Mengenal YLSA

Roadshow SABDA di Tana Toraja: Pelayanan Digital untuk Generasi Digital
Oleh: Davida

Sejak 1994, Tuhan telah memimpin YLSA untuk berfokus pada pelayanan digital. Meskipun pada saat itu teknologi digital belum dikenal di Indonesia, bahkan internet pun belum masuk, dengan jelas Tuhan menyatakan kepada pendiri YLSA untuk mulai mempersiapkan bahan-bahan dengan cara mengetik semua bahan mentah yang kami dapatkan dari beberapa mitra, lalu memprosesnya secara digital. Bahan-bahan yang kami ketik pada awal pelayanan YLSA adalah Alkitab dan bahan studi Alkitab. NuhHal ini mengingatkan saya akan cerita Nuh yang membuat bahtera di daratan. Ketika banjir besar tiba, keluarga Nuh selamat karena perkenanan Tuhan dan karena Nuh taat untuk membuat bahtera walaupun belum melihat awan hujan. Saya bersyukur kepada Tuhan karena Ia menolong staf YLSA mula-mula untuk setia dan tekun mengerjakan “proyek masa depan” Tuhan bagi bangsa Indonesia. Ketika teknologi digital akhirnya muncul, YLSA sudah siap dengan bahan-bahan digital untuk diintegrasikan dengan semua bentuk pelayanan digital yang ada hingga saat ini.

Pelayanan Digital YLSA

Kesaksian di atas saya bagikan untuk membuka sharing saya mengenai pelayanan YLSA dalam Pertemuan Pekerja KIBAID Indonesia di Tana Toraja, 22 Februari 2018. Pada kesempatan itu, tim YLSA (diwakili oleh saya dan Ody) diundang untuk menyampaikan seminar tentang Pelayanan Digital yang dihadiri oleh sekitar 280 hamba Tuhan sinode KIBAID dari seluruh Indonesia. Acara ini adalah acara tahunan sinode KIBAID untuk memperlengkapi hamba Tuhan agar dapat melayani Tuhan dengan lebih baik. Pada kesempatan ini, saya menyampaikan materi Pelayanan Digital untuk Generasi Digital. Inilah yang menjadi passion pelayanan YLSA, yaitu menjangkau generasi yang hidup pada era digital bagi Tuhan. Materi ini juga saya gabung dengan materi +TED @SABDA Pemuridan untuk Digital Native dan seminar Ibu Yulia di UPH Surabaya mengenai Digital Word for Digital World.

Secara garis besar, materi ini membahas mengenai perkembangan teknologi yang sangat memengaruhi kehidupan manusia. Perkembangan teknologi tidak hanya melahirkan inovasi-inovasi baru, tetapi juga melahirkan generasi digital native, yaitu “penduduk asli” era teknologi. Pemerintah dan industri di Indonesia mengetahui bahwa generasi digital native adalah aset utama bagi negara yang ingin maju. Presiden Jokowi tidak henti-hentinya menyerukan agar ekonomi digital dimasukkan sebagai salah satu mata kuliah atau jurusan dalam pendidikan tinggi di Indonesia agar bangsa kita menjadi kuat dalam revolusi industri abad ke-21 ini. Melek teknologi juga harus menjadi perhatian penting dalam pendidikan di Indonesia, mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi. Pemerintah tahu benar bahwa melalui pendidikanlah, mereka dapat mengedukasi digital native untuk menggunakan teknologi demi kepentingan bangsa dan negara. Sekarang, pertanyaannya: bagaimana dengan gereja? Apakah saat ini gereja sudah menjadi gereja yang ramah digital native? Apakah saat ini gereja memperlengkapi jemaat untuk menggembalakan/memuridkan digital native agar mereka tahu bagaimana melayani dengan memakai teknologi untuk Kerajaan Allah? Apakah digital native dilibatkan dalam penyusunan program gereja era digital ini? Itulah tantangan yang diberikan kepada seluruh peserta pada saat itu. Jika gereja tidak lebih peduli dibandingkan pemerintah mengenai generasi digital native-nya, gereja harus bersiap kehilangan generasi tersebut! Tentu saja, ini sangat menyedihkan bagi masa depan gereja.

IT 4 GOD

Setelah itu, materi dilanjutkan dengan tugas gereja sebagai alat Tuhan untuk membawa digital native memahami bahwa teknologi berasal dari Tuhan dan harus dipakai terutama untuk kemuliaan Tuhan. Alkitab telah memperlihatkan secara jelas bagaimana teknologi batu dan teknologi papirus dipakai untuk menyebarkan firman Tuhan pada zamannya. Setelah itu, ada mesin cetak Guttenberg yang digunakan untuk mencetak Alkitab. Lalu, pada saat ini, ada teknologi gawai yang harus dipakai untuk kepentingan firman Tuhan. Salah satu cara yang dapat menolong gereja untuk membawa generasi digitalnya menggunakan teknologi untuk Tuhan adalah gerakan #Ayo_PA!. Oleh karena itu, sesi kedua menjadi kesempatan pelatihan bagi hamba-hamba Tuhan yang hadir untuk belajar menggunakan HP mereka untuk melakukan PA dengan metode S.A.B.D.A..

Kami bersyukur karena tidak ada kendala yang berarti selama proses pelatihan tersebut. Satu hari sebelumnya, melalui grup WA yang beranggotakan lebih dari 400 hamba Tuhan KIBAID, panitia menolong kami dengan mengumumkan kepada peserta untuk memasang aplikasi Alkitab, Tafsiran, Kamus, AlkiPEDIA, dan PETA Alkitab pada gawainya masing-masing. Oleh karena itu, ketika harinya tiba, hanya sedikit peserta yang belum sempat memasang aplikasi-aplikasi tersebut. Sebelum pelatihan berlangsung, beberapa peserta juga datang ke booth SABDA untuk dilatih menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut. Tidak sedikit pula yang sudah menggunakannya selama ini, hanya saja mereka belum tahu bagaimana memakainya secara maksimal.

Setelah pelatihan selesai, beberapa peserta mendatangi kami dan memberikan kesaksian bahwa materi ini membuka mata mereka mengenai pelayanan bagi digital native untuk menolong mereka menggunakan gawainya bagi Tuhan. Puji Tuhan, ada satu peserta yang bahkan mendorong seluruh peserta untuk tidak anti terhadap HP yang dibawa ke dalam gereja. Gereja seharusnya berada di depan untuk mendorong jemaat, khususnya digital native, untuk menggunakan HP dengan bijak, terutama untuk belajar firman Tuhan karena ada banyak keuntungan yang didapatkan.

Dokumentasi

Saya sendiri mendapatkan banyak berkat dari Tuhan melalui pelayanan ini. Selain bisa mudik ke kampung halaman saya, Tana Toraja, saya juga semakin melihat pentingnya melayani tubuh Kristus, baik itu secara organisasi maupun perorangan. Masih banyak hamba Tuhan yang melihat teknologi hanya sebagai alat untuk memudahkan hidup mereka, dan itu tidak ada hubungannya dengan pelayanan dan pertumbuhan rohani. Namun, saya bersyukur karena Tuhan mencerahkan pengurus dan banyak hamba Tuhan sinode KIBAID untuk lebih serius memikirkan dan menindaklanjuti pelayanan digital untuk generasi digital, dimulai dari diri sendiri. Kiranya menjadi berkat bagi Pembaca sekalian pula. Salam IT 4 GOD!

Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan!

YLSA Meluncurkan Aplikasi Konseling (HE Cares) Oleh: Jeffrey Lim

Tidak dapat dimungkiri bahwa kebutuhan akan konseling makin bertambah seiring dengan bertambah banyaknya masalah dalam kehidupan manusia. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, permasalahan manusia selalu ada sepanjang zaman, bahkan cenderung semakin banyak dan semakin kompleks. Sebagai orang percaya, kita mengerti bahwa solusi permasalahan manusia ada di dalam firman Tuhan. Firman Tuhanlah yang merupakan jawaban atas permasalahan kehidupan manusia, dan konseling yang alkitabiah membawa manusia yang bergumul dengan masalahnya kepada firman Tuhan.

Logo HE Cares

Dalam konteks kebutuhan konseling, Yayasan Lembaga SABDA mengembangkan aplikasi konseling dengan nama HE Cares (DIA Peduli). Dengan satu praanggapan pemahaman bahwa Allah itu ada, Dia peduli, Dia masih mendengar, dan Dia berbicara kepada kita melalui firman-Nya, kami mengumpulkan bahan-bahan alkitabiah seputar masalah konseling di dalam aplikasi HE Cares ini.

Di dalam aplikasi HE Cares, Anda dapat menemukan hampir 160 kategori topik konseling dengan ayat-ayat Alkitab terkait sesuai topik dan bahan-bahan berupa artikel konseling serta audio konseling yang terkait dengan topik itu. Anda juga dapat menggunakan voice command (voice recognition) untuk menceritakan masalah Anda, dan aplikasi ini akan mencoba mencarikan bahan-bahan alkitabiah yang sesuai dengan pergumulan Anda.

