Mengenal YLSA

Mari Berbagi Tulisan Melalui Situs-Situs YLSA!

Selama ini, YLSA dikenal memiliki banyak situs Kristen yang menjadi sumber-sumber bahan digital (artikel, modul, buku, dll.) sesuai dengan bidang-bidang pelayanan Kristen yang ada (anak, konseling, wanita, penulis, dll.). Semua bahan yang sekarang ada merupakan akumulasi dari arsip bahan publikasi yang diterbitkan YLSA selama puluhan tahun. Bahan-bahan tersebut ada yang ditulis sendiri oleh staf YLSA dan ada juga yang dikutip dari buku-buku. Satu per satu bahan tersebut diproses sedemikian rupa untuk memberikan kualitas konten yang bagus dan alkitabiah.

Situs-Situs YLSA

Seiring berjalannya waktu dan zaman, YLSA juga membuka kesempatan bagi para pelanggan publikasi dan pengguna/pengunjung situs untuk dapat berkontribusi memberikan tulisannya guna dipasang dalam situs-situs YLSA. Bahan-bahan yang diberikan tentu saja harus menjalani seleksi dan penyuntingan isi demi menjamin standar kualitas konten yang diharapkan. Untuk itu, kami terus mendorong pelanggan dan pengunjung untuk berbagi tulisan dan berbagi berkat sehingga melalui situs-situs sumber bahan ini, terbentuk komunitas digital yang hidup karena saling memberi dan menerima. Salah satu usaha yang dilakukan untuk menggalakkan kerinduan untuk berbagi tersebut adalah dengan menyediakan fitur "Blog" atau "Kesaksian" di sebagian besar situs YLSA. Fitur ini disediakan untuk menjadi wadah berbagi tulisan/opini di antara para pengunjung situs. Harapan kami, tulisan-tulisan para pengunjung dapat menjadi berkat bagi pengunjung lainnya. Syarat utama agar tulisan bisa lolos untuk dimuat adalah memiliki konten yang baik, alkitabiah, dan tidak menyalahi prinsip firman Tuhan serta enak dibaca.

Berikut adalah situs-situs YLSA yang menyediakan fitur untuk pengguna/pengunjung dapat mengirimkan tulisannya. Untuk mengetahui prosedur pengiriman tulisan, Anda dapat mengontak para admin situs melalui email.

1. Situs Online Teologi Reformed Injili (SOTERI): Tersedia fitur blog untuk tulisan tentang pengajaran Kristen yang alkitabiah.
Kontak: reformed@sabda.org

2. e-MISI: Tersedia fitur blog untuk tulisan opini/cerita seputar pelayanan misi supaya pembaca ikut ambil bagian dalam pekerjaan misi.
Kontak: misi@sabda.org

3. Bio-Kristi: Tersedia fitur blog untuk tulisan inspirasi atau pelajaran tentang tokoh-tokoh yang memengaruhi hidup Anda, baik tokoh Alkitab maupun tokoh Kristen.
Kontak: bio-kristi@sabda.org

4. Penulis Literatur Kristen dan Umum (PELITAKU): Tersedia fitur blog untuk menulis seputar dunia tulis-menulis, khususnya sebagai penulis Kristen.
Kontak: pelitaku@sabda.org

5. Situs Paskah Indonesia dan Situs Natal Indonesia: Tersedia fitur blog untuk menuliskan pengalaman/kisah/opini seputar Paskah atau Natal.
Kontak: paskah@sabda.org / natal@sabda.org

6. Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen (PEPAK): Menerima tulisan yang berisi kesaksian sebagai pembina/pelayan anak yang dapat mendorong dan menginspirasi rekan-rekan pelayan anak lainnya.
Kontak: pepak@sabda.org

7. e-Doa: Tersedia fitur blog untuk menulis kesaksian atau pengalaman dalam berdoa.
Kontak: doa@sabda.org

8. Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA): Tersedia fitur blog/kesaksian/tulisan bagi para peserta PESTA untuk menuliskan pengalaman mengikuti kelas diskusi atau pengalaman mempelajari modul-modul PESTA.
Kontak: pesta@sabda.org

Anda juga dapat memasang tulisan ke situs komunitas blogger YLSA, yaitu:

1. SABDA Space: Wadah komunitas bagi para blogger Kristen dari berbagai latar belakang gereja untuk berbagi tulisan (blog) tentang kekristenan, pengalaman menjangkau orang lain bagi Kristus, penerapan iman Kristen, atau persaudaraan dalam Kristus serta untuk berbagi wawasan pengetahuan.

2. SABDA Space Teens: Wadah untuk para remaja Kristen dari berbagai wilayah di Indonesia untuk berbagi berkat dan kreativitas melalui tulisan.

Ayo, jadilah pengunjung yang memiliki semangat berbagi. Kirimkan tulisan Anda ke situs-situs YLSA di atas. Kami berdoa agar Tuhan memberkati tulisan Anda sehingga setiap tulisan dapat menjadi berkat bagi pengunjung/pembaca yang lain! Tuhan Yesus memberkati!

Pelayanan Volunter di YLSA

Oleh: Santi Titik Lestari

Melayani Tuhan adalah tugas dan panggilan bagi seluruh umat pilihan-Nya. Tuhan senantiasa bekerja untuk memberi kesempatan melayani kepada setiap orang yang sedang bertumbuh. Mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya di bumi adalah kesempatan yang terlalu berharga untuk dilewatkan. Yayasan Lembaga SABDA (YLSA), sebagai yayasan Kristen yang bergerak dalam pelayanan digital, juga menawarkan kesempatan untuk melayani, baik secara purnawaktu bekerja di kantor YLSA maupun secara sukarela tanpa harus meninggalkan tempat tinggal. Selama 25 tahun melayani, salah satu pelajaran penting yang YLSA pelajari adalah "We can't do it alone". Kami menyadari bahwa Tuhan senang jika visi-Nya dibagikan kepada anggota tubuh Kristus yang lain sehingga semua ikut mengambil bagian, bersatu melayani Dia. Oleh karena itu, dari waktu ke waktu, YLSA selalu membuka kesempatan bagi mereka yang ingin mengambil bagian, baik sebagai pendoa, pendukung dana, mitra, staf tetap, staf magang, maupun staf sukarelawan.

Volunter YLSA

Tidak jarang, Tuhan mengirimkan orang-orang yang telah diberkati oleh pelayanan YLSA, atau yang pernah kami layani, yang akhirnya rindu untuk berpartisipasi dalam pelayanan kami. Sampai saat ini, para sukarelawan YLSA yang telah membantu YLSA adalah konselor yang membantu menangani konseling daring, penyedia dan pemelihara infrastruktur (server), moderator kelas PESTA, moderator PA daring, pembuat konten (penulis), penerjemah, penyedia suara untuk rekaman artikel, dan masih banyak lagi. Banyak dari mereka telah kami kenal lewat media daring dan belum pernah bertatap muka dengan kami. Namun, kami sangat berterima kasih kepada mereka. Kami percaya bahwa apa yang mereka lakukan telah menjadi banyak berkat bagi kemajuan pelayanan Tuhan di Indonesia. Untuk melihat cerita-cerita pengalaman mereka, silakan berkunjung ke situs Blog SABDA. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana ikut mengambil bagian melayani sebagai sukarelawan, berikut ini adalah penjelasan kami.

Bagaimana menjadi staf sukarelawan YLSA?

Kesempatan untuk menjadi sukarelawan di YLSA terbuka lebar. YLSA memiliki banyak bidang pekerjaan, di antaranya: programming, multimedia (audio dan video), desain grafis, penerjemahan, penulisan, dll.. Jika Sahabat dan Pendukung YLSA memiliki keterampilan (talenta) yang ingin dipersembahkan bagi Tuhan, silakan menghubungi kami melalui email ylsa@sabda.org atau mengontak kami di 08812979100 (WA/SMS). Dengan senang hati, kami akan menolong menyalurkan talenta Anda bagi pekerjaan Tuhan di YLSA.

Untuk menjadi sukarelawan YLSA, kami membutuhkan komitmen Anda dan kualifikasi yang sesuai dengan bidang pelayanannya. Silakan menulis kepada kami tentang kerinduan Anda untuk melayani sebagai sukarelawan dan sebutkan talenta yang Anda miliki, maka kami akan mengarahkannya lebih lanjut. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang pelayanan YLSA, silakan berkunjung ke:

YLSA menyadari, visi yang Tuhan percayakan kepada kami tidak bisa kami kerjakan sendiri. Dengan bergandeng tangan, kami percaya bahwa Tuhan akan memakai kita semua untuk mengerjakan lebih banyak tugas dan menjangkau lebih banyak orang. Mari kita bersama-sama memberitakan Kabar Baik dan memuliakan nama-Nya melalui teknologi yang sudah Tuhan sediakan! Tuhan menyertai kita. Amin.

