudi (hamba Tuhan di GKT). Ini kali pertama saya pergi ke Lampung. Kesan saya, kota ini seperti Solo, tetapi lebih besar dan lebih ramai. Di Lampung juga sudah mulai macet meski tidak seperti Jakarta ....

.... Sabtu malam. Seminar dimulai pukul 18.30 dengan tema “Belajar Firman Tuhan pada Era Digital”. Total peserta malam itu sekitar 60 orang. Kebanyakan yang hadir adalah “generasi X”, tidak sebanding dengan peserta “generasi Z”. Namun demikian, mereka semua antusias sekali mendengar seminar ini dan pada sesi tanya jawab mereka juga aktif bertanya. Sebelum dan sesudah acara, saya membantu beberapa peserta menginstal aplikasi-aplikasi SABDA di HP peserta, khususnya yang akan dipakai untuk pelatihan besok. Aplikasi tersebut adalah Alkitab, Tafsiran, Alkitab PEDIA, Kamus Alkitab, dan Peta Alkitab. Kalau memori HP-nya masih cukup, saya tambahkan aplikasi Renungan Oswald Chambers (ROC) ....

.... Minggu pagi. Sebelum kebaktian mulai, saya sempat berbincang dengan pembina remaja mengenai keadaan remaja di gereja itu. Dia mengatakan bahwa remaja di situ masih perlu dibimbing supaya dapat menggunakan gadget/gawainya dengan bijaksana, apalagi saat ibadah di gereja. Hanya karena pertolongan Tuhan, saya dimampukan untuk berbicara di hadapan lebih dari 100 remaja. Saya berbagi kesaksian tentang mengapa saya melayani Tuhan dan tentang IT 4 God. Kita dapat melayani Tuhan melalui talenta kita masing-masing dan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melayani Tuhan. Pada akhir sharing, saya mengajak mereka untuk hadir dalam Pelatihan PA menggunakan Gadget.

Pelayanan #Ayo_PA! Lampung

Minggu siang. Saya dan Bu Yulia mempersiapkan booth dan alat-alat yang akan digunakan untuk pelatihan #Ayo_PA!. Bu Yulia membagi peserta menjadi 2 kelompok, kelompok yang disebut high-tech, yang terdiri dari peserta remaja dan pemuda, dan kelompok low-tech, yang terdiri dari orang tua yang tidak terlalu mengikuti perkembangan teknologi. Pembagian kelompok ini menambah semangat peserta karena di tengah pelatihan Bu Yulia mengadakan games kecil, yaitu siapa yang paling cepat bisa mempraktikkan tutorial yang telah diajarkan. Kedua kelompok ini sama-sama bersemangat mempraktikkan apa yang telah disimulasikan di depan. Pada akhir pelatihan, kami tidak lupa berfoto bersama dan ada dua peserta yang bersedia memberikan testimoninya.

Senin pagi. Pada 13 Maret 2017, kami bersiap untuk pelatihan selanjutnya, yaitu Pelatihan Software SABDA untuk para hamba Tuhan. Ternyata, gereja ini memiliki acara rutin setiap 2 bulan sekali, yaitu Seminar Misi Sehari (SMS) yang dihadiri pendeta-pendeta dari berbagai gereja. Kali ini, acara diisi dengan pelatihan dari SABDA. Para pendeta yang datang ternyata bukan dari Bandar Lampung saja, ada juga yang harus menempuh perjalanan 6 — 7 jam. Tidak sedikit dari mereka yang rela berangkat pukul 1 pagi untuk sampai di gereja tepat waktu. Sungguh luar biasa semangat mereka. Sebelum pelatihan dimulai, saya dibantu Laura dan Pak Wit menginstalkan software SABDA di laptop mereka. Ada beberapa peserta yang tidak memiliki laptop, tetapi jika ada HP, kami tawarkan untuk diinstal aplikasi SABDA di HP-nya.

Pelayanan Software SABDA Lampung

Respons peserta yang mengikuti pelatihan ini sangat baik. Sembari mendengarkan tutorial penggunaan software SABDA di layar LCD, mereka juga mencoba di laptop masing-masing. Saat ada kesulitan, peserta yang sudah bisa mengajari peserta yang belum bisa. Pada akhir acara, saya sempat merekam 2 testimoni dari peserta, yaitu Pak Soni dan Pak Purwanto. Secara keseluruhan, mereka senang bisa mempelajari software SABDA. Mereka bisa menggali firman Tuhan lebih dalam dengan banyak bahan yang ada di dalamnya. Karena tidak semua peserta membawa laptop, Bu Yulia memutuskan untuk memberi pelatihan #Ayo_PA! menggunakan gadget.

Senin sore dan malam. Selesai pelatihan, kami diajak ke Pantai Sari Ringgung oleh Muse Asmini (hamba Tuhan GKT). Perjalanan sekitar 1 jam dari kota. Airnya masih jernih dan pemandangannya menyejukkan hati. Sepulang dari pantai, saya dan Bu Yulia diajak oleh istri Boksu Putut ke rumah Pak Andi. Pak Andi adalah jemaat GKA dan ketua yayasan sekolah Trinitas milik GKT. Dalam pertemuan sebelumnya, Pak Andi mengatakan bahwa ia tergerak memberi dua unit gitar kepada SABDA. Malam itu, kami ke rumahnya untuk mengambil gitar tersebut karena besoknya pagi-pagi kami akan pulang ke Solo ....

.... Saya bersyukur bisa mengikuti roadshow ini. Bertemu dengan orang-orang baru, suasana baru, dan lingkungan yang baru. Satu hal yang sangat menonjol adalah rasa kekeluargaan, kehangatan, dan keramahan dari para hamba Tuhan, majelis, dan jemaat di GKT Bandar Lampung. Bersyukur dapat membangun relasi baru untuk sama-sama melayani Tuhan. Saya berdoa untuk gereja ini dan orang-orang yang sudah mengikuti pelatihan ini semoga dapat menularkan semangat #Ayo_PA! dimulai dari diri sendiri. Kiranya melalui pelayanan ini, nama Tuhan dimuliakan. Soli Deo Gloria!

[Selengkapnya: Roadshow SABDA di Lampung]

Pelayanan Digital Tim SABDA di Pulau Dewata

Pelayanan Digital Tim SABDA di Pulau Dewata (Gereja)

Pada 24–28 Februari 2017, tim SABDA berkesempatan melakukan roadshow pelayanan digital di Pulau Dewata, Bali. Selain di beberapa gereja (GKA Zion, GBI Rock Lembah Pujian, GKY Kuta Bali, dan GPI Adonai), tim SABDA juga melakukan pelayanan di beberapa STT (STT Johanes Calvin, STT Kingdom, dan STTII Denpasar). Materi-materi yang diberikan dalam pelayanan ini adalah:

  1. Pelatihan #Ayo_PA! (PA dengan Gadget).
  2. Pelatihan Software SABDA.
  3. Presentasi bahan audio SABDA untuk lansia.
  4. Presentasi DVD Library SABDA Anak untuk guru sekolah minggu.