Aplikasi ini bukan aplikasi untuk melakukan konseling secara peer-to-peer secara daring, melainkan lebih tepat adalah aplikasi yang mengumpulkan bahan-bahan konseling alkitabiah yang dikategorikan. Kami percaya bahwa ada tahapan-tahapan penyelesaian masalah pergumulan kehidupan. Ada tahapan ketika orang dapat menyelesaikan masalahnya sendiri bila dia menemukan wawasan dan bahan-bahan alkitabiah yang menjawab pergumulannya; ada tahapan ketika orang memerlukan rekan untuk mendoakan dan mendampinginya melewati pergumulannya; ada tahapan lebih lanjut ketika orang yang bergumul membutuhkan penanganan oleh hamba Tuhan atau konselor profesional. Aplikasi HE Cares ini lebih ditujukan untuk orang-orang yang membutuhkan bahan-bahan alkitabiah untuk menyelesaikan masalahnya dan orang-orang yang ingin membagikan bahan-bahan tersebut kepada teman-temannya yang sedang bergumul. Meski demikian, di dalam tahapan masalah apa pun, kita tentu membutuhkan terang firman Tuhan. Oleh karena itu, kami percaya bahwa aplikasi yang memuat bahan-bahan konseling alkitabiah ini akan sangat bermanfaat untuk orang-orang yang bergumul dengan berbagai masalah kehidupan.

Anda dapat mengunduh aplikasi HE Cares dengan melakukan pencarian di Google Play Store dengan kata kunci “Konseling SABDA” atau “Konseling”, atau dengan mengunjungi tautan berikut ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.sabda.konseling

Kiranya aplikasi ini menjadi berkat bagi pergumulan Anda atau teman-teman/saudara-saudara Anda yang terkasih.

Alkitab Yang Terbuka (AYT): Digital Word for Digital World

DESKRIPSI

Logo AYT

Dalam arti sempit, Alkitab Yang Terbuka (AYT) adalah sebuah terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Dalam arti luas, AYT adalah suatu sistem pembelajaran Alkitab (Bible Study System) yang terintegrasi dengan Pustaka Terbuka dan Komunitas Terbuka, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi abad ke-21.

LATAR BELAKANG

Seiring dengan pergerakan zaman, bahasa Indonesia juga terus mengalami perkembangan, dan hal ini turut memengaruhi perkembangan terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia. Awal mula sejarah penerjemahan Alkitab Indonesia adalah terjemahan Injil Matius dalam bahasa Melayu kuno sekitar 1629, dan hingga saat ini telah terdapat kurang lebih 25 versi Alkitab dari bahasa Melayu kuno sampai bahasa Indonesia modern. Namun, hanya sekitar sepuluh versi terjemahan Alkitab yang paling sering digunakan sekarang ini yang memakai bahasa Indonesia modern.

Peresmian AYT

Pada 2012, Yayasan Lembaga SABDA mulai melakukan proyek penerjemahan Alkitab Yang Terbuka (AYT), yang tidak dimaksudkan untuk "menggantikan" atau "bersaing" dengan versi-versi Alkitab yang sudah ada. AYT hadir didasari oleh semangat menghadirkan Alkitab yang setia, jelas, dan relevan pada era digital ini serta menjadi Alkitab yang dapat dipakai untuk penyelidikan dengan menggunakan bahasa Indonesia pada zaman ini. Karena itu, kami, dengan segala kerendahan hati, memulai proyek AYT ini yang diharapkan menolong jemaat Kristus di Indonesia semakin memahami dan mencintai Alkitabnya. AYT merupakan suatu (versi) terjemahan ulang Alkitab dengan menggunakan bahasa Indonesia abad ke-21.

Selain perkembangan bahasa, teknologi informasi juga terus berkembang seiring dengan pergerakan zaman. Masyarakat menggunakan teknologi dalam setiap bagian hidupnya untuk berkomunikasi, mempercepat pekerjaan, sarana hiburan, dan sebagainya karena teknologi mempermudah kehidupan manusia serta mengubah pola kehidupan masyarakat. Bagaimana dengan masyarakat Kristen Indonesia? Apakah perkembangan teknologi juga memengaruhi cara kita membaca dan mempelajari firman Tuhan?

Ayo_PA

Sayangnya, meskipun teknologi berkembang dengan cepat, pembelajaran firman Tuhan masih lebih banyak menggunakan Alkitab cetak. Generasi sekarang dan generasi mendatang bukan lagi tipe generasi yang membaca dan belajar melalui buku teks. Mereka kini beralih pada dunia digital, yang dianggap lebih praktis dan lebih cepat karena dianggap sebagai sarana yang paling tepat bagi tuntutan zaman ini. Yayasan Lembaga SABDA rindu supaya generasi yang melek teknologi ini tetap bersentuhan, membaca, belajar, dan berbagi kebenaran firman Tuhan dengan teknologi dan bahasa yang lebih mudah dipahami. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk membuat satu versi Alkitab yang tepat dan relevan bagi zaman ini, bukan hanya dalam hal perkembangan bahasa Indonesia, melainkan juga dalam hal perkembangan teknologi abad ini. Yang menjadi kerinduan kami adalah supaya AYT dapat menjadi solusi bagi kebutuhan generasi digital akan firman Tuhan.

VISI

Masyarakat Kristen abad ke-21 makin mencintai Alkitab dengan membaca, belajar, dan berbagi kebenaran firman Tuhan sesuai dengan perkembangan bahasa dan teknologi abad ini. Digital Word for Digital World

MISI

  1. Menerbitkan Alkitab Yang Terbuka dalam bentuk digital (dan cetak) yang menggunakan bahasa Indonesia abad ke-21 sehingga dapat menolong pembaca abad ini untuk lebih memahami dan tersentuh hatinya oleh kebenaran firman Tuhan.
  2. Membuat Alkitab Yang Terbuka dalam bentuk digital yang multiplatform dan multichannel sesuai dengan perkembangan teknologi abad ke-21.
  3. Melengkapi Alkitab Yang Terbuka dengan Pustaka Terbuka berisi bahan-bahan studi Alkitab yang lengkap dan mendalam, yang terintegrasi dengan versi digital (dan cetak).
  4. Membentuk Komunitas Yang Terbuka sebagai sarana bagi para pembaca AYT untuk berbagi kebenaran firman Tuhan dan informasi terbaru seputar Alkitab Yang Terbuka menggunakan media sosial abad ke-21.

FILOSOFI AYT

Proyek AYT adalah Alkitab Yang Terbuka, sebagai inti, yang terintegrasi dengan Pustaka Terbuka dan Komunitas Terbuka. Inilah yang kami sebut dengan ekosistem AYT. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital, ekosistem AYT dapat digunakan sebagai sistem studi Alkitab bagi generasi digital. Dalam proyek AYT ini, kami melakukan penerjemahan ulang teks Alkitab yang:

SETIA

  1. Setia kepada bahasa asli Alkitab: Ibrani dan Yunani.
  2. Setia kepada sejarah terjemahan Alkitab: bahasa Indonesia (sejak 1733) dan bahasa Inggris (sejak 1611).
  3. Setia kepada bahasa Indonesia abad ke-21.

JELAS

Karena menggunakan bahasa Indonesia abad ke-21 dan didukung dengan bahan-bahan pendukung untuk studi Alkitab, AYT menjadi Alkitab yang:

  1. Mudah Dibaca
  2. Mudah Dimengerti
  3. Mudah Didengar

RELEVAN

Relevan dengan perkembangan bahasa dan teknologi informasi masyarakat abad ke-21 dalam hal:

  1. Baca: teks digital Alkitab Yang Terbuka dalam multiformat, multiplatform, dan multichannel.
  2. Belajar: Pustaka Terbuka dengan bahan-bahan derivatif seperti AlkiPEDIA, AYT Berdrama, AYT Devosional, Audio AYT, dsb..
  3. Berbagi: Komunitas Terbuka sebagai sarana untuk berbagi berkat Tuhan dalam berbagai jalur media digital.

KOMPONEN PENTING AYT

1. Text dan Derivatives
Bagian ini adalah pengembangan teks AYT dalam berbagai platform, seperti: Audio AYT, Apps AYT, AYT Berdrama, Devotional Bible, Gambar, dsb..

2. Ecosystem dan AYT.Co (Integrated Biblical Study System)
Bagaimana teks AYT dan bahan-bahan derivatif dipakai dalam suatu ekosistem untuk menghasilkan sistem belajar Alkitab yang terintegrasi. Ekosistem ini mencakup situs AYT.Co, media sosial (komunitas terbuka), dan jalur-jalur publikasi.

3. External Aspects
Yang termasuk dalam komponen ini adalah kemitraan, proyek-proyek terjemahan Alkitab, pengguna, dan roadshow AYT.