Proyek Tetelestai Indonesia

Sejak Juni 2018, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) mulai mengerjakan proyek Tetelestai Indonesia. Apa itu proyek Tetelestai?

Proyek Tetelestai

Tetelestai adalah sebuah proyek video yang diproduksi oleh organisasi Light in Action dan Luz em Ação, yang berkantor pusat di Brazil dan Amerika Serikat. Proyek ini menghasilkan seri pengajaran Alkitab yang dinamis, yang terdiri dari 11 episode yang menyajikan narasi-narasi utama Alkitab tentang Allah yang sangat mengasihi umat-Nya dan rela membayar harga tertinggi untuk menyelamatkan mereka. Setiap video membawa kita menelusuri kisah abadi penebusan dalam firman Tuhan, mulai dari penciptaan sampai kepada Kristus yang bangkit. Setiap seri Tetelestai telah dilengkapi dengan study guide beserta study guide facilitator yang merupakan panduan pendalaman Alkitab untuk setiap episodenya. Narator sekaligus penggagas proyek ini adalah sepasang suami istri, yaitu Arlen dan Cynthia Isaak. Mereka rindu agar video Tetelestai dapat tersebar dan diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia supaya banyak orang dapat mengenal siapa Kristus.

Proyek Tetelestai

YLSA, sebagai yayasan penyedia dan distributor bahan-bahan pelayanan Kristen, mendapat izin untuk mengembangkan proyek ini dengan mengalihbahasakannya ke dalam bahasa Indonesia sehingga proyek ini dinamai Tetelestai Indonesia. Sejak Juni 2018, Tim Tetelestai Indonesia mulai menerjemahkan naskah narasi sebelas episode video. Lalu, proses dilanjutkan dengan rekaman dubbing ke dalam bahasa Indonesia dan Tim SABDA Media memproses setiap episode sampai bisa diakses dan disaksikan oleh masyarakat Kristen Indonesia. Sejalan dengan itu, tim penerjemah YLSA juga membantu menerjemahkan panduan pendalaman Alkitab berdasarkan setiap episode Tetelestai. Agar lebih banyak orang dapat mengenal proyek ini dan dapat mengakses bahan-bahannya, YLSA membuat situs Tetelestai Indonesia.

Berikut ini adalah daftar judul episode Tetelestai dalam bahasa Indonesia beserta deskripsinya.

Episode 1: Pada Mulanya

Dengan penemuan-penemuan arkeologi dan berbagai penggenapan nubuat yang memukau, Alkitab bukan hanya catatan sejarah yang terpercaya, tetapi juga Kitab yang menyingkapkan siapa Allah, yang demi mengenal-Nya, Anda telah diciptakan.

Episode 2: Janji

Ketika Adam dan Hawa berdosa, hubungan yang penuh kasih dengan Allah menjadi rusak. Akan tetapi, Allah berjanji akan mengutus seorang Penebus yang akan membayar harga tertinggi untuk memulihkan hubungan yang rusak antara Allah dan manusia.

Episode 3: Pemeliharaan

Dalam hukuman air bah, Allah menyediakan satu jalan agar semua orang yang percaya bisa selamat. Bertahun-tahun kemudian, dalam suatu ujian ilahi dengan Abraham, dilukiskanlah gambaran yang mencolok tentang (kurban) pengganti pada masa depan, yang akan memberikan nyawa-Nya bagi dunia.

Episode 4: Pembebasan

Ketika Allah membebaskan umat-Nya dari perbudakan, Dia mendemonstrasikan bahwa Dialah satu-satunya Allah. Sepanjang terjadinya tulah kesepuluh, satu-satunya jalan agar manusia terlepas dari kematian merujuk kepada pembebasan dunia masa depan yang dibelenggu oleh dosa dan maut.

Episode 5: Hukum Taurat

Ketika Allah memberikan hukum-hukum-Nya yang kudus di Gunung Sinai, standar moral yang dinyatakan oleh hukum-hukum tersebut bekerja seperti cermin yang menunjukkan dosa dalam hati setiap manusia dan mendorong mereka untuk menyadari bahwa satu-satunya harapan mereka terletak pada Penebus yang akan datang.

Episode 6: Pendamaian

Hari Pendamaian, pengurbanan, dan bangsa pemberontak yang binasa akibat gigitan ular berbisa, semuanya ini dimaksudkan untuk mengungkapkan bagaimana Sang Penebus akan datang untuk menjadi Dia yang Tak Bercela, yang harus mati supaya umat-Nya dapat hidup.

Episode 7: Anak Domba Allah

Allah sendiri datang dengan mengambil rupa manusia untuk menjadi Sang Penebus, yaitu Yesus. Sebagai seorang dewasa, Yesus dimaklumkan sebagai Anak Domba Allah yang akan menghapus dosa dunia.

Episode 8: Mesias

Dengan kuasa supernatural atas setan, penyakit, alam, dan kematian itu sendiri, Yesus membuktikan bahwa Dia bukan hanya Sang Mesias, tetapi juga Allah sendiri. Dia menjangkau semua orang dengan kasih yang tidak seperti kasih yang ada di dunia.

Episode 9: Keselamatan

Dalam dialog dari hati ke hati tentang kehidupan yang kekal, Yesus menunjukkan bahwa usaha manusia tidaklah cukup. Bahaya dari tindakan menolak kehidupan yang Dia tawarkan merupakan kenyataan yang menyadarkan, yang digambarkan dalam kisah tentang seseorang yang memilih kematian kekal.

Episode 10: Sudah Selesai

Yesus adalah kurban yang tertinggi. Di atas kayu salib, Dia berseru, "Tetelestai!" sebagai proklamasi dari kekalahan musuh kita, pemulihan hubungan kita yang rusak dengan Allah, dan pengharapan bagi seluruh umat manusia.

Episode 11: Kehidupan Kekal

Kubur yang kosong, saksi mata yang ketakutan, dan kunjungan tak terduga dari Yesus yang telah bangkit menuntun kita menuju perjalanan yang mengubah hidup. Melalui Alkitab, Dia mengungkapkan Kisah Abadi tentang penebusan, sebuah kisah yang bisa mengubahkan hidup Anda selamanya.

Pengalaman Magang: An Experience That Shaped Me
Oleh: Fransisco

Halo, nama saya Sisco, mahasiswa dari Universitas Kristen Petra, Surabaya. Sebelumnya, saya sudah menulis di Blog SABDA mengenai pengalaman saya mengikuti seminar Church: The Bride of Christ. Kali ini saya akan menulis mengenai pengalaman magang saya di Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Saya magang sebagai pemrogram selama dua bulan, dari Januari hingga awal Maret 2019. Awalnya, sama sekali tidak terpikirkan oleh saya untuk menjalani program magang di YLSA, sebab sebelumnya saya berniat untuk magang sebagai game developer. Saya terus mencari, tetapi tidak menemukan tempat sesuai dengan kriteria yang saya inginkan. Kemudian, ada seorang teman yang menawari saya untuk magang di YLSA, dan setelah menimbang-nimbang, kemudian saya memutuskan untuk menerima tawarannya. Saya sempat khawatir dengan kondisi baru yang tak terduga ini, tetapi semua kekhawatiran itu perlahan-lahan mulai hilang.

An Experience That Shaped Me

Tanggal 2 Januari 2019 menjadi hari pertama saya bekerja di YLSA. Saya dan teman magang saya, Isak, bersama staf-staf YLSA lainnya mengikuti persekutuan doa dan sharing setelah menjalani liburan akhir tahun. Hari itu, kami berdua mendapat orientasi komputer, orientasi HRD, dan lain-lain. Adapun koordinator kami masih berhalangan hadir untuk beberapa hari sehingga kami harus bekerja sendiri. Ini sempat membuat kami berdua bingung. Untungnya, staf-staf YLSA selalu mengingatkan kami, mereka berkata, “Tidak apa-apa, minggu pertama bekerja memang akan bingung. Jalani saja. Pelan-pelan, kamu akan terbiasa.” Untunglah, apa yang mereka katakan terbukti benar. Hari kedua, ketiga, hingga minggu pertama selesai, saya mulai bisa beradaptasi dan tidak terlalu bingung lagi. Saya mulai bersosialisasi dengan staf-staf di sini. Mereka pun dengan ramah membuka diri kepada saya, dan membantu saya ketika saya menghadapi kesulitan atau kebingungan. Minggu pertama ini menjadi minggu terberat, tetapi setelahnya, koordinator kami, Mas Hadi, akhirnya datang. Dia memberi kami bimbingan seputar tugas yang harus dilakukan dan memberi tahu bagaimana menyelesaikan tugas kami. Dengan adanya Mas Hadi, pekerjaan kami menjadi lebih terarah. Ketika saya bingung, saya bisa bertanya kepadanya. Mas Hadi juga sangat ramah sehingga saya tidak sungkan kalau saya punya pertanyaan. Setelah berbincang lebih jauh dengan Mas Hadi, ternyata kami mendapat tugas untuk mengerjakan Bible card dan Comic Study Center (Komik Zone).