Pelayanan Digital Tim SABDA di Pulau Dewata (STT)

Secara umum, respons para peserta yang menerima pelatihan sangat baik. Mereka mengikuti setiap materi yang disampaikan dengan serius dan bersemangat. Banyak dari mereka senang karena mendapatkan pengetahuan baru bagaimana mendalami Alkitab dengan bantuan teknologi. Bahan-bahan SABDA banyak diminati dan dibawa pulang oleh para peserta. Tim SABDA berharap, dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat semakin mudah dan semakin dalam melakukan penggalian Alkitab karena alat-alat yang disediakan Yayasan Lembaga SABDA. Semoga para peserta juga antusias membagikan apa yang telah mereka pelajari kepada rekan-rekan mereka yang lain. (Aji)

Baca juga:

Sumber: Publikasi IT-4-GOD

Mengenal YLSA: +TED @SABDA Tim Penjangkauan
Oleh: Rostika

Sesuai dengan kesepakatan rapat internal Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), diputuskan +TED @SABDA 2017 akan dilaksanakan setiap kuartal sekali, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober. +TED SABDA perdana tahun ini kami adakan pada tanggal 20 Januari 2017. Sedikit berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, penyelenggaraan +TED @SABDA tahun 2017 ditangani oleh tim-tim pelayanan YLSA. Salah satu tujuannya adalah supaya materi +TED bisa lebih fokus sesuai dengan bidang-bidang pelayanan YLSA.

image: +TED Penjangkauan

Tim Penjangkauan terpilih untuk menjadi pelaksana penyelenggaraan +TED @SABDA pertama tahun 2017. Tim Penjangkauan, yang diwakili oleh bidang Penulis, Konseling, Wanita, Kepemimpinan, Kesaksian, Humor, dan Biografi Tokoh Kristen, memiliki fokus untuk memberitakan Kebenaran firman Tuhan melalui tujuh bidang pelayanan umum tersebut. Karena itu, +TED @SABDA tim Penjangkauan ini diisi oleh enam pembicara dengan materi-materi bidang penjangkauan.

Presentasi sesi satu disampaikan oleh tiga pembicara, yaitu: Odysius Bio Temara yang berbicara tentang Menjangkau dengan Tulisan, Abraham Aji tentang Menjangkau dengan Audio, dan Debora Istiawati tentang Menjangkau dengan Pelayanan Pemulihan. Sebelum masuk ke sesi kedua, peserta diajak menikmati makan malam yang telah disediakan dan juga berdoa untuk salah satu staf YLSA, Hadi Pramono, yang berulang tahun tepat pada hari itu.

Presentasi sesi dua juga diisi oleh tiga pembicara, yaitu: Hariyono Wongsohadi tentang Menjangkau dengan Multimedia, Dwi Erni Nugrohowati tentang Kesaksian Pengacara Kristen, dan terakhir Jokanan Unus Prayitna tentang Menjangkau dengan Tarian. Karena sebelum acara dimulai para pembicara sudah mendapat pengarahan terlebih dahulu, tentang tata cara +TED (waktu presentasi, urutan pembicara, penyampaian pertanyaan, dan lain-lain), maka semua presentasi berjalan dengan lancar dan mencapai tujuannya, termasuk acara tanya jawab dari peserta, semua berlangsung dengan baik.

Salah satu materi yang sangat berkesan bagi saya adalah kesaksian dari Ibu Erni. Beliau memaparkan tentang lika-liku kehidupan seorang pengacara Kristen dalam menegakkan serta mengajarkan arti kebenaran firman Tuhan kepada para kliennya. Namun, secara pribadi, saya merasa puas dengan semua presentasi yang disampaikan oleh keenam pembicara. Melalui profesi sebagai penerjemah, konselor, praktisi multimedia, pengacara, juga seniman, Tuhan bisa pakai untuk melebarkan Kerajaan-Nya.

Puji Tuhan! Acara yang berlangsung kurang lebih 3 jam itu berakhir dengan baik. Berdasarkan form evaluasi yang terkumpul, para peserta merasa terberkati dan ingin kembali hadir di acara +TED @SABDA selanjutnya. Bahkan, ada beberapa peserta yang mengusulkan nama-nama untuk diundang sebagai peserta atau diundang sebagai pembicara di +TED @SABDA berikutnya, yaitu pada bulan April oleh Tim Pembinaan YLSA. Saya sangat diberkati. Karena itu, saya berharap orang lain juga diberkati.

Highlight Rencana Kerja YLSA Kuartal I Tahun 2017

Dari hasil Rapat Kerja (Raker) awal Desember 2017, kami masih merasa perlu untuk melakukan pemantapan kerja. Karena itu, pada tgl. 5 Januari 2017, seluruh staf YLSA melakukan rapat setengah hari khusus untuk mempresentasikan penekanan (highlight) pelayanan YLSA kuartal I/2017 untuk masing-masing tim pelayanan. Berikut adalah highlight pelayanan YLSA Kuartal I/2017.

Divisi ITS

image:

  1. Software SABDA:

    - Menyelesaikan core.
    - Menambah modul-modul baru.
    - Melakukan testing dan training internal.
    - Rilis dan promosi situs SABDA.net.

  2. SABDA Bot:

    - Menyelesaikan perbaikan tampilan dan teknis.
    - Rilis dan promosi.

  3. Instant View (Telegram) dan Instant Articles (Facebook):

    - Melakukan testing dan formatting.
    - Rilis dan promosi.

  4. Datasets Media Alkitab:

    - Menyelesaikan datasets video untuk seluruh PL dan PB.
    - Membuat akun YouTube untuk media distribusi.

  5. image:

    Mobile:

    - Memanfaatkan fitur multiversi di SAB.
    - Update audio untuk app Alkitab PEDIA dan ROC (Renungan Oswald Chambers).
    - Update app Alkitab Karaoke.

  6. Situs:

    - Rilis dan promosi situs SABDAaudio.
    - Prototype app publikasi dari situs-situs publikasi yang menggunakan Drupal.

  7. AYT:

    - Update data untuk pengerjaan Alkitab Interlinear.

  8. Proses Teks:

    - Alkitab suku: 10.
    - Non-Alkitab: Matthew Henry Commentary (MHC), Modul PESTA, Tafsiran Utley.

  9. Infrastruktur:

    - Upgrade perangkat keras.
    - Backup data.

Tim Proyek Alkitab SABDA

image:

  1. Menerbitkan publikasi PA21.
  2. Editing AYT PB dan PL.
  3. Update konten tiga situs #Ayo_PA!
  4. Multimedia PAS: Paskah.
  5. Menerjemahkan subtitle "The Bible Project".