App AYT

AYT ONLINE

  1. Versi AYT dalam situs Alkitab SABDA
  2. Versi AYT Alkitab Mobi
  3. AYT dalam Aplikasi AYT dan AYT Bergambar
  4. AYT dalam Aplikasi Alkitab SABDA

KOMUNITAS AYT

  1. Facebook Profil AYT
  2. Fan Page AYT
  3. Twitter AYT
  4. Instagram AYT

AYT DALAM MULTIMEDIA

  1. Video-video dengan teks AYT
  2. Infografis dengan teks AYT
  3. Quote bergambar dengan teks AYT
  4. Cerita Alkitab Bergambar dengan teks AYT

PENANGGUNG JAWAB

Yayasan Lembaga SABDA < http://ylsa.org >
Kontak: < ylsa@sabda.org >

Rapat Kerja YLSA 2017/2018: Tuhan yang Menopang dan Menyertai

Oleh: Davida dan Yulia

Mulai pertengahan November 2017, saya melihat suasana di kantor Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) terlihat sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Setiap divisi dan tim pelayanan juga mulai lebih sering rapat. Suasana PA staf pun berbeda dari biasa. Untuk lebih dari seminggu, kami banyak membahas tentang persiapan rohani dan pikiran tentang apa yang Tuhan taruh dalam hati kami. Semua ini kami perjuangkan untuk mempersiapkan Rapat Kerja (Raker) YLSA yang akan diadakan pada 12 -- 13 Desember 2017. Setelah berdoa dan berjibaku dengan berkas-berkas laporan dan rencana tahun depan, hari H yang ditunggu pun akhirnya tiba.

Hari I: 12 Desember 2017: Laporan 2017

Raker hari pertama dibuka dengan sarapan bubur ayam bersama yang disediakan oleh sie konsumsi. Setelah itu, kami mendengarkan renungan yang disampaikan oleh Pak Jeffrey dari Kejadian 2:1-2. Dari renungan ini, saya belajar bahwa Allah kita adalah Allah yang bekerja, bahkan ketika Dia selesai menciptakan dunia dan segala isinya, termasuk manusia, Dia beristirahat tetapi tidak berarti berhenti bekerja. Allah tetap bekerja untuk menopang dunia yang diciptakan-Nya. Tanpa topangan-Nya, maka dunia ini akan hancur semua. Demikian juga kami, staf SABDA, bisa terus melakukan tugas pelayanan kami karena Allah yang selalu menopang. Jika Allah adalah Allah yang bekerja, apalagi kita umat pilihan-Nya.

Raker I

Acara utama raker hari pertama adalah laporan dari para koordinator, yang mewakili tim-tim pelayanan, untuk melaporkan hasil kerja selama 2017. Selama memberi laporan, setiap staf tidak hanya mendengarkan, tetapi mereka juga diharapkan memberi pertanyaan atau masukan. Saya senang melihat semua staf ikut berpartisipasi sehingga kita semua bisa melihat hasil pelayanan dari berbagai sudut pandang.

Ketika setiap tim menyampaikan laporannya, saya semakin jelas melihat bagaimana topangan tangan Tuhan yang luar biasa sehingga memungkinkan hasil pelayanan yang maksimal. Melalui pemimpin, staf, volunter, mitra, sahabat, teman, dan pengguna produk SABDA, Tuhan bekerja untuk mewujudkan visi-Nya melalui SABDA, yaitu teknologi bagi pembangunan Kerajaan Allah. Beberapa hal yang berbeda dari raker-raker sebelumnya adalah beberapa tim menyertakan kesaksian-kesaksian dari para mitra maupun para pengguna produk-produk SABDA sehingga kami bisa merasakan manfaat dari apa yang kami kerjakan. Sungguh menjadi sukacita yang besar melihat semua jerih lelah kami yang tidak sia-sia. Banyak orang lebih mengenal Tuhan dan firman-Nya melalui berbagai bidang pelayanan yang YLSA kerjakan. Puji Tuhan, hari pertama raker berjalan dengan baik.

Laporan AYT

Namun, kami tidak bisa menyangkal, di antara pencapaian-pencapaian ada juga hasil yang kurang memuaskan, bahkan ada beberapa yang gagal dikerjakan. Salah satu contohnya adalah pengerjaan Alkitab Yang Terbuka (AYT). Penyelesaian teks AYT masih jauh dari target yang diharapkan. Semoga dari laporan ini, kita dipacu untuk segera menyelesaikan teks AYT karena sudah ada beberapa mitra yang mengantre untuk memakainya. Beberapa kegagalan lain disebabkan karena kurangnya sumber daya manusia. Hal ini menjadi catatan utama HRD. Kami harus terus berdoa agar Tuhan mengirim lebih banyak pekerja sehingga semakin banyak pekerjaan pelayanan yang bisa dikerjakan.

Hari II: 13 Desember 2017: Rencana Pelayanan 2018

Setelah menikmati sarapan dengan menu nasi bakmoy, kami mengawali raker hari kedua dengan mendengarkan renungan. Renungan pagi itu mengingatkan kita tentang waktu istirahat "hari ketujuh", yang disebut "sabat". Bagaimana mengaplikasikan sabat dalam pelayanan YLSA? Harus ada waktu-waktu untuk kita berhenti sejenak dari rutinitas guna menikmati Tuhan dan firman-Nya. Secara khusus, hasil dari laporan AYT, bahkan pembicaraan beberapa minggu sebelum hari raker, sangat menggugah kita untuk mengaplikasikan "sabat" di SABDA dengan berhenti beberapa waktu dari tugas-tugas rutinitas untuk fokus mengerjakan AYT. Ini keputusan yang sangat drastis yang akan memberi dampak luas bagi pelayanan SABDA. Karena itu, kami harus mengambil keputusan bersama apakah semua staf bisa memberikan 5 jam sehari untuk terlibat "sesuai dengan kapasitas masing-masing", menyelesaikan teks AYT dan seputarnya. Puji Tuhan, di akhir renungan ini, secara bersama-sama kami bisa mengambil komitmen dengan satu semangat untuk menyelesaikan proses editing teks AYT, khususnya Perjanjian Lama. Perencanaan teknis masih harus dipikirkan baik-baik karena ada banyak tugas pekerjaan rutin yang tidak bisa ditinggalkan, misalnya semua komunitas media sosial. Namun, pekerjaan-pekerjaan lain harus disusun ulang berdasarkan prioritas baru ini.

Logo AYT

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, keputusan "sabat SABDA" berdampak besar bagi rencana pelayanan 2018. Puji Tuhan, satu per satu tim pelayanan, ketika mempresentasikan rencana pelayanan 2018, juga mulai memikirkan tugas-tugas apa yang harus dan bisa dipotong, diefisienkan, dan digabungkan sehingga semua rencana ke depan bisa berjalan dengan baik dan penyelesaian pekerjaan AYT juga bisa dikerjakan. Karena itu, pada kuartal I dan II 2018, semua staf akan memberikan 60% waktu kerja untuk pengerjaan AYT. Selain itu, ada prioritas kedua yang juga harus kami perhitungkan, yaitu kelanjutan proyek "Pusat Konseling Digital Indonesia" yang menjadi bagian dari presentasi khusus raker hari kedua, sebagai lanjutan dari proyek aplikasi Android Konseling (HE Cares) yang baru saja diluncurkan pada November 2017. Sesuai dengan dua prioritas ini, maka setelah raker selesai masing-masing tim pelayanan akan memikirkan lebih lanjut strategi teknis pelaksanaan rencana 2018. Berhubung dengan padatnya diskusi rencana 2018, raker tidak dapat ditutup pada hari kedua ini. Penutupan raker dilaksanakan pada keesokan harinya, sekaligus debriefing untuk mengevaluasi acara raker itu sendiri.

Hari III: 14 Desember 2017: Penutupan Raker

Acara penutupan raker dimulai dengan debriefing untuk masing-masing staf memberikan evaluasi dan hasil belajar selama mengikuti raker. Selain itu, kami juga menyampaikan mimpi-mimpi kami untuk 2018. Seluruh staf berpendapat bahwa acara berjalan dengan lancar dan tidak ada "ketegangan tingkat tinggi". Semua menikmati jalannya raker karena setiap pemaparan laporan maupun rencana dibicarakan dengan kesatuan hati demi kemajuan pelayanan. Beberapa staf juga belajar mengenai fleksibilitas untuk menyesuaikan rencana kerja dengan prioritas pelayanan yang dinyatakan Tuhan.