Hari demi hari, kami jalani sambil mengerjakan tugas kami. Di sela-sela pekerjaan utama, kami juga mendapat tugas-tugas sampingan, salah satunya didaulat untuk membantu publikasi Suara SABDA. Teman magang saya, Isak, kebagian tugas untuk membuat template HTML Suara SABDA. Ini adalah publikasi terbaru dari YLSA yang kontennya merupakan gabungan dari 11 publikasi yang pernah dirilis sebelumnya. Saya melihat Isak bekerja dengan sangat keras, sebab untuk menyelesaikan tugas ini tidaklah mudah. Banyak pertimbangan dan revisi yang dilakukan. Staf-staf di tempat ini juga mendukung teman saya tersebut dengan memberi semangat dan masukan yang memudahkan pekerjaannya. An Experience That Shaped MeSelain membantu membuat template HTML Suara SABDA, kami juga mendapat tugas untuk membuat situs AYT.co. Situs ini nantinya akan menjadi situs web resmi Alkitab Yang Terbuka (AYT), yang pernah dikembangkan YLSA lima tahun yang lalu, tetapi mandek, dan kini diteruskan seiring dengan selesainya penyuntingan teks AYT. Tugas-tugas tersebut selalu kami mulai tiap hari dengan melakukan daily scrum meeting (stand-up). Di dalamnya, kami membahas apa yang telah kami kerjakan, kendalanya, bagaimana mengatasinya, dan rencana ke depan. Dengan adanya stand-up meeting, saya merasa pekerjaan yang dikerjakan dapat lebih dikontrol, dan bisa mengatur prioritas pekerjaan dengan lebih baik.

Selain tugas-tugas programming yang harus saya kerjakan, saya juga sangat terberkati dengan adanya persekutuan doa (PD) dan pendalaman Alkitab (PA) yang diadakan setiap pagi. Dari PD/PA yang saya ikuti, saya mendapatkan nilai-nilai kerohanian ataupun aplikasi yang dapat saya terapkan dalam kehidupan pribadi dan kehidupan sosial. Sharing yang saya dengarkan juga membuka mata saya untuk melihat hal-hal baru yang tidak pernah terpikirkan oleh saya. Kemudian, hasilnya dapat menjadi pedoman saya untuk menjalani hari-hari sebagai murid Kristus.

Inilah kesan-kesan saya selama menjadi staf magang di YLSA walaupun apa yang saya bagikan dalam tulisan ini hanyalah bagian kecil dari pengalaman tersebut. Masih banyak hal berkesan lain terkait dengan para staf YLSA, suasana, dan kegiatan tiap harinya. Saya sungguh bersyukur. Saya yang awalnya ragu, takut, dan tidak mengerti apa-apa, kemudian semakin paham karena dituntun dan dibina oleh teman-teman staf YLSA dengan ramah dan sabar. Menjalani magang di YLSA awalnya tidak saya rencanakan, tetapi pada akhirnya membuahkan pengalaman yang berharga. Bukan kebetulan saya ada di tempat ini, dan saya rasa ini adalah cara Tuhan untuk membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga tulisan saya ini bisa menjadi berkat bagi kita semua. Terima kasih.

Tuhan memberkati!

Lowongan di YLSA: Does God Have an IT Ministry Career for You?

Lowongan YLSA

Kurangnya sumber daya manusia selalu menjadi pergumulan YLSA dari tahun ke tahun, padahal semakin banyak proyek yang dikerjakan YLSA. Ada banyak proyek yang sudah mengantre untuk dikerjakan, tetapi hanya sedikit pekerja yang mampu mengerjakannya. Karena itu, kami terus memohon kepada Tuhan agar mengirimkan anak-anak Tuhan yang memiliki kompetensi dalam bidang IT untuk melayani, bertumbuh, dan bergabung bersama kami. Selain berdoa, kami juga menyebarkan informasi lowongan YLSA, baik secara daring maupun luring. Pada kesempatan ini, kami ingin mengajak Sahabat dan Pendukung YLSA untuk turut membagikan informasi ini kepada rekan-rekan yang dikenal. Siapa tahu, ini dapat menjadi alat Tuhan untuk menggerakkan orang-orang yang tepat untuk mengerjakan panggilan yang dikehendaki-Nya.

Yayasan Lembaga SABDA adalah yayasan misi Kristen yang bergerak dalam bidang biblika dan pelayanan literatur digital. Produk utama SABDA adalah software Alkitab, situs-situs studi Alkitab, aplikasi-aplikasi biblika, bahan-bahan literatur kekristenan, kelas teologi daring, multimedia Kristen, dan komunitas media sosial Kristen. YLSA selalu mencari terobosan-terobosan baru untuk memanfaatkan teknologi terbaru demi perluasan Kerajaan Allah. Target utama pelayanan YLSA adalah menjalankan panggilan Amanat Agung untuk generasi digital. Moto YLSA adalah "IT4God", karena kami percaya teknologi adalah dari Tuhan dan harus kembali dipakai untuk memuliakan Tuhan.

Lowongan YLSA

Berikut adalah posisi yang sangat dibutuhkan saat ini di YLSA.

  • Core Programmer
  • Web Programmer
  • Mobile Programmer
  • Desainer dan Staf Multimedia
  • Pengajar Kelas Teologi Online
  • Penerjemah dan Editor (Penyunting)

Syarat umum: Memiliki kompetensi sesuai dengan posisi di atas, mengasihi Tuhan dan firman-Nya, senang belajar hal-hal baru, bisa bekerja dalam tim, dan bersedia ditempatkan di Solo selama minimal dua tahun (full-time). Jika Anda atau rekan Anda tertarik, kami mengajak Anda untuk bergabung melayani Tuhan bersama di YLSA! Mari kita mempersembahkan kemampuan dan talenta kita bagi Tuhan!

Kirimkan surat lamaran, CV, referensi/rekomendasi dari gereja, portofolio, dll. ke alamat:

Yayasan Lembaga SABDA - HRD
Kotak Pos 25 / SLONS
Surakarta, Jawa Tengah 57135

Atau, lewat email ke: cv@sabda.org

Informasi lebih lengkap dapat Anda peroleh melalui situs Lowongan SABDA. Terima kasih.

Oleh: Okti N. Risanti

"Kita mau pelayanan ke mana nih untuk acara Natal Desember nanti?" Pertanyaan itu terucap dalam acara rapat Tim Pembinaan (PB) sekitar September, yang kemudian ditanggapi dengan berbagai ide oleh seluruh anggota tim. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini kami ingin melakukan aktivitas pelayanan ke luar untuk berbagi bahan-bahan SABDA melalui momen Natal. Rencana ini memang sudah masuk dalam rencana kerja 2018, tetapi sampai pada bulan September, kami belum menemukan tempat yang sesuai untuk merealisasikan tujuan ini. Setelah melalui berbagai diskusi, akhirnya nama GKI Nusukan pun muncul sebagai gereja tujuan dengan fokus pelayanan kepada anak-anak sekolah minggu. Selain berlokasi relatif dekat dengan kantor, salah satu staf YLSA, Tika, juga menjadi aktivis pengajar sekolah minggu di sana sehingga semakin memudahkan jalan kami untuk mewujudkan rencana tersebut.