Tim ApTek (Aplikasi Teknologi)

image:

  1. Menerbitkan publikasi IT-4-God.
  2. Membuat materi-materi baru untuk roadshow
  3. Roadshow Apps4God (1).
  4. Rilis dan promosi situs Apps4God.

Tim Penjangkauan

  1. +TED @SABDA, 20 Januari 2017.
  2. Diskusi online via Grup Facebook (Bio-Kristi, e-Konsel, dan Klub e-Buku SABDA).
  3. Membuat slide Power Point, video, infografis, dan GIF untuk bahan-bahan e-Konsel dan Bio-Kristi.
  4. Membuat template publikasi tim Penjangkauan untuk jalur FB Articles.

Tim Pembinaan

image:

  1. Menerbitkan publikasi OpenDoors versi HTML.
  2. Melaksanakan program-program pelayanan Paskah.
  3. Diskusi online via Grup Facebook e-Doa dan e-JEMMi.
  4. Membuat template publikasi tim Pembinaan untuk jalur FB Articles.

Tim Pendidikan Kristen

image:

  1. Penggunaan Moodle untuk kelas PESTA 2017.
  2. Membuka kelas diskusi Dasar-Dasar Iman Kristen, Doktrin Alkitab, Doktrin Roh Kudus, dan Paskah.
  3. Diskusi online e-BinaSiswa dan e-BinaAnak Grup Facebook.
  4. Membuat dan membagikan audio cerita Paskah.
  5. Membuat template publikasi tim Pendidikan Kristen untuk jalur FB Articles.

Mohon dukungan doa dari Sahabat/Pendukung YLSA agar setiap rencana kerja yang sudah dimantapkan ini berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan, Sang Pemilik Ladang. Melihat banyaknya pekerjaan, doakan agar Tuhan mengirim pekerja-pekerja-Nya di ladang pelayanan digital YLSA.

Rapat Kerja YLSA 2016: Penyertaan dan Pemeliharaan Tuhan bagi SABDA

Oleh: Danang Dwi Kristiyanto

gambar: Rapat Kerja YLSA

Saya sudah lama mengenal pelayanan SABDA, bahkan sudah menggunakan software SABDA sejak versi 2.0, yang termasuk software pertama yang saya kenal sebagai pengganti Alkitab versi cetak. Software tersebut mempercepat melakukan PA karena ada fitur pencari, kamus, dsb.. Akhir November 2016, saya bergabung menjadi staf SABDA di bagian IT dan saya melihat cukup banyak program kerja yang dilakukan, di antaranya digitalisasi buku-buku, pemeliharaan beragam situs, proyek penerjemahan Alkitab Yang Terbuka (AYT), pengembangan aplikasi-aplikasi studi Alkitab untuk HP, pengelolaan puluhan media sosial, dan lain-lain. Semua hal itu saya ketahui ketika untuk pertama kalinya saya mengikuti rapat kerja YLSA pada 2 -- 3 Desember 2016. Dalam setiap laporan tim, saya melihat sistem kerja yang bagus dan terukur untuk memelihara proyek-proyek tersebut. Cukup menarik melihat perkembangan SABDA sampai sejauh ini.

SABDA sudah melayani selama 22 tahun, berarti dimulai sebelum masa internet menjadi konsumsi publik secara luas. Sejak awal, SABDA sudah melihat tren masa depan, yaitu umat manusia akan semakin aktif di dunia maya. Penggunaan komputer dan gawai semakin dominan. Ke mana-mana orang membawa gawai untuk melakukan akses ke jaringan internet. Karena hidup manusia tidak bisa lepas dari gawai, maka Sabda Tuhan harus dibawa ke dunia digital supaya generasi digital terus bisa mendengar suara-Nya yang berseru-seru, memanggil manusia untuk bertobat, dan mengenal Tuhan yang sejati itu. Itulah panggilan Tuhan bagi tim SABDA.

gambar: Staf SABDA

Untuk ini, diperlukan orang-orang yang berdedikasi untuk melakukan panggilan Tuhan ini. Dan, Tuhan banyak mengirim pelayan-pelayan-Nya ke SABDA. Tuhan yang memanggil, Tuhan juga yang akan memperlengkapi, itu salah satu prinsip kebenaran yang diterapkan SABDA. Dalam rapat kerja yang saya ikuti, selain pencapaian yang sudah diraih, saya juga melihat tantangan dan persoalan yang dihadapi. Salah satu hal yang menjadi pergumulan SABDA dari sisi SDM ialah intensitas pergantian staf yang tinggi sehingga menimbulkan kesulitan dalam menetapkan orang untuk proyek-proyek jangka panjang. Untuk itulah, perlunya komitmen kerja dua tahun untuk menjadi staf penuh waktu di SABDA. Saya turut bersyukur karena di tengah-tengah kondisi yang mungkin kurang mendukung tersebut, proyek-proyek SABDA bisa dijalankan dengan baik.

Rapat kerja menjadi agenda tahunan untuk melakukan evaluasi kerja dan perbaikan dari kegagalan sebelumnya. Ada banyak hal yang dievaluasi, secara umum trennya adalah positif. Makin banyak orang memanfaatkan produk-produk SABDA untuk belajar Alkitab. Orang mudah mengakses beragam versi kitab suci, beragam bahasa, beserta semua bahan lain untuk belajar Alkitab, seperti kamus, ensiklopedia, ilustrasi, bahan-bahan renungan, dan peta. Di samping itu, telah dibuat juga beragam kelompok diskusi di media sosial yang menarik banyak orang untuk aktif terlibat. Jadi, ketika budaya manusia berpindah ke digital, ada banyak orang yang terjangkau supaya mengenal Sabda Tuhan. Hal ini adalah tren pelayanan yang perlu diperhatikan, pelayanan-pelayanan yang tidak mau beradaptasi berkaitan dengan metode akan kesulitan menjalankan visi Amanat Agung. Ada juga komunitas-komunitas digital lain selain SABDA yang juga menangkap visi yang sama. Ada beragam perangkat lunak yang dibuat dengan tujuan supaya orang mudah belajar Sabda Tuhan, demikian pula banyak usaha dari SABDA yang masih berlangsung untuk melakukan digitalisasi buku-buku, kitab-kitab, dan bahan-bahan lain sehingga dengan mudah diakses semua orang dan dibagikan secara gratis. Apa yang diterima dari Tuhan, dibagikan secara terbuka supaya orang tidak kesulitan memperolehnya, ini visi yang surgawi. Sebab, orang-orang miskin pun harus bisa memperoleh kebenaran. Bagi orang miskin, memiliki akses kepada gawai pun merupakan sesuatu yang luar biasa, dan akan menjadi persoalan besar apabila mereka masih harus membayar untuk belajar Alkitab.