Puncak penutupan acara raker adalah renungan yang disampaikan oleh Ibu Yulia, Ketua YLSA, dengan tema God's Plan. Dasar dari renungan diambil dari Yesaya 1:1-11 yang merupakan janji Allah yang diterima oleh pemimpin YLSA ketika Allah pertama kali menyatakan visi-Nya kepada beliau untuk membuka ladang pelayanan digital di Indonesia. Saat ini, "dunia internet": alamat domain, software, apps, dan produk-produk digital adalah ladang yang Tuhan percayakan kepada YLSA. Dalam menjalankan rencana Allah itu, jalannya tidak selalu mulus. Banyak tantangan, hambatan, dan rintangan, tetapi Tuhan memberikan janji bahwa Dia akan menyertai asal kami taat. Renungan ini memberikan kekuatan kepada kami untuk setia melayani Dia di "tanah internet, tanah digital" yang saat ini kami "injak". Terpujilah Tuhan! Setelah itu, kami semua berdoa bersama untuk bersyukur kepada Tuhan dan menyatakan permohonan kami agar Tuhan selalu menolong dan menopang kami.

Raker sudah selesai. Selanjutnya adalah membuat strategi melakukan "sabat" dengan memberikan prioritas pada penyelesaian AYT dan prioritas-prioritas berikutnya. Harapan saya, seluruh staf, volunter, mitra, donatur, sahabat, dan pendukung YLSA semakin giat mengerjakan bagian tugas yang Tuhan berikan kepada kita. Mari kita bersatu hati untuk mempersembahkan IT FOR GOD! Segala kemuliaan bagi Tuhan!

Does God Have an IT Ministry Career for You?

Sebentar lagi, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) akan menggelar rapat kerja. Setiap tahun, salah satu pergumulan YLSA yang paling besar adalah kurangnya sumber daya manusia untuk mengerjakan berbagai proyek IT yang ada. Ada banyak proyek yang sudah mengantre untuk dikerjakan, tetapi hanya sedikit pekerja yang mengerjakannya. Karena itu, kami terus berdoa agar kiranya Tuhan menggerakkan anak-anak Tuhan yang memiliki kompetensi dalam bidang IT untuk melayani, bertumbuh, dan bergabung bersama kami. Selain berdoa, kami juga terus berusaha menyebarkan informasi lowongan ini, baik secara daring maupun luring. Pada kesempatan ini, kami juga ingin mengajak Sahabat dan Pendukung YLSA untuk turut membagikan informasi ini kepada rekan-rekan yang Anda kenal. Kiranya Tuhan menggerakkan orang-orang yang tepat untuk mengerjakan panggilan yang dikehendaki-Nya.

Yayasan Lembaga SABDA adalah yayasan misi Kristen yang bergerak dalam bidang pelayanan digital dan literatur. Produk utama SABDA adalah Software Alkitab, situs-situs studi Alkitab, aplikasi-aplikasi Alkitab, publikasi-publikasi Kristen, kelas teologi daring, bahan multimedia, dan komunitas Kristen. YLSA selalu mencari terobosan-terobosan baru untuk memanfaatkan teknologi terbaru demi perluasan Kerajaan Allah. Target utama pelayanan YLSA adalah menjalankan panggilan Amanat Agung untuk generasi digital. Moto YLSA adalah IT4God karena kami percaya teknologi adalah dari Tuhan dan harus kembali dipakai untuk memuliakan Tuhan.

Lowongan YLSA

Berikut adalah posisi yang sangat dibutuhkan saat ini di YLSA.

  1. Core Programmer
  2. Web Programmer
  3. Mobile Programmer
  4. Penerjemah dan Editor (Penyunting)
  5. Pengajar Kelas Teologi Online
  6. Koordinator Media Sosial

Syarat umum: Memiliki kompetensi sesuai dengan posisi di atas, mengasihi Tuhan dan Firman-Nya, senang belajar hal-hal baru, bisa bekerja dalam tim, dan bersedia ditempatkan di Solo selama minimal 2 tahun (full-time). Jika Anda atau rekan Anda tertarik, kami mengajak Anda bergabung melayani Tuhan bersama di YLSA! Mari kita mempersembahkan kemampuan dan talenta kita bagi Tuhan!

Kirimkan surat lamaran, CV, referensi/rekomendasi dari gereja, portofolio, dll. ke alamat:

Yayasan Lembaga SABDA - HRD
Kotak Pos 25 / SLONS
Surakarta, Jawa Tengah 57135

Atau lewat e-mail ke: cv@sabda.org

Informasi lebih lengkap dapat Anda peroleh melalui situs Lowongan SABDA. Terima kasih.

Alkitab Pintar -- Perjalanan 23 Tahun Pelayanan YLSA

+TED Alkitab Pintar

Pada 2 Oktober 2017, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) memperingati hari jadinya yang ke-23 tahun dengan mengadakan presentasi dan diskusi +TED Alkitab Pintar, sekaligus meresmikan AYT Center. Dalam +TED kali ini, YLSA memberi seminar kilat tentang perkembangan pelayanan Alkitab digital di Indonesia, khususnya Alkitab Pintar. Acara dibagi ke dalam empat sesi: Alkitab Pintar (Past), Alkitab Pintar (Present), Alkitab Yang Terbuka, dan Alkitab Pintar (Future).

Sesi pertama dibawakan oleh Yohanes Chandra (YoChan) dan Hadi Pramono. YoChan menjelaskan bahwa konsep Pintar yang dimaksud dalam Alkitab Pintar sebenarnya bukanlah hal baru bagi masyarakat Kristen Indonesia pada saat ini. Alkitab Pintar sudah ada sejak 21 tahun yang lalu (tahun 1996, software SABDA v.1). Hadi Pramono melanjutkan dengan membagikan pengalamannya dalam proyek Alkitab Pintar, baik dari sisi teknologi, proyek, magang, dan event.

Pembicara Sesi 2

Pada sesi kedua, acara diisi dengan sepuluh presentasi singkat (@3 menit) yang disampaikan oleh sembilan orang. Kesepuluh presentasi ini adalah proyek-proyek yang sedang dan akan terus dikerjakan Yayasan Lembaga SABDA untuk mendukung terwujudnya Alkitab Pintar bagi masyarakat Indonesia. Berikut ini adalah sepuluh materi presentasi tersebut.

  1. Alkitab Pintar dalam Platform Mobile (Odysius Bio Temara)
  2. SABDA Bot (Elizabeth Nathania Witanto)
  3. Komunitas Alkitab (Santi Titik Lestari)
  4. Support and Training (Rostika Surya Novantina)
  5. Publikasi PA21 (Abraham Aji)
  6. Media DVD (Danang Dwi Kristiyanto)
  7. Biblical Recommendation System (Agus Setiawan)
  8. Media Alkitab (Hadi Pramono)
  9. Google Home - Bible Man (Jeffrey Lim)
  10. Talk 2 Me Bible (Jeffrey Lim)

Penjelasan tentang Alkitab Yang Terbuka (AYT) menjadi sesi selanjutnya yang disampaikan oleh Ibu Yulia, ketua Yayasan Lembaga SABDA. AYT adalah proyek penerjemahan Alkitab yang dikerjakan YLSA. Dengan prinsip setia, jelas, dan relevan, diharapkan AYT menjadi Alkitab untuk masyarakat Kristen pada abad ke-21 ini. Pada sesi ini, sekaligus juga diresmikan AYT Center.

Sesi terakhir adalah tentang Alkitab Pintar Masa Depan yang dikemas dalam bentuk diskusi panel. Pada kesempatan ini, peserta boleh mengajukan pertanyaan mengenai proyek Alkitab Pintar pada masa depan kepada beberapa pemateri sebelumnya. Diskusi berjalan cukup aktif dengan banyaknya pertanyaan yang masuk.

Berikut ini, kami akan mengajak Anda untuk menyimak ulasan mengenai Alkitab Pintar yang ditulis oleh Jeffrey (Programmer YLSA). Kiranya menolong Anda mendapat gambaran yang lebih jelas lagi mengenai Alkitab Pintar ini.

Jeffrey

Sejak 1994, Tuhan telah membimbing dan memimpin SABDA untuk memulai konsep Alkitab Pintar. Proyek-proyek awal SABDA, seperti digitalisasi teks-teks Alkitab dan bahan-bahan belajar Alkitab (biblika), software SABDA 1-5, multiversi, ITL, SOLR, konkordansi, peta-peta Alkitab, Universal Box, Discovery Box, Commentary, Ekspositori, Alkitab Karaoke, Visual Bible, Integrated Resources, Training & Tutorials, dan sebagainya, semua itu telah menjadi dasar Alkitab Pintar generasi berikutnya.

Pada abad ke-21 ini, Tuhan terus memimpin YLSA untuk melakukan berbagai eksperimen proyek, seperti Google Home, Alexa, BOT, Talk 2 Me Bible/ABBA, Elastic Search, SOLR Lucene, Indexing Technology, Intelligent Search, Sistem Topikal, Biblical Media Management System, Media Bible, Log Analysis, 1001 Tanya Jawab, Bible Form Assistant, Recommendation Engine, dsb.. Meskipun dalam beberapa eksperimen YLSA belum mendapat hasil yang optimal karena keterbatasan waktu dan sumber daya, tetapi paling tidak kami sudah memiliki roadmaps, cetak biru, dan rencana selanjutnya untuk Alkitab Pintar ke depannya. Selain beberapa eksperimen di atas, sejak 5 tahun lalu, Tuhan juga menolong YLSA untuk memulai proyek Alkitab Yang Terbuka (AYT) dan ekosistemnya. Proyek ini dibuat sebagai jawaban atas kebutuhan Alkitab yang jelas, setia, dan relevan untuk abad ke-21.