Kisah Kasih Abadi

Serangkaian pembicaraan kemudian mulai dilakukan dengan pihak GKI Nusukan agar YLSA dapat menjalin kerja sama dan berbagi bahan Natal dengan mereka. Gayung bersambut. Kami pun mendapat kesempatan untuk melakukan pelayanan bersama komisi sekolah minggu GKI Nusukan pada acara perayaan Natal tahun ini. Namun, bahan atau materi apa yang akan kami bagikan kepada anak-anak sekolah minggu di sana? Bisa dikatakan, ini adalah pengalaman pertama kami menjalin kerja sama dengan komisi sekolah minggu di sebuah gereja. YLSA memiliki banyak bahan dan produk, tetapi kami harus memilih yang paling tepat untuk kebutuhan mereka sehingga perlu dipikirkan bentuk acara atau materi yang sesuai bagi perayaan Natal. Bukan suatu kebetulan kalau pada saat yang sama, YLSA tengah menggarap proyek komik Super Bible melalui kemitraan dengan Kingstone. Oleh karena itu, mengapa tidak materi komik ini saja yang kami ajukan untuk menjadi materi Natal? Selain berisi gambar-gambar visual yang menarik, komik Super Bible sendiri berisi kisah-kisah Alkitab yang sangat berguna bagi pertumbuhan literasi Alkitab pembacanya. Selain itu, sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman, komik tersebut layak diperkenalkan kepada generasi Milenial dan generasi Alfa sebagai cara baru untuk mengenal firman Tuhan. Beruntung, YLSA juga memiliki film animasi dari Super Bible berjudul The Story yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia agar dapat dicerna dengan lebih baik oleh penonton Indonesia. Singkat kata, film animasi The Story akhirnya disepakati untuk menjadi materi utama yang akan diberikan kepada anak-anak, sekaligus menjadi launching pertama animasi komik Super Bible kepada masyarakat Kristen Indonesia.

Kami sempat khawatir dengan proses pengalihbahasaan animasi komik The Story. Namun, puji Tuhan, seluruh proses selesai tepat beberapa hari menjelang acara sehingga film animasi komik itu bisa diserahkan kepada panitia Natal ASM GKI Nusukan dengan hasil yang cukup memuaskan. The Story atau Kisah Kasih Abadi (demikian kami menyebut judulnya dalam bahasa Indonesia) bercerita tentang karya penebusan Allah bagi dunia yang telah dirancang semenjak kejatuhan manusia pertama dan yang digenapi melalui diri Kristus. Animasi komik ini sendiri dapat dikatakan sebagai rangkuman dari 72 komik Super Bible yang berisi kisah penciptaan hingga nubuat akhir zaman di kitab Wahyu. Dengan durasi video sekitar 17 menit yang ditampilkan dari potongan-potongan gambar komik yang dibuat dengan sangat apik, kami berharap anak-anak yang menyaksikannya dapat menyadari cinta kasih Allah yang begitu besar kepada manusia.

SM GKI Nusukan

Akhirnya, pada 16 Desember, saya bersama empat teman yang lain, yaitu Santi, Kun, Pak Pram, dan Hadi, pergi melayani dalam acara Natal sekolah minggu GKI Nusukan yang bertema Tuhan Yesus Juru Selamatku. Seluruh acara telah ditangani oleh tim sekolah minggu dari GKI Nusukan, sedangkan kami hanya mendampingi dengan membuka booth SABDA, membuat dokumentasi dan testimoni, serta ikut melayani anak-anak sekolah minggu bersama panitia. Selain itu, kami juga perlu mengetahui bagaimana respons anak-anak terhadap animasi komik Kisah Kasih Abadi ini, yang ternyata mendapat sambutan yang cukup baik.

Dikemas dalam format ibadah, perayaan Natal saat itu berlangsung dengan apik dan mengesankan bagi anak-anak ataupun orang tua yang turut hadir. Nyanyian, puisi, gerak dan lagu, persembahan permainan biola solo, pemutaran animasi komik Kisah Kasih Abadi, ulasan film serta komitmen, mengisi acara demi acara yang berlangsung di gedung gereja utama GKI Nusukan. Salut kepada seluruh panitia, pendeta, serta orang-orang yang terlibat dalam acara ini, yang telah berusaha maksimal dalam mengemas acara sehingga dapat mendatangkan sukacita bagi anak-anak. Saya dan teman-teman YLSA pun dapat merasakan sambutan dan kerja sama yang baik dari pihak GKI Nusukan, mulai dari awal pembicaraan untuk menjalin kerja sama hingga saat acara Natal ini berlangsung. Kiranya kerja sama yang sudah terjalin dapat terus berjalan dengan baik ke depannya, dan kami dapat terus berbagi pelayanan demi kemuliaan nama Tuhan. Saya sendiri belajar banyak melalui hubungan kerja sama ini, dan bertekad mengambil semua pelajaran yang saya dapat dalam prosesnya untuk menjadi lebih baik lagi dalam pelayanan ke depannya.

Selamat Natal untuk anak-anak sekolah minggu GKI Nusukan dan untuk seluruh gereja Tuhan di Indonesia. Kasih Tuhan beserta kita senantiasa. Imanuel!

Seminar Kecerdasan Digital (Digital Quotient) dalam Rangka HUT ke-24 YLSA

Seminar DQ

Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-24, Yayasan Lembaga SABDA menggelar seminar bertajuk DQ (Digital Quotient) atau Kecerdasan Digital pada Senin, 22 Oktober 2018, lalu. Seminar ini dihadiri oleh sekitar 90 peserta dari kota Solo dan sekitarnya, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube SABDA Alkitab. Kegiatan ini digelar sebagai wujud ungkapan syukur YLSA kepada Tuhan atas penyertaan dan karya-Nya dalam pelayanan YLSA selama 24 tahun ini sekaligus menjadi sarana untuk membagikan buah-buah berkat dari pelayanan YLSA berupa wawasan dan pengetahuan yang sangat relevan untuk pelayanan tubuh Kristus pada era digital ini.

Seperti halnya IQ (Intelligence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient) mengukur kecerdasan umum dan emosional seseorang yang dapat menentukan kesuksesan orang tersebut, DQ (Digital Quotient) mengukur kemampuan dan literasi digital seseorang. DQ menjadi penting pada masa kini karena segala sesuatu digerakkan oleh teknologi, khususnya teknologi digital. Karena itu, penguasaan teknologi tidak hanya akan menentukan kesuksesan seseorang, tetapi juga bagaimana dia bisa memanfaatkan teknologi itu untuk kepentingan yang lebih besar. Bagi orang Kristen, kepentingan itu adalah menjalankan Amanat Agung dan memajukan Kerajaan Allah di muka bumi.

Terdapat empat pembahasan utama yang dipaparkan dalam seminar tersebut, yaitu:

  1. Perkembangan Teknologi pada Era Digital (juga mencakup dampak positif dan negatifnya),
  2. DQ (Digital Quotient),
  3. CDQ (Christian Digital Quotient) dan BQ (Bible Quotient), dan
  4. Tantangan dan Harapan untuk Pelayanan Tubuh Kristus ke Depan.

Seminar DQ Talkshow

Menariknya, penyampaian materi dikemas dengan cara yang sedikit berbeda dari seminar-seminar YLSA sebelumnya, yaitu dengan memadukan konsep seminar satu arah dengan tiga pembicara utama dan talk show berupa diskusi dengan tujuh narasumber pendamping. Melalui setiap materi yang telah dibagikan, setiap peserta diharapkan dapat merenungkan apa yang sudah mereka lihat dan dengar dalam konteks kehidupan dan pelayanan masing-masing, lalu mengambil tindakan nyata sebagai respons terhadap perenungan tersebut.

Tayangan ulang seminar Digital Quotient ini bisa Anda simak lewat YouTube melalui tautan berikut:

⁎) Terjadi masalah koneksi internet saat pengambilan video sehingga ada bagian yang hilang di antara video 1 dan video 2.

Slide PowerPoint berisi materi yang dipresentasikan dalam seminar pun bisa Anda unduh dari SlideShare melalui tautan berikut:

  1. Teknologi Era Digital
  2. Kecerdasan Digital (Bagaimana agar Kita Tetap Sehat secara Digital)
  3. Pelayanan Digital untuk Generasi Digital -- CDQ
  4. Produk SABDA

Liputan lebih lengkap terkait seminar ini bisa Anda simak melalui publikasi PA21 Edisi 20 / Oktober 2018.

Diambil dari:
Nama situs : Apps4God
Alamat situs : http://apps4god.org/app-train/app-train-hut-ke-24-yayasan-lembaga-sabda-menggelar-seminar-dq-digital-quotient
Penulis : Odysius
Tanggal akses : 5 November 2018

Selamat Ulang Tahun SABDA!

Oleh: Evie

SABDA 24 Tahun

Pada 1 Oktober 2018, semua staf berkumpul untuk ibadah doa ucapan syukur dalam rangka ulang tahun YLSA ke-24. Acara ibadah ini merupakan awal dari rangkaian acara yang dipersiapkan untuk merayakan ulang tahun YLSA sepanjang Oktober 2018. Untuk itu, setiap staf diminta untuk membagikan tentang arti SABDA menurut mereka dan ucapan syukur kepada Tuhan dalam kesaksian doa. Saya sudah membayangkan bahwa suasana akan penuh dengan sukacita bercampur haru karena masing-masing staf akan menyaksikan kebaikan Tuhan dalam pelayanan di YLSA. Jika berbicara tentang kebaikan Tuhan di YLSA, tidak mungkin tidak, kami akan merasakan kasih-Nya yang besar sehingga rasa haru, bahkan air mata, tidak dapat disembunyikan lagi. Namun, satu hal yang pasti, hati penuh sukacita.