Raker SABDA ini bisa menjadi cara Tuhan menyatakan pemeliharaan dan penyertaan-Nya dalam pelayanan SABDA. Tuhan tidak meninggalkan SABDA, Dia terus menyertai dan memimpin. Hal ini menjadi pokok kebenaran yang dipegang SABDA untuk terus melayani umat-Nya. Terpujilah Tuhan yang sudah memanggil SABDA dan biarlah segala sesuatu yang dilakukan SABDA memberikan hormat dan kemuliaan bagi nama-Nya. Amin. Haleluya.


Yayasan Lembaga SABDA 1994 -- 2016

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) berdiri tahun 1994, dan sejak 2014 kami selalu merayakannya setiap tanggal 1 Oktober. Pelayanan YLSA bermula dari satu proyek digital kecil, di satu kamar dengan satu perangkat komputer dan satu staf pengetik. Sungguh merupakan anugerah jika 22 tahun kemudian, YLSA bisa memiliki ratusan proyek dengan 25 staf, dengan fasilitas yang memadai. Banyaknya anugerah yang Tuhan berikan kepada YLSA seiring dengan banyaknya tanggung jawab yang Tuhan taruh di pundak pelayanan YLSA.

image:

Pada 1 Oktober 2016, kami merayakan ulang tahun lagi, tetapi perayaan kali ini memberi kami kesadaran yang lebih tinggi betapa istimewanya momen ini. Momen yang menyatukan hati kita untuk sepakat bahwa Tuhanlah yang memulai dan mengatur jalan hidup yayasan ini. Karena itu, kami pun akan melangkah dengan pasti bahwa Tuhan jugalah yang akan memimpin kami untuk masa-masa yang akan datang. Hanya ucapan syukur yang bisa kami naikkan karena Ia berkenan memakai kami, orang-orang biasa yang tidak ada apa-apanya ini, untuk melakukan hal-hal yang luar biasa yang Ia rencanakan bagi kemajuan pelayanan-Nya di Indonesia. Terpujilah Dia yang empunya ladang dan berbahagialah mereka yang dipanggil untuk bekerja di ladang-Nya.

Kilas Balik Pelayanan Yayasan Lembaga SABDA

1993 - Lahirnya Sebuah Visi

Pelayanan YLSA dirintis tahun 1993 berdasarkan kerinduan menyediakan software Alkitab yang bermutu bagi masyarakat Kristen Indonesia.

1994 - Yayasan Lembaga Alkitab Komputer (YLAK)

Agar pelayanan berjalan lancar maka di hadapan notaris, pengurus membentuk yayasan berbadan hukum dengan nama Yayasan Lembaga Alkitab Komputer (YLAK), yang kemudian berganti nama menjadi Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) hingga sekarang. Beberapa kali pembicaraan dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menghasilkan kesepakatan bahwa YLSA akan membuatkan modul Alkitab versi Terjemahan Baru (TB) dan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) untuk dipakai dalam software Alkitab "OnLine Bible".

1995 - SABDA© dan YLSA

YLSA memfokuskan diri untuk mendigitalisasikan bahan-bahan biblika yang telah mendapatkan izin dari para penerbit Kristen Indonesia karena YLSA berkomitmen untuk membuat "OnLine Bible versi Indonesia" yang dinamakan "SABDA", singkatan dari Software Alkitab, Biblika, dan Alat-alat. Suatu kerja yang luar biasa karena saat itu ratusan bahan belum ada format digitalnya.

1996 - SABDA© Tahap Pertama

Buku-buku biblika mulai dikompilasi untuk menjadi modul dalam program Alkitab SABDA. Pada akhir tahun ini, dunia Barat mulai memakai teknologi internet. Dengan semangat yang tinggi, YLSA mengantisipasi bahwa munculnya teknologi internet akan menjadi kesempatan emas untuk melayani Tuhan dengan lebih luas, yaitu ladang misi dunia maya.

1997 - I-KAN (Internet - Komputer Alkitab Network)

Ketika internet dapat diakses secara umum oleh masyarakat Indonesia, YLSA siap berkiprah di dunia elektronik, sesuai dengan visi YLSA, yakni untuk menjadi "Electronic Servants to the Body of Christ". YLSA membangun jaringan I-KAN (Internet - Komputer Alkitab Network) untuk menerbitkan publikasi e-RH, e-SH, dan e-Humor. Diikuti dengan dibukanya puluhan forum diskusi Kristen dan Software SABDA versi web.

1998 - Situs-Situs YLSA

YLSA meluncurkan situs Muara Informasi Kristen (MIK) atau situs direktori Kristen, situs YLSA, dan situs I-KAN. Proyek-proyek konsultasi dan training-training untuk menolong organisasi-organisasi Kristen mengenal pelayanan digital juga dikerjakan.

1999 - Prototipe CD SABDA©

Prototipe program Alkitab SABDA atau OnLine Bible versi Indonesia siap diluncurkan dalam bentuk CD. Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA) dan situsnya juga lahir untuk menyelenggarakan kursus-kursus teologia online bekerja sama dengan situs In-Christ.net.

2000 - Peluncuran CD SABDA

Peluncuran CD SABDA© versi 2.0 mendapat sambutan yang sangat baik oleh masyarakat Kristen Indonesia. Situs SABDAweb disiapkan untuk menjadi situs Alkitab terlengkap dan memiliki fasilitas pencarian yang canggih.

2001 - Peluncuran Situs SABDA.org dan Perintisan Proyek-Proyek Baru

YLSA meluncurkan situs portal SABDA.org. Pelayanan I-KAN menerbitkan sepuluh publikasi dengan 25.000 pelanggan. Proyek CIEL (Christian Indonesian Electronic Library) dirintis, dan situs C3I (Christian Counseling Center Indonesia), situs PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen), situs TELAGA yang bekerja sama dengan LBKK mulai dikerjakan.

2002 - Tahap Pengembangan

SABDA.org dikembangkan menjadi sistem Arsip I-KAN, dan beberapa fungsi/fitur baru ditambahkan dalam situs SABDAweb. Pada tahun ini, SABDA© versi Windows 2000/XP juga dirilis.

2003 - Penambahan Situs-Situs YLSA

Peluncuran situs e-Reformed, situs Sejarah Alkitab Indonesia (SAI), dan situs PESTA Online menambah ramainya pelayanan YLSA di dunia internet. Proyek Interlinier Alkitab bahasa Yunani dan PB - bahasa Indonesia serta pembuatan situs SABDA.net untuk mendukung peluncuran CD SABDA© ver. 3.0 mulai dikerjakan.

2004 - Transisi untuk Suatu Babak Baru

Tahun ini diadakan pembenahan infrastruktur yayasan dan perluasan kantor YLSA. Proyek baru situs YLSA, situs LINKS (situs direktori Kristen), situs i-Humor, situs komunitas CWC (situs Christian Writers' Club), dan penerbitan publikasi e-Penulis dan Berita YLSA untuk mendukung pelayanan YLSA.