Alkitab Pintar adalah sebuah konsep dan proyek yang besar, yang jelas memerlukan hikmat Tuhan, pemikiran, tenaga, dan juga kerja keras. Ekosistem Alkitab Pintar yang saat ini dikerjakan YLSA adalah dekstop/software, web, apps, web apps, BOT, Google Home, API, bahan-bahan, komunitas, dan sebagainya. Semua itu YLSA kerjakan selama bertahun-tahun dalam perkenanan Tuhan untuk membangun orang Kristen yang "smart" dalam membaca dan belajar Alkitab sehingga firman Tuhan dapat tertanam di hati dan diaplikasikan dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari -- #Ayo_PA!

Kami bersyukur atas anugerah-Nya sejak 23 tahun yang lalu, yang memampukan YLSA dapat membangun prekursor Alkitab Pintar; dan juga bersyukur atas anugerah-Nya saat ini, yang memampukan YLSA untuk terus mengerjakan proyek Alkitab Pintar. Karena itu, kami terus berharap kepada anugerah Allah supaya dapat mengembangkan Alkitab Pintar generasi berikutnya. Mohon dukungan doa dari Pembaca PA21 sekalian agar Tuhan terus menolong dan memberikan hikmat kepada YLSA untuk setia mengerjakan apa yang Allah ingin kami kerjakan. (Jeffrey)

Dua Puluh Tahun Publikasi YLSA

Sungguh hal yang luar biasa kalau pada 2017 ini pelayanan publikasi YLSA memasuki tahun yang ke-20. Ketika teknologi internet mulai dipakai oleh masyarakat luas di Indonesia pada awal tahun 1997, YLSA menangkapnya sebagai kesempatan emas untuk menyebarkan bahan-bahan literatur Kristen secara digital yang dapat membangun iman masyarakat Kristen. Sebagai langkah awal, YLSA membangun sistem Internet -- Komputer Alkitab Network (I-KAN) -- untuk mewujudkan pelayanan literatur digital Kristen pertama di Indonesia. Publikasi e-Renungan Harian (e-RH) dan e-Santapan Harian (e-SH) menjadi dua publikasi pertama yang menggunakan sistem I-KAN ini untuk menyebarkan bahan-bahan renungan Alkitab setiap hari. Puji Tuhan! e-RH dan e-SH masih terus memberkati orang Kristen di seluruh dunia sampai hari ini melalui sistem I-KAN. Sejak itu, YLSA meluncurkan publikasi-publikasi baru lahir hingga sekarang berjumlah 21, yang membahas berbagai bidang pelayanan kekristenan. Pelanggan publikasi YLSA yang saat ini berjumlah kira-kira lebih dari 82.000 dan sebenarnya telah mencapai jumlah yang jauh lebih banyak karena telah silih berganti dengan banyak pelanggan baru. Sejak tahun 1997, jumlah arsip publikasi-publikasi YLSA telah mencapai jumlah yang sangat fantastis dan telah diindeks oleh mesin pencari Google dalam jumlah jutaan halaman. Dari jumlah arsip yang sangat banyak tersebut, semuanya telah menjadi konten untuk produk-produk pelayanan YLSA lainnya, seperti: situs-situs YLSA, aplikasi Android (e-SH, e-RH PSM, Publikasi SABDA), infografis, rekaman audio, PowerPoint, dsb..

Berikut ini adalah deskripsi singkat masing-masing publikasi YLSA yang saat ini kami terbitkan.

1. Berita YLSA

Berita YLSA

Berisi berita aktual perkembangan pelayanan YLSA yang disebarkan untuk para Sahabat dan Pendukung YLSA.

2. Berita PESTA

Berita PESTA

Berisi berita aktual kegiatan dan perkembangan pelayanan Pendidikan Elektronik Studi Teologi Awam (PESTA) Online yang disebarkan untuk para alumni dan simpatisan PESTA.

3. e-BinaAnak

e-BinaAnak

Berisi banyak bahan untuk memperlengkapi guru-guru sekolah minggu dan para pelayan anak agar dapat melayani dengan lebih baik dan kreatif.

4. e-BinaSiswa

e-BinaSiswa

Berisi banyak bahan seputar pelayanan remaja untuk para pembina/pembimbing siswa remaja dan pemuda.

5. e-Wanita

e-Wanita

Berisi banyak bahan tentang wanita dan dunianya untuk memperlengkapi wanita Kristen untuk hidup berkenan di mata Tuhan.

6. e-Konsel

e-Konsel

Berisi bahan pelayanan konseling ditinjau dari sudut pandang Alkitab untuk mendidik jemaat awam mengenal prinsip konseling Kristen yang benar.

7. e-Leadership

e-Leadership

Berisi bahan kepemimpinan Kristen guna mendukung para pelayan dan jemaat Tuhan yang menjadi pemimpin, baik di gereja maupun masyarakat umum.

8. e-Humor

e-Humor

Berisi bahan humor sehat (tidak mengandung muatan politis dan SARA) yang bernuansa Kristen dilengkapi dengan ayat-ayat Alkitab.

9. e-Penulis

e-Penulis

Berisi bahan bermutu seputar visi dan misi pelayanan literatur Kristen dan berbagai informasi untuk meningkatkan keterampilan tulis-menulis.

10. KISAH

KISAH

Berisi bahan kesaksian untuk menjangkau masyarakat luas yang membutuhkan inspirasi dan pengenalan yang benar akan kasih Allah.

11. e-Doa

e-Doa

Berisi bahan yang membahas tentang seluk beluk pelayanan doa sehingga semakin banyak orang Kristen yang rindu menjadi pendoa-pendoa yang benar.

12. Kalender Doa SABDA -- KADOS

KADOS

Berisi kalender Doa SABDA yang menyajikan pokok-pokok doa harian selama sepekan bagi Indonesia.

13. Buletin Doa Open Doors

Open Doors

Berisi pokok-pokok doa dari pelayanan Open Doors untuk berdoa bagi gereja dan orang-orang percaya di seluruh dunia yang berada dalam tekanan dan penganiayaan.

14. 40 Hari Doa

40 Hari Doa

Berisi bahan panduan "40 Hari Doa bagi Bangsa-bangsa" menjelang dan selama ramadan untuk mendorong orang Kristen berdoa bagi bangsa-bangsa di dunia yang belum mengenal Kristus.

15. e-JEMMi

e-JEMMi

Berisi bahan seputar kisah pekerjaan Allah di antara bangsa-bangsa di dunia dan bagaimana memobilisasi jemaat untuk menjadi orang-orang yang bermisi.

16. e-Reformed

e-Reformed

Berisi bahan artikel dan jurnal teologi yang alkitabiah dan Injili untuk mendukung majunya gerakan Reformed (yang Injili) di Indonesia.

17. e-Santapan Harian (e-SH)

e-SH

Berisi bahan saat teduh yang mementingkan penelusuran seluruh isi/pokok Alkitab secara berurutan. Santapan Harian juga menuntun orang Kristen mendalami arti Alkitab dan menemukan relevansinya untuk masa kini.

18. e-Renungan Harian (e-RH)

e-RH

Berisi bahan saat teduh harian yang ditulis oleh penulis-penulis Indonesia dan diterbitkan oleh Yayasan Gloria.

19. Bio-Kristi

Bio-Kristi

Berisi bahan seputar tokoh-tokoh Alkitab dan Kristen dari berbagai bidang kehidupan untuk menginspirasi masyarakat Kristen Indonesia bagaimana melayani dan hidup bagi Tuhan.

20. IT-4-GOD

IT4GOD

Berisi bahan seputar pelayanan dan pemanfaatan teknologi bagi kemuliaan Tuhan, terutama untuk gereja dan jemaat Tuhan agar pelayanan mereka menjadi relevan bagi zamannya.

21. PA21 -- Alkitab dan PA Abad ke-21

PA21

Berisi bahan seputar pendalaman Alkitab dan bagaimana alat-alat teknologi abad 21 dimanfaatkan bagi pembelajaran Alkitab, terutama melalui berbagai media yang tersedia saat ini.

Jika Sahabat dan Pendukung YLSA ingin berlangganan salah satu atau beberapa publikasi YLSA di atas, silakan mengirim email ke ylsa@sabda.org dengan menyebutkan publikasi apa yang Anda ingin berlangganan. Kami akan mendaftarkan Anda untuk menjadi pelanggan secara gratis.