Pada hari H, acara dibuka dengan doa dan pujian riang gembira yang menceritakan tentang kebaikan Tuhan ketika membawa umat Israel keluar dari tanah perbudakan. Saya memilih lagu "Tabuh Gendang" dari Kidung Jemaat No. 292 karena lagu ini selalu membangkitkan ucapan syukur yang tidak terhingga dalam hati saya karena sudah dilepaskan dari dosa dan bisa menjadi umat-Nya. Dan, karena itu, saya pun bisa menjadi hamba-Nya dan melayani Dia di YLSA hingga saat ini. Teman-teman yang lain juga membagikan ucapan syukur mereka melalui kesaksian dan pujian. Berikut ini beberapa sharing dari teman-teman staf SABDA, kiranya dapat menjadi berkat bagi Pembaca semuanya.

Mei Margowati

SABDA bukan hanya tempat untuk bekerja, tetapi tempat untuk beribadah; setiap pagi PA bersama, belajar skill baru, belajar hal baru bersama, dan berbagi. Di sini, saya mendapat pengetahuan baru dari training dan buku-buku yang melimpah. (Mei, Tim Pendidikan Kristen)

Yudo

SABDA adalah ladang pelayanan. Di ladang ini, kita sama-sama capek, berkeringat, menjadi bagian dari mengalami kasih Tuhan. Ketika di SABDA, saya bertemu dengan saudara seiman yang baru, belajar melayani di ladang yang panas. (Yudo, Tim Multimedia)

Rostika

SABDA adalah training center bagi orang-orang untuk bertumbuh, dibekali, dan bergabung dalam keluarga untuk menjadi berkat. (Tika, ITS)

Indah

SABDA adalah tempat bertumbuh dan mengenal pribadi Kristus. Saat masuk, saya dipaksa untuk belajar Alkitab, saling membentuk sebagai tubuh Kristus (1 Timotius 1:12). Saya yakin dan percaya [bahwa saya] dipanggil untuk melakukan pelayanan ini, sekalipun dari segi skill, [saya] masih perlu didorong untuk menjadi lebih lagi. (Indah, Tim Penjangkauan)

Ariel

SABDA adalah sekolah yang membentuk saya. Di sekolah, kita pasti menghadapi masalah. Kita dapat saling menerima pelajaran dari teman-teman, dan pelajaran itu perlu diterapkan dalam kehidupan. (Ariel, Tim Pendidikan Kristen)

Ody

SABDA adalah semacam "purgatory", tempat saya menempa skill yang masih harus terus dikembangkan, dan memiliki karakter untuk menjadi lebih baik lagi. Ketika sudah mulai bertumbuh dan iman bertambah, saya akan dibenturkan lagi supaya tambah maju lagi. Semua bukan untuk kepentingan sendiri, tetapi untuk Tuhan! (Ody, Tim ApTek)

Tessa

SABDA adalah tempat magang dan alat yang dipakai dan dipilih Tuhan untuk mewartakan firman dan menumbuhkan iman. (Thesa, Magang UKSW)

Okti

SABDA adalah media bertumbuh bagi kerohanian saya, seperti Kawah Candradimuka dalam kisah pewayangan. Gatotkaca, sebelum menjadi sakti, dibentuk terlebih dahulu. Saya dibentuk menjadi [seperti] sekarang di SABDA. Saya bukan orang dari Solo, tetapi SABDA adalah keluarga dan pendukung yang mendampingi saya. (Okti, Tim Pembinaan)

Yulia

SABDA adalah "love". Di sinilah, cinta saya bertumbuh kepada Tuhan. Saya melihat Tuhan dan kasih-Nya yang besar dan luar biasa. "His love for us" bertumbuh dari kecil menjadi besar, dari tidak bisa menjadi bisa. "Love is also a commitment" ..., komitmen terhadap pekerjaan Tuhan dalam segala keadaan. SABDA adalah kita semua. Melalui kita, Tuhan bekerja; kita, yang bukan siapa-siapa, tetapi Tuhan berkenan memberikan hak istimewa untuk melakukan tugas yang luar biasa dan memberikan dampak. Apa yang dianggap bodoh oleh manusia, ternyata Tuhan pakai untuk pekerjaan-Nya. SABDA [adalah] segalanya bagi saya, pemberian Tuhan yang sangat berharga." (Yulia, Ketua YLSA)

Setiap sharing di atas sungguh menorehkan rasa syukur dan sukacita tersendiri dalam hati kami semua, bahkan ada pula yang menitikkan air matanya. Tuhan sungguh baik!

Selain mendengarkan sharing dari teman-teman, kami juga merenungkan firman Tuhan yang diambil dari Yosua 1:5-9. Dari kisah mengenai perjalanan Yosua memimpin umat Israel memasuki tanah perjanjian ini, kami belajar untuk kuat dan lebih berani karena Tuhan akan terus memimpin kami kepada janji-Nya. Akan ada banyak tantangan pada tahun-tahun ke depan, tetapi kami harus lebih berani lagi untuk melakukan tugas-tugas yang Tuhan percayakan kepada kami ke depan. Kami juga belajar untuk selalu menjalani pelayanan ini dengan bertindak sesuai hukum Tuhan dan taat melakukannya sesuai dengan firman-Nya. Yosua 1:5-9 mengingatkan kami mengenai calling (panggilan), capacity (kapasitas), character (keberanian), serta companion (komunitas orang percaya). Semua itu menjadi dasar yang menguatkan kami melewati tahun ke-24 dengan penuh iman dan pengharapan dalam Tuhan.

Roti Ultah

Keesokan harinya, kami semua juga mendapat kejutan dengan kiriman roti tar yang sangat cantik dan enak dari salah seorang Sahabat SABDA, yaitu Stefani. Awalnya, kami enggan memotong kuenya karena sangat cantik, tetapi ya pasti akan lebih enak kalau dimakan. Terima kasih ya, Stefani, atas tanda kasihnya kepada keluarga besar YLSA di Solo. Tuhan memberkati.

Ibadah ucapan syukur ini adalah pembukaan dari rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun ke-24 YLSA. Pada 7 Oktober 2018, YLSA juga menyampaikan sharing misi di GRII Karawaci mengenai pelayanan YLSA dan mendorong jemaat untuk memakai IT bagi Tuhan. Pada momen ulang tahun ini, YLSA juga rindu mendorong tubuh Kristus untuk makin serius menggarap ladang misi pada era digital ini dengan menjangkau generasi digital melalui program-program pelayanan digital dalam gereja. Beberapa pembaruan/produk baru juga sedang dikebut untuk diselesaikan, seperti beberapa proyek kerja sama YLSA dengan Alkitab Versi Borneo (AVB), aplikasi-aplikasi iOS dari SABDA, pembaruan teks AYT di Alkitab SABDA Android, ITL AYT/AVB, dan sebagainya. Lalu, pada 22 Oktober 2018, YLSA juga menyelenggarakan seminar Digital Quotient (Kecerdasan Digital) di Griya SABDA. Semua rangkaian peringatan ulang tahun ini bukan untuk menambah kesibukan, melainkan untuk menyatakan ucapan syukur kami kepada Tuhan dan kerinduan kami untuk membagikan berkat Tuhan melalui pelayanan digital yang telah dipercayakan Tuhan kepada YLSA selama 24 tahun ini. Kiranya semua yang kami kerjakan dapat menjadi berkat bagi Sahabat dan Pendukung YLSA semuanya. Selamat ulang tahun, YLSA! Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus yang Mahabaik!

Pelayanan SABDA di Australia

 

Oleh: Yulia Oeniyati

Ketika kami mendapat undangan dari GRII Sydney untuk memberikan seminar tentang Digital Ministry, kami menawarkan enam topik seminar yang bisa dipilih. Namun, dari beberapa pembicaraan lewat email dan telepon, dan jadwal yang diatur sedemikian rupa, akhirnya disepakati untuk mengambil enam topik seminar sekaligus. Selain masing-masing topik saling berkaitan, kami juga melihat pentingnya membuka wawasan jemaat tentang dunia digital Kristen secara mendalam. Setelah pembicaraan lebih lanjut, GRII Melbourne ternyata juga tertarik untuk mendapatkan seminar yang sama, tetapi dengan waktu yang lebih pendek. Karena itu, jadilah kami pergi ke Sydney dan Melbourne dengan total waktu tiga minggu (6 -- 22 Agustus 2018) karena masing-masing seminar hanya bisa diadakan pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu).