2005 - Pengembangan Pelayanan Biblical Computing

Pengembangan pelayanan Biblical Computing berhasil dikerjakan, antara lain Proyek Interlinier (Yunani - Indonesia), peluncuran CD SABDA© versi 3.0, update situs SABDAweb, peluncuran situs SABDA.net, dan situs SABDA©.

2006 - Tahun Komunitas

Pelatihan bagaimana menggunakan program Alkitab SABDA© mulai digalakkan tahun ini. Proses memindahkan situs-situs YLSA ke CMS Drupal supaya lebih interaktif juga dimulai, salah satunya dengan meluncurkan situs komunitas blogger Kristen SABDA Space yang menjadi komunitas blogger Kristen terbesar di Indonesia. Tahun 2006, YLSA juga memulai pembangunan situs studi Alkitab terlengkap dalam bahasa Indonesia.

2007 - Bersama untuk Membangun

YLSA berkomitmen "bersama untuk membangun", dengan merangkul mitra dan para pengguna produk YLSA untuk terlibat dalam pelayanan teknologi bagi Tuhan. YLSA banyak mengikuti, mengadakan, dan menjadi pembicara seminar dalam rangka menjalin kerja sama dengan mitra-mitra pelayanan. Sementara itu, proyek studi Alkitab terus berjalan dengan terlebih dahulu membantu pembangunan situs Bible.org yang mendapat apresiasi di dunia international.

2008 - Upgrade Situs-Situs YLSA

Situs-situs YLSA berhasil di-upgrade dengan memakai CMS Drupal 5, termasuk SABDA.net dan SABDAaudio. Proyek besar situs SABDA Alkitab terus dilanjutkan. Sementara itu, situs Alkitab SABDA Zoom selesai dikerjakan.

2009 - Proyek Alkitab SABDA

Situs Alkitab SABDA versi beta diluncurkan dan fitur-fitur baru terus ditambahkan, seperti halaman Commentary (catatan/tafsiran) dan Expository (ekspositori). Pelatihan penggunaan program Alkitab SABDA© dan situs Alkitab SABDA tidak hanya dilakukan di Solo, tetapi juga di Purwokerto dan Salatiga.

2010 - Peluncuran CD SABDA 4.0

Peluncuran CD SABDA© 4.0 menambah semaraknya pelatihan penggunaan program Alkitab ini ke Yogyakarta, Surabaya, Malang, Salatiga, dan Jakarta. Munculnya media sosial seperti Facebook dan Twitter menarik YLSA untuk semakin semangat menjangkau dunia internet bagi Kristus.

2011 - Peluncuran Digital Library dan Situs-Situs Mini

YLSA merilis "DVD Library Anak 1.2" untuk memperlengkapi para pelayan anak di Indonesia dan "USB Biblika" yang menjadi mega-perpustakaan Kristen. YLSA juga membangun puluhan situs mini yang dipakai sebagai pusat referensi digital bagi berbagai bidang pelayanan Kristen.

2012 - Situs dan Aplikasi Mobile serta Komunitas Jejaring Sosial

YLSA mulai intensif mengadakan roadshow-roadshow ke berbagai daerah di Indonesia dengan gerakan SABDA Care yang memperkenalkan motto "IT for GOD". Munculnya teknologi mobile mendorong YLSA juga mengembangkan program Alkitab SABDA© ke dunia mobile untuk melayani kebutuhan yang ada. Komunitas media sosial menghasilkan kelompok-kelompok studi Alkitab dan kelompok diskusi Wanita Kristen, Remaja Kristen, dan Klub Buku SABDA.

2013 - Proyek Penerjemahan Alkitab Mudah Dibaca (AMD)

YLSA menjalin kerja sama untuk penerjemahan Alkitab Mudah Dibaca (AMD). Melihat kebutuhan masyarakat Kristen Indonesia untuk memiliki Alkitab yang dibangun terintegrasi dengan sumber-sumber biblika yang bertanggung jawab, maka YLSA memulai proyek Alkitab yang Terbuka (AYT). Tahun 2013, AYT Perjanjian Baru versi beta diperkenalkan bersama dengan Pustaka Terbuka. Sementara itu, semua produk SABDA terus di-update dengan setia dan pelayanan roadshow dijalankan dengan sukacita.

2014 - Proyek Penerjemahan Alkitab yang Terbuka (AYT)

YLSA genap berusia 20 tahun. Berbagai produk baru dan kegiatan diluncurkan untuk menandai perayaan sukacita ini, di antaranya peluncuran DVD Dengar Alkitab, DVD TELAGA, situs AYT.co, proyek Alkitab Karaoke, Alkitab-Alkitab kuno, Alkitab Aksara Jawa, dimulainya proyek AYT Perjanjian Lama, dll.. Sukacita menjadi penuh karena atas anugerah Tuhan, YLSA meresmikan "Griya SABDA" tempat YLSA berkantor.

2015 - Proyek-Proyek Aplikasi dan Gerakan Apps4God

Bekerja sama dengan beberapa mitra, YLSA membuat enam belas aplikasi SABDA Android untuk menjadi ekosistem studi Alkitab, seperti Alkitab SABDA, Tafsiran, Alkitab PEDIA, Kamus Alkitab, dan sebagainya. SABDA juga mengembangkan proyek SABDA Bot dengan aplikasi chatting Telegram, Line, dan Facebook untuk mengakses Alkitab dan berbagai bahan kekristenan lain. Untuk itu, gerakan Apps4God diluncurkan dan publikasi APPPS LIVE diterbitkan untuk mengajak masyarakat Kristen memakai gawainya untuk kemuliaan nama Tuhan.

2016 - Gerakan #Ayo_PA!

YLSA memulai gerakan #Ayo_PA! untuk mendorong orang percaya pada era digital ini untuk kembali kepada Alkitab. Infrastruktur dan pelatihan-pelatihan diadakan untuk mendorong generasi digital melakukan Pendalaman Alkitab dengan bahan-bahan yang bermutu dan teknologi yang tersedia. Kami menyediakan situs ayo-pa.org, ayo-pa.net, dan ayo-pa.com untuk informasi lebih lanjut. Kami juga membentuk komunitas #Ayo_PA! melalui Facebook, Twitter, dan Instagram.

Selama 22 tahun, Tuhan sudah memanggil YLSA untuk melayani Dia di bidang teknologi informasi. Semua yang sudah dikerjakan dan dihasilkan tidak dapat kami kerjakan sendiri tanpa pertolongan Tuhan Sang Empunya ladang dan dukungan para Sahabat dan Pendukung YLSA. Kiranya Tuhan terus memampukan kita untuk bergandengan tangan melayani Dia dalam ladang-Nya ini.