Bagi Anda yang telah menjadi pelanggan publikasi-publikasi YLSA, mohon dukungan doanya agar Tuhan terus melimpahkan berkat dan semakin banyak masyarakat Kristen Indonesia memiliki kebiasaan membaca bahan-bahan kekristenan yang bermutu sehingga mereka dapat semakin dewasa dan menjadi murid Kristus yang produktif. Segala kemuliaan bagi Tuhan!

+TED @SABDA -- Pemuridan Abad 21

TED PEMURIDAN ABAD 21

Tiga tahun terakhir dari masa hidupnya 33 tahun di dunia, Yesus memfokuskan pelayanannya untuk memuridkan 12 murid-Nya supaya mereka bisa melanjutkan tugas pelayanan yang telah dimulai-Nya di bumi. Sebelum Yesus naik ke surga, Dia memberikan perintah untuk menjadikan seluruh bangsa murid-Nya. Perintah ini berlaku bagi kita semua sampai hari ini, abad ke-21 ini. Sayangnya, masih banyak orang percaya dan gereja yang tidak melihat perintah ini sebagai panggilan utama orang percaya. Seiring perkembangan zaman, Amanat Agung Tuhan Yesus ini gaungnya semakin hilang dari pendengaran kita. Seorang yang sudah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus dipanggil untuk menjadi murid-Nya supaya mereka pun bisa memuridkan orang lain. Seharusnya, ini menjadi hal yang alami terjadi dalam kehidupan pengikut Kristus sejati.

Melihat krisis pemuridan pada abad ke-21 ini, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) tergerak untuk menggaungkan kembali arti pemuridan dan bagaimana pemuridan dapat dilakukan dengan efektif pada era digital ini. Karena itu, pada 4 Agustus 2017, YLSA mengadakan +TED@SABDA dengan tema “Pemuridan Abad 21″. Sebelum diadakan event ini, YLSA sudah memulai dengan membuat infrastruktur untuk mengampanyekan pemuridan melalui situs Murid21 dan komunitas @pemuridan21 (Facebook, Twitter, dan Instagram). Melalui infrastruktur ini, tubuh Kristus dapat berkolaborasi untuk mencari jawaban atas krisis dan kesempatan yang dikandung dalam pemuridan pada abad ke-21 ini.

Ada tujuh presentasi yang disajikan dalam +TED@SABDA Pemuridan Abad 21, yang materinya bisa didapatkan dalam situs murid21. Berikut ini adalah topik, pembicara, dan ringkasan dari ketujuh presentasi tersebut:

1. Arti Pemuridan Era Digital (Yulia Oeniyati)

Foto: Yulia

Arti pemuridan secara alkitabiah dimulai dari Yesus yang mengundang manusia untuk mengikut Dia, "Follow Me," (Mat. 4:19). Lalu, Ia melanjutkan dengan perintah agar kita juga mengikut teladan-Nya, membuat murid (Mat. 28:19-20). Itulah perintah terakhir yang Ia berikan agar kita semua mengerjakan pemuridan hingga hari ini.

 

2. Hilangnya Seni Pemuridan pada Era Digital (Hudiman Waruwu)

Foto: Iman

Pemuridan sangat penting. Setiap pengikut Yesus Kristus dipanggil menjadi murid dan memuridkan. Namun, pada era digital ini, pemuridan tidak dilaksanakan atau diprioritaskan dalam kehidupan berjemaat dengan berbagai alasan. Padahal, ada kesempatan besar untuk memanfaatkan era digital untuk pelayanan pemuridan yang bisa menjangkau siapa saja dan di mana saja dengan model dan modul yang sesuai kebutuhan konteks saat ini.

 

3. Pemuridan ala Kambium (Novita Andriani)

Foto: Novita

Kambium adalah metode pemuridan berbasis kurikulum yang menggunakan presentasi di kelompok besar untuk pemaparan pengajaran dan sharing di kelompok kecil untuk pelatihan penerapan dan evaluasinya.

 

4. Pemuridan ala U.K. PETRA Surabaya (David Kristian)

Foto: David

Pengalaman pribadi ketika terlibat dalam pemuridan di Universitas Kristen PETRA. Dalam pemuridan, saya mengalami dimuridkan dan memuridkan.

 

5. Kualitas Hidup Murid Menjadi Dasar Pelayanan Digital (Haryo K.A.)

Foto: Haryo

Bahwa pelayanan digital sangat besar potensinya untuk menjangkau banyak orang dan akhirnya bisa memuridkan. Karena itu, pelayan Tuhan harus mau dimuridkan terlebih dahulu supaya dapat menjangkau orang lain. Hal ini penting untuk memperlengkapi hidup seorang murid yang hendak melayani di bidang ini supaya memiliki kuasa dalam pelayanannya.

 

6. Tantangan Era Digital terhadap Pemuridan (Elizabeth Nathania W.)

Foto: Liza

Setiap tantangan selalu menawarkan tersedianya peluang/kesempatan. Teknologi yang berkembang pada era digital juga menawarkan kesempatan yang besar dalam memenuhi Amanat Agung.

 

7. Pemuridan untuk Digital Native (Davida)

Foto: Davida

Pemuridan untuk digital native adalah panggilan bagi murid Kristus pada era digital ini. Digital native tanpa pemuridan alkitabiah adalah ancaman bagi masa depan gereja.

 

Saya dan teman-teman bersyukur karena acara +TED@SABDA ini dihadiri oleh hampir 100 orang. Wow, suatu “sinyal” yang bagus bagi gerakan pemuridan abad 21. Ditambah lagi, separuh dari yang hadir adalah generasi digital native (usia 24 tahun ke bawah). TED PEMURIDAN ABAD 21Sungguh menggembirakan!! Kiranya mereka mendapatkan pemahaman yang benar mengenai makna pemuridan dan bagaimana mereka HARUS melakukannya. Pertanyaan, “Apakah kita sudah menjadi murid?” dan “Bagaimana teknologi yang ada di tangan dapat menolong kita untuk menjalani proses pemuridan dan memuridkan generasi selanjutnya. Saya sendiri belajar banyak dari materi-materi yang sudah disampaikan. Intinya, pemuridan tidak hanya berbicara tentang program, tetapi sesuatu yang hidup dan berlangsung secara alami di sepanjang hidup kita sebagai pengikut Kristus. Pemuridan adalah perintah Allah bagi setiap orang percaya, dan teknologi diciptakan Allah untuk menolong agar pemuridan lebih efektif dijalankan.

Tahun ini, sudah tiga kali SABDA mengadakan +TED@SABDA secara rutin setiap 3 bulan sekali, Penjangkauan yang Kreatif (Januari), Passion for Christ (April), dan Pemuridan Abad 21 (Agustus). Puji Tuhan! Pada Oktober 2017 yang akan datang, dalam rangka ulang tahun YLSA yang ke-23, SABDA akan mengadakan Seminar “Alkitab Pintar (Alkitab yang Terbuka)”. Nantikan informasi selanjutnya, dan saya mengundang Pembaca Blog SABDA untuk mendoakan serta hadir dalam acara tersebut. Terima kasih.

Highlight Pelayanan SABDA dalam Semester II/2017

Dari hasil Rapat Kerja (Raker) tengah tahun YLSA pada Juni 2017, setiap tim telah menyusun rencana kerja untuk semester berikutnya. Berikut ini adalah highlight pelayanan YLSA semester II/2017. Kiranya menjadi informasi yang bermanfaat bagi Sahabat dan Pendukung YLSA.

Divisi ITS

Logo Alkitab Pintar

  1. Proyek Alkitab Pintar (Alkitab SABDA Next Generation)
    • Pembangunan infrastruktur.
    • Pemrosesan data (indexing, data topikal, dsb.).
    • Pengembangan intelligent search (parsing) Alkitab.
    • Pengembangan situs AYT.
  2. Proyek Media Alkitab.
    1. Media Alkitab dalam DVD.
    2. Halaman Media dalam situs Alkitab SABDA.
  3. Pengembangan aplikasi-aplikasi SABDA berbasis iOS dengan SAB.

Tim Proyek Alkitab SABDA (PAS)

Proyek Alkitab SABDA (PAS)

  1. Editing AYT PL Tahap 5 dan PB Tahap 9.
  2. Penyusunan dan pencetakan kartu Program Anda Punya Waktu Perjanjian Lama.
  3. Penyelenggaraan +TED @SABDA untuk Biblika.
  4. Roadshow #Ayo_PA! dan Pelatihan Software SABDA di Indonesia dan luar negeri.

Tim Penjangkauan

  1. Program ulang tahun SABDA Space ke-10.
  2. Video klip e-Leadership.
  3. Swipeable carousel (Instagram) bahan-bahan konseling.
  4. Bahan multimedia: PowerPoint bahan Biografi Tokoh Kristen/Wanita.

Tim Pembinaan

  1. Edisi Khusus e-Reformed (Oktober) memperingati 500 tahun reformasi gereja.
  2. Diskusi FB Grup e-Reformed (Oktober/November).
  3. Membuat bahan-bahan Natal untuk jalur multimedia: quotes gambar, Infografis, Audio artikel Natal, GIF, dan Video.