Keenam topik seminar tersebut adalah:

1. Digital Word for the Digital World

Digital Word for the Digital World

Pesan firman Tuhan (Alkitab) tidak pernah berubah dari zaman ke zaman karena firman Tuhan adalah kekal dan tidak akan lekang karena waktu. Akan tetapi, media (teknologi) yang tersedia untuk menyebarkan firman Tuhan selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Sebagai orang Kristen, bagaimana kita menyikapi perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini? Apakah teknologi itu dari Tuhan? Sejauh mana teknologi dapat dipakai dalam penerjemahan Alkitab dan penyebarannya?

2. Biblical Digital Quotient

Biblical Digital Quotient

Di samping memberi dampak yang sangat positif, dalam perkembangannya, teknologi ternyata juga memberikan dampak negatif yang cukup membahayakan. Namun demikian, tidak ada manusia yang dapat menghindar dari memakai produk-produk teknologi. Ada banyak usaha yang telah dilakukan oleh para pakar, baik dari dunia pendidikan atau psikologi sekuler, bahkan agama, untuk menolong manusia terhindar dari pengaruh buruk teknologi. Sebagai orang Kristen, kiat-kiat apa yang harus kita pegang agar tidak tersesat saat menggunakan teknologi?

3. Biblical Computing

Biblical Computing

Seni penggalian/pemahaman Alkitab (PA) secara lambat, tetapi pasti, mulai hilang dari kehidupan jemaat. Melimpahnya bahan-bahan khotbah dan artikel-artikel Kristen tidak seharusnya menggantikan kehidupan pribadi yang lekat berinteraksi dengan firman Tuhan (Scripture engagement). Apalagi, saat ini, kemajuan teknologi telah memungkinkan pengembangan Biblical Computing yang menghasilkan alat-alat dan metode-metode studi Alkitab yang lebih relevan bagi generasi milenial yang akrab dengan dunia digital. Mari kita kobarkan kembali semangat Reformasi untuk back to the Bible sehingga gereja berakar dengan kuat dan bertumbuh dengan lebih sehat.

4. 21st Century Discipleship

21st Century Discipleship

Inti perintah Amanat Agung adalah panggilan kepada gereja dan anak-anak Tuhan untuk menjadi murid-murid yang membuat murid-murid bagi Kristus. Perkembangan teknologi telah menyediakan sarana yang sangat luas yang seharusnya dapat mendorong anak-anak Tuhan untuk semakin giat menjalankan panggilan ini. Akan tetapi, mengapa baik "dengan" atau "tanpa" perkembangan teknologi, anak-anak Tuhan masih sulit menghayati dan memaknai hidup sebagai murid-murid Kristus yang menghasilkan murid? Bagaimana teknologi abad ke-21 dapat mendorong gereja dan anak-anak Tuhan untuk giat membuat murid-murid abad ke-21?

5. Digital Ministry: IT 4 God

Digital Ministry

Perkembangan teknologi, terutama teknologi informasi, telah merambah ke berbagai aspek kehidupan manusia. Dampak perkembangannya telah mengubah seluruh umat manusia, termasuk orang Kristen. Teknologi bukan saja mengubah bagaimana cara orang Kristen berkomunikasi, belajar, bergaul, dan berelasi, tetapi juga bagaimana orang Kristen hidup dan bagaimana gereja melayani pada era digital. Bagaimana gereja seharusnya mengikuti perkembangan zaman tanpa terseret ke dalam arus zaman?

6. Mission in the Digital Era

Digital Mission

Akses internet telah membuat penduduk digital di dunia maya mengalami pertumbuhan yang eksponensial. Saat ini, ada lebih banyak penduduk dunia yang hidup dan berfungsi secara lebih nyaman di dunia maya daripada di dunia nyata. Pernahkah orang Kristen melihat penduduk dunia digital sebagai ladang misi baru pada era digital ini? Bagaimana gereja dapat membuka diri untuk menjangkau penduduk dunia digital dan mengembangkan pelayanan misi yang relevan pada era digital ini? Pelayanan misi digital apa saja yang dapat dilakukan oleh gereja abad ke-21 ini?

Benua Australia

Perjalanan ke Australia ini adalah perjalanan pertama saya untuk mengunjungi benua Australia. Sebelum berangkat, kami sudah diberi tahu bahwa Australia sedang musim dingin, jadi kami berusaha menyiapkan mental agar tidak terlalu "menderita" selama di sana. Bersyukur, kami pergi ke Sydney terlebih dahulu sehingga ada waktu untuk beradaptasi karena dinginnya Melbourne ternyata lebih "menggigit" dibandingkan di Sydney. Di tengah kesibukan pelayanan di Sydney dan Melbourne, kami juga bersyukur karena diberi kesempatan untuk mengunjungi sahabat lama kami yang tinggal di Adelaide, Bapak/Ibu Norman. Di Adelaide, kami bisa berbagi cerita dan juga kesaksian tentang pelayanan SABDA di persekutuan keluarga dari gereja Bapak/Ibu Norman. Walaupun sempat masuk angin, saya bersyukur karena Tuhan sudah mengatur seluruh perjalanan kami dengan sangat baik sehingga semua lancar dan kami bisa sangat menikmati, khususnya persahabatan dengan saudara-saudara seiman di Sydney, Melbourne, dan Adelaide. "Terima kasih Tuhan untuk semua kebaikan-Mu. Engkau sungguh Allah yang Mahadahsyat. Kebaikan-Mu akan kukenang dan kuceritakan sepanjang hidupku."

Digital Ministry Australia

Doakan untuk GRII Sydney dan GRII Melbourne agar kiranya Tuhan memakai gereja-gereja ini untuk memberitakan Injil dan mendewasakan jemaat Indonesia di sana. Menambahkan dan mengintegrasikan "pelayanan digital" di tengah pelayanan yang sudah ada sangat penting karena mereka rindu agar Tuhan membukakan pelayanan yang lebih luas, terkhusus untuk menjangkau generasi digital (yang saat ini menjadi generasi yang terhilang dari gereja Tuhan). Doakan agar Tuhan membuka kesempatan yang luar biasa di Sydney dan Melbourne supaya terjadi akselerasi penyebaran Injil melalui berbagai cara yang tersedia pada era digital ini. Terpujilah Tuhan yang Empunya ladang pelayanan generasi ini.

MAGICS

Setelah membahas mengenai laporan highlight YLSA pada semester I/2018, yaitu A.I.M., kali ini, kita akan melihat arah pelayanan YLSA semester II 2018 ini. Setiap tim memang memiliki cirinya masing-masing, tetapi YLSA secara keseluruhan memiliki highlight pelayanan semester II 2018 ini. Secara singkat, highlight pelayanan YLSA disingkat menjadi "M.A.G.I.C.S.". Pertama, "M.A.G.I.C.S." menunjukkan keajaiban Tuhan yang telah memberikan visi-Nya untuk kami jalankan. Kedua, jika kami bersedia taat mengerjakan visi-Nya, keajaiban akan terjadi karena Tuhan akan campur tangan di dalamnya. Yang ketiga, M.A.G.I.C.S. merupakan akronim dari arah pelayanan YLSA semester II 2018 ini. Berikut ini penjelasannya.

M: Media First: Visual Bible

MEDIA

Perkembangan teknologi melahirkan generasi digital yang memiliki kebutuhan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi digital berpikir dan belajar lebih banyak dengan cara visual. Oleh karena itu, pada semester II ini, dalam mengerjakan proyek-proyeknya, khususnya proyek seputar Alkitab dan turunannya, SABDA akan memberi perhatian pada multimedia. Beberapa proyek baru yang sedang dan akan dikerjakan, antara lain aplikasi AlkiMEDIA, Bahan/Bahasa Katalog (BAKAT), komik-komik Alkitab, video-video Alkitab, audio Alkitab, dan SD Card yang berisi berbagai bahan media Alkitab untuk dapat dipakai di berbagai tempat secara daring.