Oleh: Santi Titik Lestari

SABDA Space (SS) merupakan salah satu situs komunitas blogger Kristen Indonesia yang lahir di bawah naungan Yayasan Lembaga SABDA dan dibidani oleh Sdr. Sadrah sebagai pengelola SS pertama. Seiring berjalannya waktu, SS sempat mengalami kemajuan, baik dalam hal teknis situs, kuantitas blogger, blog, pengunjung, maupun aktivitas diskusinya. Namun, gejolak yang terjadi tidak selalu memberikan bau harum karena kadang konflik antarblogger membuat kami pusing tujuh keliling dan sulit mengendalikan. Prestasi SS, yang pernah dinobatkan sebagai komunitas blogger Kristen terbesar di Indonesia, tidak lepas dari tanda-tanda adanya kegairahan masyarakat Kristen untuk menulis dan berbagi pengalaman. Setelah mengalami pasang surut, dari rasa prihatin, rasa gembira, dan putus asa yang silih berganti, kami tetap merasakan campur tangan Tuhan sehingga komunitas blogger ini pada akhirnya tidak hancur, tetapi perlahan-lahan bangkit kembali dan mengalami pendewasaan.

Tepat tanggal 31 Juli 2016, SS genap berusia 9 tahun. Sebuah usia yang mungkin cukup dewasa untuk sebuah situs komunitas "eksis" di dunia online. Berangkat dari harapan bahwa komunitas SS akan "bangkit" lagi dengan nuansa baru, maka dipikirkanlah sebuah acara kebersamaan, yaitu kopdar dengan para blogger SS yang berdomisili di sekitar kota Solo. Puji Tuhan, beberapa blogger menyanggupi untuk berkumpul di Griya SABDA. Blogger yang tinggal di daerah Solo memang tidak banyak, tetapi dari yang ada kami bersyukur Tuhan ikut campur tangan di dalamnya untuk memulai suatu tradisi baru. Pada tgl. 31 Agustus 2016 y.l., acara kopdar dapat berlangsung dengan baik. Semoga tahun demi tahun, SS berjalan maju dengan diwarnai oleh berbagai perubahan positif untuk kemuliaan nama Tuhan.

Yuk, kita ikuti apa saja yang pernah terjadi di SABDA Space selama 9 tahun ini!

Lahir : 31 Juli 2007
Admin situs : Sadrah --> Raka/Evi --> Benny --> Evi --> Santi
Users : 8.546
Blogger : 824
Blog : 9.102
Blogger terproduktif : 1. Tante Paku (380 blog)
2. Purnawan Kristanto (359 blog)
3. Hizkia22 (300 blog)
4. Hai Hai (286 blog)
5. Mujizat (247 blog)
Tahun 2008 Lahirnya SABDA Space Teens
User: 77; Blogger: 74; Blog: 459
 
Tahun 2009 Kopdar Tawang Mangu dan Jakarta
Lahirnya komunitas SS di Fan Page (4.594 Fans)
Lahirnya forum khusus Core User
 
Tahun 2010 Kopdar Kaliurang
 
Tahun 2011 Perubahan policy situs SS
Pergantian Core User menjadi Tim Inti
 
Tahun 2012 Perubahan header situs
Lahirnya situs SS versi mobile
 
Tahun 2013 Lomba menulis blog
 
Tahun 2014 Lomba menulis blog kreatif
 
Tahun 2015 Lomba menulis puisi
 
Tahun 2016 Perubahan header situs
Kopdar @SABDA

YLSA berharap Komunitas SS bisa menjadi komunitas online yang "hidup", bahkan sampai ke dunia nyata sebagai wadah bagi para blogger Kristen dari berbagai denominasi gereja untuk rukun, saling belajar dan berbagi tulisan (blog) serta memiliki kerinduan menjangkau orang lain bagi Kristus. Kiranya segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan saja.

Yuk, gabung di komunitas blogger Kristen SABDA Space!

@SABDA: Pelatihan Digital Ministry
Oleh: Bara Pratista

Hari Rabu -- Minggu, tanggal 13 -- 17 Juli 2016 yang lalu, rekan-rekan dari GRII Karawaci datang ke kantor Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) untuk mengikuti Pelatihan Digital Ministry. Selama lima hari, dari pagi hingga malam, sekitar 12 orang dari GRII Karawaci bergulat dengan ide, konsep, dan aplikasi dari Digital Ministry. Acara dimulai dengan memberikan tiga pertanyaan kepada peserta: "Menurut Anda, apa itu Digital Ministry? Ekspektasi apa yang Anda miliki ketika memutuskan untuk datang ke pelatihan ini? Hal apa yang ingin Anda pelajari selama pelatihan lima hari di YLSA?" Pertanyaan-pertanyaan ini digunakan untuk membuat suatu common ground di antara semua peserta pelatihan dan staf. Presentasi pertama yang diberikan adalah tentang #Ayo_PA! oleh Ibu Yulia dan Mbak Evie. Presentasi #ayo_PA! dilakukan di awal acara supaya peserta memahami latar belakang, visi dan misi Gerakan #Ayo_PA! sehingga mereka bisa siap berbagi #ayo_PA! ke beberapa tempat di Solo sebelum pulang ke Jakarta.

image: Peserta DM

Sementara itu, peserta juga diberikan pelatihan mengenai pola kerja dan manajemen proyek yang dilakukan di YLSA. Saya terkesan dengan istilah yang digunakan oleh Ibu Yulia untuk menyebut pelatihan lima hari ini dengan istilah "mini magang". Saya sangat bersyukur karena sebagai staf part time yang baru mulai melayani pada bulan Juli ini, saya diberi kesempatan untuk mengikuti dan melayani para peserta, bahkan saya sempat berkali-kali go wow karena seluruh pengetahuan yang dulu saya terima selama dua bulan magang di YLSA (Januari -– Februari 2016) dipadatkan dan disampaikan dalam lima hari. Pelatihan Digital Ministry ini membahas mengenai lima hal, yaitu: Digital Ministry, Digital World, Digital Bible, Digital Generation, serta melakukan training for trainers untuk gerakan #ayo_PA!

image: Presentasi

Teman-teman Karawaci terlihat cukup kagum dengan banyaknya pelayanan yang sudah dan sedang dilakukan oleh YLSA, khususnya di dunia digital. Beberapa presentasi yang dilakukan teman-teman YLSA di antaranya: Mas Aji tentang proyek ITL (interlinear), Mas Benny tentang Evolusi SABDA Revolusi YLSA serta SABDA Bot, Mbak Santi tentang Komunitas YLSA, serta Mas Hadi tentang proyek baru Media Alkitab. Ada banyak momen diskusi dan hal-hal menarik yang saya pelajari, bukan hanya dari materi yang disampaikan oleh Ibu Yulia, tetapi juga dari teman-teman peserta dan dari presentasi rekan-rekan staf YLSA. Sangat bersyukur dengan adanya pelatihan ini, bukan hanya peserta yang diberkati tetapi kami, staf YLSA, juga diberkati.