Tim Pendidikan Kristen

e-Learning PESTA

  1. Penyelenggaraan +TED @SABDA Pemuridan Abad 21.
  2. Kelas-kelas PESTA dengan situs Moodle (kelas DIK).
  3. Roadshow mini tim PK "Digital Learning dengan DVD SABDA" di gereja/STT di Solo.

Tim Aplikasi Teknologi (ApTek)

  1. Penerbitan Publikasi IT-4-GOD secara rutin dan tepat waktu.
  2. Pengembangan komunitas Apps4God melalui diskusi-diskusi dalam media sosial.
  3. Bahan-bahan multimedia seputar IT-4-GOD: PPT, Video, dan Infografis.

Tim Multimedia

Format dan Jalur Baru Multimedia

  1. Pemetaan bahan-bahan media untuk sentralisasi data.
  2. Video-video dokumentasi seminar dan roadshow YLSA.
  3. Format dan jalur baru bahan-bahan multimedia (swipeable carousel (Instagram), quote gif, Pinterest).
  4. Pengembangan komunitas SABDA Multimedia.

Mohon dukungan dari Sahabat dan Pendukung YLSA semuanya agar rencana-rencana di atas dapat dikerjakan dengan baik. Kiranya Tuhan memimpin kami untuk bekerja sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya. Melihat banyaknya pekerjaan, doakan agar Tuhan mengirim pekerja-pekerja-Nya yang baru ke ladang pelayanan digital YLSA. Terima kasih.

YLSA dan Pelayanan Misi

Salah satu semangat pelayanan YLSA adalah pelayanan misi. Kami percaya bahwa pelayanan misi adalah hati Allah. Pelayanan YLSA juga ada karena kerinduan yang besar akan pelayanan misi pada era digital ini. Namun, dalam pelaksanaan pelayanan misi, YLSA juga tidak bergerak sendiri. Kami membuka kesempatan yang selebar-lebarnya untuk bekerja sama dengan yayasan lain asalkan punya semangat dan visi yang sejalan dengan kebenaran firman Tuhan. Dalam tulisan berikut ini, kita akan melihat bagaimana pengalaman YLSA dan staf yang terlibat dalam pelayanan misi dengan organisasi lain dalam bentuk penerjemahan buku misi dan seminar-seminar.

Pengalaman Mengikuti Seminar Gereja Misi Dunia
Oleh: Odysius

Yulia sedang cari you. Saya pikir, dia punya sesuatu yang pasti you akan suka.

Buku Gereja Misi Dunia

Mendengar pernyataan tersebut, saya langsung bergegas menemui Ibu Yulia untuk menanyakannya. Ternyata, benar saja, beliau menawarkan sebuah kesempatan yang bagi saya tidak ternilai harganya: menjadi salah satu penerjemah dalam acara seminar misi di Yogyakarta. Itu sama sekali di luar dugaan saya; tentu saja ini kesempatan yang tidak akan saya lewatkan! Tanpa berpikir panjang, saya pun langsung menerima tawaran tersebut. Dan, sebagai persiapan untuk itu, beliau memberikan saya softcopy dari buku World Mission Church (Gereja Misi Dunia) yang pengarangnya akan menjadi salah satu pembicara utama dalam seminar misi tersebut.

Demikianlah secuplik adegan yang menjadi prolog dari seluruh rangkaian episode yang akan saya tulis kali ini, yaitu tentang pengalaman saya mengikuti seminar misi di Yogyakarta pada 9 — 10 Maret 2017 silam. Seminar misi ini sebenarnya bukanlah acara tersendiri, melainkan bagian dari acara rapat tahunan sinode Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI), yang diselenggarakan pada tanggal 8 — 10 Maret 2017 di Villa Taman Eden 2 Kaliurang, Yogyakarta. Tim SABDA yang berangkat ke sana hanya Bu Yulia dan saya.

Singkat cerita, hari yang ditunggu pun tiba. Kami berangkat dari Solo sekitar pukul 08.30 dengan bus dan mampir ke Klaten untuk mengambil cetakan buku terjemahan Gereja Misi Dunia untuk dibagikan kepada peserta. Kami tiba di tempat acara, di Villa Taman Eden 2, sekitar hampir pukul 12.00. Setibanya di sana, kami disambut oleh empat orang yang tampaknya sudah menantikan kedatangan kami. Mereka adalah Pak Paul Jenks dan istrinya, Ibu Lois Jenks, dari AMG International, dan Ps. David Anderson, pengarang buku World Missions Church yang sudah saya singgung sebelumnya, dan rekannya, Pak Wick Jackson, dari Envoy International. Dua orang yang disebutkan terakhir adalah para pembicara yang akan menyampaikan materi dalam seminar misi nanti.

Setelah berkenalan dan berbincang sejenak dengan keempat orang ini, Bu Yulia dan saya lantas menyiapkan booth dan menata berbagai bahan untuk para peserta — seperti berbagai CD audio Alkitab, DVD Library Anak, traktat pelayanan anak, dll.. Namun, sebelum saya lanjutkan, ada kejadian menarik yang ingin saya ceritakan terlebih dahulu.

Sekitar satu jam sebelum berangkat ke Yogyakarta pagi itu, Pak Paul Jenks menghubungi Ibu Yulia, menginformasikan bahwa ada workbook untuk peserta seminar yang masih perlu diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Akibatnya, pagi itu kami mencoba menerjemahkan sebanyak mungkin isi workbook tersebut sebelum berangkat. Bahkan, dalam perjalanan bus ke Yogyakarta, Ibu Yulia sibuk mengetik dengan laptopnya dan saya dengan ponsel saya, untuk mengerjakan sebanyak yang kami bisa. Namun, karena workbook itu cukup banyak halamannya, maka tidak bisa cepat diselesaikan, bahkan sampai malam kami masih harus bekerja keras sambil menjaga booth dan menjelaskan tentang produk-produk SABDA saat ada yang berkunjung ke booth. Ada juga yang minta diinstalkan aplikasi-aplikasi Android ke ponsel mereka. Sementara itu, Ibu Yulia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruang pertemuan, mengikuti seminar, dan menerjemahkan beberapa sesi untuk para pembicara. Itulah hari pertama ....

[Selengkapnya: Pengalaman Mengikuti Seminar "Gereja Misi Dunia"]

*) Sahabat dan Pendukung YLSA dapat mengakses bahan-bahan pelayanan misi dari YLSA melalui situs e-MISI.

Perayaan Paskah YLSA dan +TED @SABDA Tim Pembinaan: Passion for The Christ

TED April 2017

Ada yang berbeda dari acara Paskah YLSA tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya acara Paskah YLSA hanya dirayakan oleh staf YLSA beserta tamu undangan saja, tahun ini acara Paskah YLSA dirangkai bersama dengan acara +TED @SABDA untuk dirayakan bersama-sama mitra dan Sahabat YLSA. Mengangkat tema Passion for The Christ, tim Pembinaan yang menjadi penyelenggara acara berharap peserta yang hadir akan semakin bergairah mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama dengan waktu, tenaga, pemikiran, dan talenta yang mereka miliki. Kristus sudah mati bagi kita, mari kita hidup bagi Dia.

Acara berlangsung sedikit terlambat sore itu karena hujan yang turun semenjak pukul setengah empat sore. Peserta yang tadinya diperkirakan akan hadir sekitar 50 orang menyusut menjadi sekitar 40 orang, khususnya peserta dari luar kota. Acara dimulai pada pukul 17.15. Tim Pembinaan yang diwakili oleh saya sebagai Koordinator membuka acara dengan sambutan dan perkenalan panitia, MC, dan moderator, lalu disambung dengan pemutaran video profil tim Pembinaan. Acara yang dipandu oleh MC, yaitu Ayub, memulai dengan pujian dan doa pembukaan. Sesudah itu, moderator pertama, Tika, memulai +TED sesi satu dengan pemutaran video kesaksian Jim Caviezel, aktor utama dalam film Passion of The Christ. Walaupun saya sudah pernah menonton video ini sebelumnya, saya tidak pernah menjadi bosan karena video ini sangat memberi dorongan untuk saya semakin menghargai dan memaknai karya pengorbanan Kristus yang begitu berharga.

Sesudah menyaksikan video, acara dilanjutkan dengan mendengar presentasi dari dr. Yudhie Chandra yang membawakan materi Sisi Medis Penyaliban Tuhan Yesus serta presentasi kedua dari Pdt. Andi Halim mengenai Teologi Reformed. Setelah tanya jawab dengan kedua presenter dan penyerahan kenang-kenangan dari panitia, acara kemudian beralih pada ibadah Paskah, yang diisi dengan pujian, renungan, dan doa Paskah. Renungan Paskah yang berjudul sama dengan tema acara, Passion for The Christ, dibawakan oleh Wahyu Kriscahyanto. Beliau adalah sahabat YLSA yang juga mengambil bagian sebagai panitia sie acara pada +TED@SABDA ini dan pernah mengisi acara +TED Oktober 2016. Sesudah ibadah Paskah selesai, kami rehat sejenak untuk makan malam bersama.