A: Alkitab Yang Terbuka (AYT)

AYT

Sebagaimana telah menjadi fokus sejak awal 2018 yang lalu, proyek AYT akan terus dikerjakan secara intensif. Setelah menyelesaikan editing teks AYT pada semester I, YLSA akan melanjutkan dengan membangun ekosistem AYT pada semester II ini, seperti catatan kaki, ringkasan pasal, proyek-proyek turunan dari AYT (derivative), komunitas terbuka, kampanye, dan sebagainya. Kami juga akan menyiapkan struktur Alkitab baru untuk data-data AYT yang akan dipasang di situs AYT.co. Proyek Bible Engine adalah hal utama yang saat ini sedang dikerjakan oleh mitra kami, "Pro-Int", Jakarta, untuk memungkinkan semua rencana ini dapat diwujudkan.

G: Graph Bible: Knowledge Bible Graph

AI

Proyek Graph Bible adalah proyek pembuatan struktur data yang khusus mengatur ayat dan relasi antarayat (sistem topikal). Proyek ini akan menghasilkan knowledge Bible graphs yang merupakan pusat informasi dari hasil pencarian dan semua yang terkait dengan hasil pencarian. Semua informasi mengenai Alkitab, seperti pemetaannya, silsilah, konsep, keselamatan, pemuridan, dsb., dapat disajikan dalam satu halaman dan dimungkinkan dengan knowledge Bible graph. Proyek ini didesain untuk AYT yang adalah Alkitab abad ke-21. Konsepnya adalah Pustaka Terbuka dan semua informasi seputar Alkitab dapat diperoleh dalam berbagai cara/jalur/media dengan proyek Graph Bible ini.

I: Interlinear Builder

AI

Proyek Interlinear Builder (ITL Builder) adalah proyek untuk membuat data korelasi dari bahasa satu ke bahasa lainnya dengan proses yang terstruktur sehingga memudahkan pengembang untuk mendapatkan hasil dengan cara yang mudah. Ke depannya, ITL Builder bisa dipakai oleh bahasa apa pun, konsepnya seperti aplikasi Scripture App Builder (SAB). Interlinear ini adalah langkah pertama dan kunci untuk studi Alkitab yang terintegrasi. Proyek ini diharapkan menolong banyak orang percaya untuk belajar Alkitab dengan mendalam dan akurat dengan melihat Alkitab dalam bahasa apa pun berdampingan dengan bahasa asli Alkitab. Selain itu, ITL Builder ini akan menolong proses quality control untuk proyek-proyek penerjemahan Alkitab sehingga menghasilkan terjemahan yang dapat dipertanggungjawabkan.

C: Conversational Interface (CI)

AI

CI adalah salah satu bentuk antarmuka/interaksi manusia dengan komputer dalam bentuk percakapan/dialog. Proyek CI di SABDA memiliki arti bagaimana pengguna dapat berinteraksi dengan data secara mendalam. Ini adalah generasi interface yang akan datang, tidak hanya suara, tetapi juga gerakan. Proyek ini dikembangkan berdasarkan Artificial Intelligence dan sedang dikembangkan secara lebih luas. Sebagai purwarupa, YLSA telah membuat proyek Bible Man beberapa bulan sebelumnya.

S: Smart Bible, Smart Churches, Smart Christians

Alkitab Pintar

Tuhan sedang memanggil gereja untuk semakin relevan pada zaman ini. Salah satu caranya adalah dengan menjadi smart secara digital sesuai dengan kebutuhan zaman ini. Untuk itu, SABDA terus bergerak untuk menolong gereja dan jemaat menggunakan teknologi dengan tepat untuk memajukan pelayanan yang menjangkau generasi yang terhilang, yaitu generasi milenial. Proyek-proyek khusus di atas adalah dalam rangka membangun infrastruktur untuk smart Bible agar gereja dapat menjadi smart churches yang menggunakan teknologi bagi kepentingan pekerjaan Tuhan dalam skala luas. Untuk itu, jemaat Tuhan harus lebih dahulu dapat menjadi smart christians yang berakar dan hidup dalam firman Tuhan agar menghasilkan buah-buah bagi kemuliaan nama Tuhan.

M.A.G.I.C.S. adalah persiapan dan fondasi arah pelayanan YLSA ke tahun depan. Dalam iman, kami akan maju bersama Tuhan agar berdampak secara ajaib bagi kemajuan pelayanan Kerajaan Allah pada abad digital ini. Kiranya Tuhan menolong!

Highlight Pelayanan YLSA Semester I / 2018: "AIM"

AIM

Pada raker YLSA Juli 2018 yang lalu, kami membicarakan tentang proyek Alkitab yang selama ini sudah dikerjakan oleh YLSA. Secara singkat, kami menyebutnya "AIM". Kata Aim dalam bahasa Inggris didefinisikan sebagai tujuan atau sasaran. Namun, "AIM" yang dimaksud di sini adalah singkatan untuk menjelaskan tentang pencapaian yang telah dilakukan YLSA sejak bertahun-tahun yang lalu, khususnya beberapa tahun terakhir. Singkatan apakah AIM itu?

A: Alkitab Yang Terbuka (AYT)

AYT

Secara tidak langsung, sejak 2009, YLSA sudah diarahkan Tuhan untuk terjun ke dalam pelayanan penerjemahan Alkitab. Alkitab yang dikerjakan oleh YLSA adalah "Alkitab Yang Terbuka" (AYT). Namun, bukan hanya teks AYT yang dikerjakan, tetapi perlahan dan pasti, YLSA juga mengerjakan seluruh ekosistemnya karena tujuan utama YLSA bukan hanya menyelesaikan teks Alkitab, tetapi juga bagaimana teks ini dapat digunakan secara luas untuk studi Alkitab yang mendalam. Selama semester I dan awal semester II 2018, YLSA telah menyelesaikan proses penyuntingan teks AYT Perjanjian Lama. Usaha selanjutnya adalah mengerjakan derivatif proyek AYT, seperti diaglot, AYT bergambar, AYT Studi Alkitab, interlinear, leksikon, dll..

I: Integrated Bible Study System/Platforms

Integrasi

Selain dikenal sebagai yayasan penyedia Alkitab digital dalam berbagai versi, bahasa, dan bahasa suku, YLSA juga merupakan penyedia sumber-sumber bahan biblika yang mendukung pembelajaran Alkitab yang terintegrasi. Sumber-sumber bahan biblika yang dimaksud, seperti kamus Alkitab, tafsiran, peta, pengantar kitab-kitab, dll., diintegrasikan ke dalam sistem dan kepada alat-alat yang sangat berguna untuk penggalian Alkitab yang bertanggung jawab. Selain itu, YLSA tidak hanya menyediakan Alkitab dan sumber-sumber bahan biblika dalam situs (daring), tetapi juga dalam platform lain, seperti software Alkitab (luring), aplikasi-aplikasi Android, dst.. Salah satu alat biblika istimewa yang dikerjakan oleh YLSA (dan terbaik di dunia saat ini) adalah interlinearisasi (ITL) Alkitab. Interlinear yang ada saat ini telah tersedia dalam lima Alkitab, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

M: Media First

AlkiMEDIA

Dengan berkembangnya teknologi informasi, khususnya dalam dunia yang serba multimedia, YLSA juga melihat kebutuhan besar pembelajaran Alkitab bagi generasi digital abad ke-21 dengan menggunakan sumber-sumber biblika yang bersifat visual. Karena itu, YLSA mulai memikirkan strategi Media First sebagai cara untuk mengembangkan sistem belajar Alkitab yang terintegrasi dengan bahan-bahan media Alkitab. Untuk memungkinkan hal ini, YLSA tidak dapat bekerja sendiri karena sudah ada organisasi lain yang berkecimpung dalam dunia multimedia. Kerja sama dan kemitraan terus digalang selama beberapa tahun terakhir, di antaranya: Alkitab Proyek Indonesia (The Bible Project), komik Alkitab (Kingstones), Alkitab bergambar PL dan PB, Alkitab audio (FCBH, GR, dll..), dan banyak lagi. Dengan gembira, YLSA sebentar lagi juga akan meluncurkan aplikasi AlkiMEDIA, sebuah alat studi yang sarat dengan muatan bahan-bahan media yang visual.

Sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, sampai semester I 2018 ini, kami telah melihat dengan lebih jelas:

- Teks AYT tahap ini akan segera selesai [A].
- Sistem studi Alkitab yang terintegrasi sangat menolong pembelajaran Alkitab yang bertanggung jawab [I].
- Untuk memperkaya cara pembelajaran Alkitab abad ke-21, bahan-bahan media Alkitab yang visual sudah dan akan terus ditambahkan [M].

Arah pelayanan YLSA selanjutnya setelah AIM adalah "MAGICS". Penjelasan lebih lengkap mengenai "MAGICS" akan kami paparkan dalam Berita YLSA edisi 143 / Juli -- Agustus 2018. Terima kasih.