Hal lain yang sama menariknya dengan penyampaian materi dan diskusi, peserta pelatihan Digital Ministry diberikan kesempatan untuk melakukan presentasi gerakan #ayo_PA! melalui roadshow di beberapa tempat. Hari Jumat, roadshow pertama dilakukan di lokasi STT Berita Hidup untuk melayani acara pembekalan untuk anak-anak dan remaja yang diasuh oleh Yayasan Berita Hidup. Karena akan ada kira-kira 100 anak, maka mereka dibagi dalam tiga kelompok: siswa SD, SMP, dan SMA. Teman-teman GRII juga dibagi dalam 3 kelompok beranggotakan 3 -- 4 orang di mana masing-masing akan mempresentasikan #ayo_PA! Pada Sabtu sore, roadshow dilakukan di GUP Kwarasan, tiga peserta pelatihan melakukan presentasi didampingi oleh Ibu Yulia dan staf YLSA. Hari Minggu, seluruh peserta dan staf YLSA mengikuti ibadah Minggu di GKA Abdi SABDA, untuk kemudian melayani jemaat ini setelah ibadah selesai. Kami bersyukur semua presentasi berjalan dengan baik. Harapan kami, dari evaluasi yang dilakukan, teman-teman Karawaci bisa semakin baik lagi memahami visi pelayanan #ayo_PA!

Puji Tuhan! Yayasan Lembaga SABDA telah melewati semester I tahun 2016. Itu semua berkat penyertaan dan pemeliharaan Tuhan. Masing-masing tim pelayanan mempresentasikan laporan pertanggungjawaban kerja selama semester I dalam Rapat Kerja Tengah Tahun (Raker Mini) yang diadakan pada tanggal 23 -- 24 Juni 2016. Secara keseluruhan, sepanjang semester I, sebagian rencana telah berjalan dengan baik. Hal yang paling menonjol pada semester I adalah dicanangkannya gerakan #ayo_PA! Doakan agar gerakan #ayo_PA! ini terus menjadi sorotan Yayasan Lembaga SABDA dalam waktu-waktu ke depan. Berikut ini, secara ringkas kami sampaikan beberapa pencapaian Tim Pelayanan YLSA Semester I 2016.

Alkitab Yang Terbuka (AYT)

img: Tim AYT

  1. Tim editor AYT sudah menyelesaikan editing seluruh kitab PL.
  2. Sudah ada modul AYT untuk program Software SABDA 5.
  3. Update audio AYT untuk beberapa kitab PB (8 kitab).
  4. Aktifnya komunitas AYT (Facebook dan Twitter) mendorong lebih banyak orang Kristen mengenal dan menggunakan AYT untuk studi banding dalam mempelajari Alkitab.

Information Technology Services (ITS) dan Biblika

image: SABDA 5

  1. Rilis Software SABDA 5 (Beta).
  2. Menambah bahan-bahan Alkitab Audio dan studi Alkitab audio dalam situs Alkitab SABDA.
  3. Memperbarui master DVD TELAGA (lanjut).
  4. Update fitur dan bahan untuk SABDA Bot Telegram.

Multimedia

  1. Mengerjakan banyak proyek untuk jalur baru bahan-bahan dari tim pelayanan YLSA (infografis, edit audio artikel, ilustrasi, video klip perumpamaan dalam Alkitab, dsb.).
  2. Bertambahnya staf untuk tim multimedia.
  3. Studio khusus untuk melakukan rekaman audio bahan.

Penjangkauan

image: Infografis Konseling Kristen

  1. Infografis Konseling Kristen.
  2. Menerbitkan Publikasi e-Konsel dan Bio-Kristi dalam format HTML untuk pertama kali.
  3. Audio artikel 6 bidang pelayanan (Penulis, Konseling, Kepemimpinan, Humor, Kesaksian, Bio-Kristi).
  4. Melangsungkan diskusi online di Facebook Grup:
    1. Buku The Passion of Jesus Christ John Piper.
    2. Artikel Kemerdekaan Kasih.
    3. Tokoh Kristen Dietrich Bonhoefer.
    4. Artikel Kepemimpinan Kristen, Apakah Itu?
    5. Tokoh Kristen Martin Luther.

Pembinaan

  1. Menerbitkan Publikasi HTML e-Doa, JEMMi, e-Reformed.
  2. Membuat komunitas baru: Twitter Paskah.
  3. Bekerja sama dengan beberapa relawan pendoa sebagai kontributor bahan.
  4. Membuat jalur baru untuk bahan-bahan pembinaan, seperti infografis Paskah, power point Paskah, audio artikel, dsb..

Pendidikan Kristen

image: DIK

  1. Membuat e-Book Modul DIK dan e-Sertifikat PESTA.
  2. Kelulusan 100% di Kelas MDD, SHA, dan PIR.
  3. Publikasi e-BinaAnak dan e-BinaSiswa yang dibuat sesuai dengan kurikulum pendidikan Kristen.
  4. Pelayanan Pendidikan Kristen YLSA via media sosial yang sangat aktif melalui Facebook dan media chatting.

Apps4God/ApTek

  1. Menambah halaman baru di situs Apps4God, yaitu Komunitas dan Aplikasi Teknologi.
  2. Aktif dalam diskusi-diskusi seputar teknologi dan kekristenan di komunitas APPS SABDA: Tantangan Masa Depan Digital bagi Anak Tuhan, Alkitab Cetak vs Alkitab yang Digital, Perkembangan Teknologi dan Pelayanan Gereja, dsb..
  3. Menambah mitra pelayanan sehubungan dengan penerapan teknologi dalam pelayanan Kristen: Mec Cross, yesHEis, dan Alkitab Suku.
  4. Menerbitkan publikasi APPPS LIVE sebanyak 11 edisi.

#Ayo_PA!

image: Logo #Ayo_PA

  1. Roadshow tentang gerakan #ayo_PA! di PPA Berea GKI Sorogenen, Persekutuan Muda GKAI Betlehem, Ibadah Praremaja GKIm Anugerah, RC Youth GUPDI, JKI Sola Gratia, dan Persekutuan Solo Youth Ministry.
  2. Training untuk Trainer #ayo_PA! kepada tim YMC dan LPMI.
  3. PA online 1 Timotius di medsos ayo_PA (Facebook dan Twitter).
  4. Situs Ayo-PA.org (lanjut).