Peserta TED April 2017

+TED sesi dua, yang dimoderatori oleh Odysius, lebih banyak membahas tentang materi pembinaan sebagai wujud aplikasi dari panggilan Allah bagi orang-orang percaya. Bapak Arie Saptaji, seorang penulis Kristen dari Yogyakarta, tampil untuk membawakan presentasi yang berjudul Proses Kreatif Menulis Renungan. Sesudah itu, Ibu Yulia, ketua YLSA, mempresentasikan materi Misi pada Era Digital. Presentasi ditutup dengan materi Pemuridan abad 21 yang dibawakan oleh Santi, koordinator tim Penjangkauan. Setelah acara tanya jawab dan pemberian kenang-kenangan dari panitia, acara kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama dengan seluruh peserta.

Ada banyak pembelajaran yang saya dapatkan melalui acara Paskah dan +TED @SABDA kali ini. Pertama, saya jadi banyak tahu tentang seluk beluk mengatur acara setelah terlibat dalam sie acara. Kedua, saya belajar banyak dari sisi membuat strategi dan perencanaan untuk melangsungkan acara, dimulai dari menentukan tema acara, menentukan kepanitiaan, menentukan tugas-tugas untuk kepanitiaan, menghubungi pembicara, membuat konsep video, brosur, dan rundown acara, dengan memperhatikan detail-detailnya, dan juga belajar dari kesalahan-kesalahan yang ada. Yang ketiga, saya mendapat berkat melalui materi-materi yang disampaikan oleh para pembicara, yang memberikan wawasan serta pertanyaan bahkan pergumulan baru di benak saya. Di atas semua itu, saya sungguh bersyukur untuk acara perayaan Paskah dan +TED @SABDA yang sudah terselenggara. Kiranya acara +TED yang menjadi media membagikan ide-ide kristiani bagi pelebaran Kerajaan Allah ini akan terus menjadi berkat bagi banyak orang, dan menghasilkan dampak nyata bagi kemajuan Kerajaan Allah.

Sampai jumpa dalam +TED @SABDA pada 28 Juli 2017. Solus Christus!

Roadshow SABDA ke Lampung

Sabtu pagi. Pada 11 — 13 Maret 2017, saya dan Ibu Yulia berangkat ke Lampung dalam rangka roadshow SABDA di Gereja Kristen Tritunggal (GKT), Bandar Lampung. Kami berangkat pada Sabtu pagi (11 Maret 2017). Ketika tiba di Bandara Radin Inten II, Lampung, kami dijemput oleh Boksu (panggilan Pendeta Gembala di GKT) Putut, Pak Candra (majelis di bidang misi), dan Pak Rudi (hamba Tuhan di GKT). Ini kali pertama saya pergi ke Lampung. Kesan saya, kota ini seperti Solo, tetapi lebih besar dan lebih ramai. Di Lampung juga sudah mulai macet meski tidak seperti Jakarta ....

.... Sabtu malam. Seminar dimulai pukul 18.30 dengan tema “Belajar Firman Tuhan pada Era Digital”. Total peserta malam itu sekitar 60 orang. Kebanyakan yang hadir adalah “generasi X”, tidak sebanding dengan peserta “generasi Z”. Namun demikian, mereka semua antusias sekali mendengar seminar ini dan pada sesi tanya jawab mereka juga aktif bertanya. Sebelum dan sesudah acara, saya membantu beberapa peserta menginstal aplikasi-aplikasi SABDA di HP peserta, khususnya yang akan dipakai untuk pelatihan besok. Aplikasi tersebut adalah Alkitab, Tafsiran, Alkitab PEDIA, Kamus Alkitab, dan Peta Alkitab. Kalau memori HP-nya masih cukup, saya tambahkan aplikasi Renungan Oswald Chambers (ROC) ....

.... Minggu pagi. Sebelum kebaktian mulai, saya sempat berbincang dengan pembina remaja mengenai keadaan remaja di gereja itu. Dia mengatakan bahwa remaja di situ masih perlu dibimbing supaya dapat menggunakan gadget/gawainya dengan bijaksana, apalagi saat ibadah di gereja. Hanya karena pertolongan Tuhan, saya dimampukan untuk berbicara di hadapan lebih dari 100 remaja. Saya berbagi kesaksian tentang mengapa saya melayani Tuhan dan tentang IT 4 God. Kita dapat melayani Tuhan melalui talenta kita masing-masing dan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk melayani Tuhan. Pada akhir sharing, saya mengajak mereka untuk hadir dalam Pelatihan PA menggunakan Gadget.

Pelayanan #Ayo_PA! Lampung

Minggu siang. Saya dan Bu Yulia mempersiapkan booth dan alat-alat yang akan digunakan untuk pelatihan #Ayo_PA!. Bu Yulia membagi peserta menjadi 2 kelompok, kelompok yang disebut high-tech, yang terdiri dari peserta remaja dan pemuda, dan kelompok low-tech, yang terdiri dari orang tua yang tidak terlalu mengikuti perkembangan teknologi. Pembagian kelompok ini menambah semangat peserta karena di tengah pelatihan Bu Yulia mengadakan games kecil, yaitu siapa yang paling cepat bisa mempraktikkan tutorial yang telah diajarkan. Kedua kelompok ini sama-sama bersemangat mempraktikkan apa yang telah disimulasikan di depan. Pada akhir pelatihan, kami tidak lupa berfoto bersama dan ada dua peserta yang bersedia memberikan testimoninya.

Senin pagi. Pada 13 Maret 2017, kami bersiap untuk pelatihan selanjutnya, yaitu Pelatihan Software SABDA untuk para hamba Tuhan. Ternyata, gereja ini memiliki acara rutin setiap 2 bulan sekali, yaitu Seminar Misi Sehari (SMS) yang dihadiri pendeta-pendeta dari berbagai gereja. Kali ini, acara diisi dengan pelatihan dari SABDA. Para pendeta yang datang ternyata bukan dari Bandar Lampung saja, ada juga yang harus menempuh perjalanan 6 — 7 jam. Tidak sedikit dari mereka yang rela berangkat pukul 1 pagi untuk sampai di gereja tepat waktu. Sungguh luar biasa semangat mereka. Sebelum pelatihan dimulai, saya dibantu Laura dan Pak Wit menginstalkan software SABDA di laptop mereka. Ada beberapa peserta yang tidak memiliki laptop, tetapi jika ada HP, kami tawarkan untuk diinstal aplikasi SABDA di HP-nya.

Pelayanan Software SABDA Lampung

Respons peserta yang mengikuti pelatihan ini sangat baik. Sembari mendengarkan tutorial penggunaan software SABDA di layar LCD, mereka juga mencoba di laptop masing-masing. Saat ada kesulitan, peserta yang sudah bisa mengajari peserta yang belum bisa. Pada akhir acara, saya sempat merekam 2 testimoni dari peserta, yaitu Pak Soni dan Pak Purwanto. Secara keseluruhan, mereka senang bisa mempelajari software SABDA. Mereka bisa menggali firman Tuhan lebih dalam dengan banyak bahan yang ada di dalamnya. Karena tidak semua peserta membawa laptop, Bu Yulia memutuskan untuk memberi pelatihan #Ayo_PA! menggunakan gadget.

Senin sore dan malam. Selesai pelatihan, kami diajak ke Pantai Sari Ringgung oleh Muse Asmini (hamba Tuhan GKT). Perjalanan sekitar 1 jam dari kota. Airnya masih jernih dan pemandangannya menyejukkan hati. Sepulang dari pantai, saya dan Bu Yulia diajak oleh istri Boksu Putut ke rumah Pak Andi. Pak Andi adalah jemaat GKA dan ketua yayasan sekolah Trinitas milik GKT. Dalam pertemuan sebelumnya, Pak Andi mengatakan bahwa ia tergerak memberi dua unit gitar kepada SABDA. Malam itu, kami ke rumahnya untuk mengambil gitar tersebut karena besoknya pagi-pagi kami akan pulang ke Solo ....

.... Saya bersyukur bisa mengikuti roadshow ini. Bertemu dengan orang-orang baru, suasana baru, dan lingkungan yang baru. Satu hal yang sangat menonjol adalah rasa kekeluargaan, kehangatan, dan keramahan dari para hamba Tuhan, majelis, dan jemaat di GKT Bandar Lampung. Bersyukur dapat membangun relasi baru untuk sama-sama melayani Tuhan. Saya berdoa untuk gereja ini dan orang-orang yang sudah mengikuti pelatihan ini semoga dapat menularkan semangat #Ayo_PA! dimulai dari diri sendiri. Kiranya melalui pelayanan ini, nama Tuhan dimuliakan. Soli Deo Gloria!

[Selengkapnya: Roadshow SABDA di Lampung]

Comments