Puji syukur kepada Tuhan! Dalam Raker Tengah Tahun ini, setiap tim bisa melihat penyertaan dan campur tangan Tuhan. Masih ada beberapa rencana yang belum selesai dan akan dikejar untuk dikerjakan dengan lebih baik pada semester II dengan perkenanan Tuhan. Fokus YLSA pada tahun ini, dan akan makin digaungkan lagi pada semester II adalah bagaimana generasi digital abad ini makin mencintai Alkitab dan melakukan firman Tuhan dalam hidupnya. Mohon dukungan doa agar Tuhan mengirimkan lebih banyak pekerja untuk menggarap ladang pelayanan digital ini. Dukungan dari Sahabat dan Pendukung YLSA sangat kami butuhkan karena kami tidak dapat mengerjakan semua ini sendiri. Mari bergandengan tangan supaya kemuliaan Tuhan semakin nyata pada generasi ini!

(Akhirnya) SABDA 5 ....

Pada 21 November 2015, saat kami mempersiapkan raker tahun 2015, kami mendengar kabar bahwa OLB (OnLine Bible) versi 5 sudah keluar! Hanya 2 hari setelah Drupal 8 keluar! Segera terbayang di mata saya bahwa tahun 2016 akan menjadi tahun yang sibuk. Sibuk sekali! Puji Tuhan, kesibukan itu membuahkan hasilnya pada akhir bulan Mei lalu, kami bisa merilis SABDA 5.1 Beta, berkat anugerah Tuhan Yesus.

SABDA 5.1 Beta Starterpack (92.4 MB) (1 Juni 2016)

image: SABDA 5

Bagi yang belum mengenal Software SABDA, berikut saya ceritakan sedikit latar belakang dan sejarahnya. SABDA adalah program Alkitab OnLine Bible (OLB) versi Indonesia. Awal pertama SABDA lahir (SABDA 'versi 1') adalah tahun 1993/4. Saat itu belum banyak orang yang memiliki dan memakai komputer, apalagi memikirkan untuk memakai program Alkitab. Software SABDA versi 1 hanya berupa 3 versi Alkitab digital dalam bahasa Indonesia yang disebarkan bersama dengan OnLine Bible Eropa (bahasa Inggris). Selama 5 tahun berikutnya, yaitu tahun 1999, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) berhasil mengembangkannya dalam versi bahasa Indonesia, baik dalam antarmukanya maupun sebagian besar isinya. YLSA memberi nama OLB versi bahasa Indonesia ini "SABDA" (Software Alkitab, Biblika Dan Alat-alat) dan SABDA versi 2 didistribusikan dalam CD (teknologi baru saat itu). Tahun-tahun berikutnya, YLSA terus mengembangkan SABDA menjadi SABDA versi 3 yang diluncurkan pada tahun 2004, dan SABDA versi 4 pada tahun 2010. SABDA 4 sudah tidak lagi disebarkan dalam CD, melainkan dengan teknologi penyimpanan baru, yaitu USB, DVD, dan SD Card. Pada tahun 2016, akhirnya SABDA versi 5 hadir di tengah-tengah kita.

Sebenarnya, sejak 2013, atau SABDA versi 4.30, kami tidak lagi sempat memperbarui program SABDA walaupun OLB masih terus mengembangkannya hingga versi 4.42. YLSA tidak mengembangkan lagi karena tidak ada staf yang memiliki kemampuan untuk melanjutkan pengembangan core Software SABDA. Jadi, yang dilakukan hanya menambah modul-modulnya saja.

Nah, menjelang raker atau memasuki tahun 2016, menjadi semakin jelas bahwa sayalah yang ditunjuk mewarisi proyek. Rencana pun disusun bersama dengan programmer ITS lain. Saya yang selama ini hanya sebatas pengguna Software SABDA kini dipercaya untuk mengembangkan SABDA versi berikutnya. Dengan berbekal dokumentasi dari para master sebelum saya, saya mulai menerjemahkan antarmukanya, yang menurut pengetahuan saya akan memakan waktu paling banyak. Benar saja, pertengahan Maret, antarmuka bahasa Indonesianya baru siap digunakan. Kemudian, saya mulai mendalami cara mengompilasi core, memperbarui halaman bantuan, serta meneliti apa saja fitur yang baru, dan akhirnya perlahan-lahan mulai menguasai cara memperbarui software dan modul SABDA.

Apa yang Baru di SABDA 5.1?

Perkembangan utama SABDA versi 5 adalah adanya SABDA Lite untuk peranti mobile, terutama bagi pengguna Windows Phone. Software SABDA sebenarnya sejak dahulu sudah mendukung Pocket PC, tetapi karena Pocket PC tidak berkembang, SABDA pun bergerak ke arah Android. Baru pada versi 4.40, OLB mendukung tablet Windows Intel. Kemudian, pada versi 5.00, OLB akhirnya menghentikan dukungan terhadap Pocket PC. Mungkin itulah satu-satunya perubahan yang signifikan terhadap para pengguna SABDA.

Bersamaan dengan peluncuran SABDA 5, kami pun tidak mau kehilangan momentum untuk membuat modul-modul baru atau memperbarui modul-modul yang sudah ada. Modul baru yang ditambahkan dalam Software SABDA 5.1 Beta ini, di antaranya adalah:

  1. i_AYT -- 2016 Alkitab Yang Terbuka:

    image: Logo AYT

    Alkitab dengan terjemahan modern yang mengusung prinsip: Setia - Jelas - Relevan. Alkitab ini disebut "terbuka" karena menyajikan suatu kondisi ketika orang-orang yang memiliki Alkitab ini akan selalu membukanya untuk dibaca dan dipelajari dengan lebih mudah. Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dilengkapi dengan catatan kaki (PB).

  2. i_TSI -- 2013 Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia:

    Alkitab Perjanjian Baru yang menggunakan terjemahan bahasa Indonesia sederhana yang cocok digunakan untuk penutur bahasa Indonesia di Indonesia bagian Timur.

  3. id_Matthew_Henry_Cat -- Tafsiran Alkitab Matthew Henry:

    Tafsiran Alkitab oleh Matthew Henry dalam bahasa Indonesia. Saat ini, tersedia empat kitab Injil dan Kisah Para Rasul, Kejadian, Mazmur, dan Amsal.

  4. id_Renungan_Oswald_Chambers:

    image: Logo AYT

    Renungan "My Utmost for His Highest" oleh Oswald Chambers yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sebanyak 366 renungan Kristosentris terbit pertama kali pada tahun 1935 dan sangat disukai oleh banyak orang Kristen di seluruh dunia dan masuk menjadi sepuluh besar buku Kristen terlaris.

Saya bersyukur dapat mengambil bagian dalam pengembangan Software SABDA 5 ini. Doakan supaya SABDA 5 menjadi alat yang dapat digunakan untuk mempelajari firman Tuhan dengan lebih dalam lagi, dan menjadi sarana memperluas penyebaran firman-Nya, sama seperti kehendak Allah yang ditulis dalam surat Paulus kepada Timotius, "... (Kristus) menghendaki semua orang diselamatkan dan dapat mengerti pengetahuan akan kebenaran." (1 Timotius 2:4, AYT)

Comments