Puji Tuhan! Pada 17 Mei 2018, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) diundang untuk menjadi narasumber untuk program TV GoodNews dengan topik "IT 4 GOD". Anugrah Ministries adalah penyelenggara program GoodNews yang bertujuan agar banyak orang mendapat berkat dari apa yang dikerjakan oleh YLSA. Berikut ini adalah cuplikan dari talkshow mengenai IT 4 GOD. Untuk tayangan lengkapnya, Sahabat dan Pendukung YLSA dapat menyaksikannya melalui channel YouTube Anugrah Ministries.

"IT 4 GOD"

PROLOG

komik

Alkitab merupakan bagian penting bagi pertumbuhan kekristenan. Sejak teknologi berkembang secara pesat, Alkitab elektronik telah banyak sekali mempermudah pertumbuhan kerohanian orang percaya, mulai dari software Alkitab sampai artikel-artikel pembelajaran Alkitab yang dapat kita terima secara cuma-cuma tanpa dibatasi ruang dan waktu. SABDA.org merupakan salah satu situs yang paling sering kita gunakan saat ini. Yulia Oeniyati dengan pendiri YLSA yang lain melihat bahwa di Indonesia belum ada software Alkitab dalam bahasa Indonesia. Masuknya internet di Indonesia pada 1997 merupakan kesempatan emas untuk melebarkan Kerajaan Tuhan lewat dunia digital. Tuhan membawa YLSA melihat visi ke depan bahwa teknologi akan sangat berkembang pada masa yang akan datang, meskipun pada saat itu banyak orang belum melihatnya. YLSA hadir untuk menyambut datangnya generasi digital dan digital native, yang kini merupakan penguasa dari sistem dunia. Penasaran dengan kisah lahirnya Yayasan Lembaga SABDA ini? Mari kita ikuti perbincangan selanjutnya ....

DIALOG

komik

Host (H): Apa yang melatarbelakangi pelayanan SABDA ini?
Yulia (Y): Sebenarnya, saya bukan satu-satunya pendiri; ada beberapa teman yang bersama-sama berdoa dengan kami dan berpikir tentang apa yang Tuhan ingin kami kerjakan bagi Indonesia. Pada 1993, saya dan suami pulang dari studi di Amerika, dan kami melihat bahwa di Indonesia tidak ada software Alkitab. Kami sudah mengalami banyak pelajaran dari software Alkitab dan sangat berguna, tetapi di Indonesia belum ada. Lalu, kami mulai bertanya ke sana ke mari, dan kami mencoba mencari tahu bagaimana bisa mendapatkan Alkitab-Alkitab digital yang akan dibutuhkan untuk software Alkitab nanti. Pada akhirnya, dalam Software SABDA ini, ada lebih dari delapan puluh versi Alkitab dan banyak sekali bahan biblika. Kami mengerjakan proyek besar ini dimulai dengan doa, dan kami percaya bahwa Tuhan yang memimpin kami.

H: Pada 1993 belum ada internet di Indonesia, atau belum terbuka untuk umum. Bagaimana Ibu bisa melihat ke depan pelayanan dengan teknologi ini?
Y: Teman-teman melihat bahwa teknologi akan menjadi satu alat yang sangat menolong manusia. Beberapa pendiri SABDA memang bergelut dalam bidang teknologi sehingga kami bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, walau di Indonesia masih gelap, belum ada tanda apa-apa. Saat itu, banyak orang bahkan menertawakan kami karena [selama] tiga tahun pertama pelayanan kami, sebagian besar waktu itu kami gunakan untuk mengetik bahan-bahan. Saat ini, sudah ada 250 bahan biblika itu, hampir semuanya waktu itu belum ada file digitalnya. Kami mengetik semuanya setelah dapat izin dari para penerbit.

booth SABDA

H: Saat itu, apa yang ditertawakan oleh orang-orang mengenai pelayanan SABDA?
Y: Sebenarnya, saat itu mereka "tertawa" karena mereka tidak tahu bahwa teknologi akan menjadi pionir untuk kemajuan dunia. Ketika kami mengetik, banyak yang menanyakan untuk apa bahan-bahan itu harus diketik semua? Apa ada yang akan membacanya? Lewat apa orang akan membacanya? Terlalu sulit untuk menjelaskan, jadi kami jalan saja. Modal kami adalah TAAT melakukan apa yang Tuhan inginkan, jadi kami harus selesaikan. Sekarang, software SABDA sangat menjadi berkat bagi banyak orang. Selain kami bagikan dalam bentuk CD secara gratis, kami juga menyediakannya untuk diunduh oleh siapa saja yang ada di berbagai tempat di Indonesia, bahkan di luar negeri. Kami juga memberikan pelatihan bagi hamba-hamba Tuhan di berbagai tempat di Indonesia agar dapat menggunakan software tersebut untuk belajar firman Tuhan.

H: Berapa lama waktu yang diperlukan sampai orang-orang menyadari pentingnya pelayanan yang dikerjakan oleh SABDA?
Y: Ini yang ajaib! Tahun 1997, internet mulai dikenal oleh masyarakat umum. Ketika kami selesai mengerjakan seluruh bahan yang ada saat itu, Tuhan sudah menyiapkan alat untuk promosi, yaitu internet. Ketika internet masuk ke Indonesia, kami lebih siap lagi. Kami melihat ini [sebagai] kesempatan emas, bukan hanya untuk mempromosikan Software SABDA, tetapi juga untuk membuat produk-produk pelayanan baru bagi dunia internet. SABDA adalah salah satu pionir untuk pelayanan Kristen dalam dunia internet, seperti milis diskusi yang kami mulai, "Cyber GKI". Renungan ODB dalam bahasa Indonesia versi elektronik dahulu juga dikirimkan lewat SABDA. Jadi, banyak sekali pelayanan baru yang diciptakan dengan adanya internet. Kami menangkap kesempatan itu dengan sangat cepat. Tuhan pun memberkati, dan Tuhan memercayakan lebih banyak lagi pelayanan kepada SABDA sehingga Tuhan dimuliakan di dunia internet.

H: Apa visi misi dari SABDA?
Y: Visi dan misi kami adalah menjadi fasilitator, katalisator, dan infrastruktur bagi pelayanan digital di Indonesia.

H: Bagaimana SABDA mendapatkan dana untuk pelayanan ini? Karena, orang lebih mengenal pelayanan gereja maupun penginjilan yang konvensional.
Y: Kami terlalu sibuk memikirkan proyek pelayanan sehingga sering kami tidak memikirkan akan dapat dana dari mana. Apa yang Tuhan kasih, ya kami terima dan kerjakan. Kami tahu orang Indonesia dahulu masih belum terdidik untuk memberi. Beberapa orang tahu bahwa kami tidak punya dana ketika memulai pelayanan saat itu, dan kami memulai pelayanan dari satu ruang kamar di rumah saya yang kecil. Mereka tahu dan melihatnya sendiri. Bahkan, untuk kursi-kursi pun kami harus berdoa mati-matian. Ketika kami memulainya, ada satu dua orang mulai memberikan dana. Selain itu, di situs-situs YLSA, kami juga mencantumkan nomor rekening sehingga setiap orang yang tergerak tidak perlu bertanya kepada kami, dan mereka bisa memberikan persembahan kasih. Mulai dari situ, orang percaya yang menggunakan produk dan pelayanan SABDA mulai belajar memberi. Sampai hari ini, seluruh pendanaan berasal dari persembahan sukarela dari pengguna produk SABDA dan sahabat YLSA. Tuhan penuhkan dengan luar biasa. Puji Tuhan!

training SABDA

H: Pada 2018 ini, masih ada gereja yang beranggapan kalau tidak membawa Alkitab versi cetak ke gereja itu adalah dari iblis. Bagaimana menurut Ibu?
Y: Memang ada pendeta yang masih melarang jemaat untuk menggunakan Alkitab versi digital. Untuk itu, kami menyampaikan seminar, melakukan pendidikan tatap muka untuk bertemu dengan mereka, dan memperlihatkan bagaimana Tuhan memakai teknologi. Kami menjelaskan bahwa teknologi adalah dari Tuhan, dan itu harus dipakai untuk kemuliaan nama Tuhan. Segala sesuatu yang baik berasal dari Tuhan. All truth is God's truth. Semua kebenaran ilmu pengetahuan adalah anugerah umum dari Tuhan, dan dipakai untuk semua umat manusia, baik orang percaya ataupun tidak percaya. Sayang sekali, teknologi banyak dipakai orang Kristen hanya untuk hiburan, komunikasi, atau membantu diri sendiri saja. Ketika kami terjun ke lapangan, banyak sekali yang memberikan respons, "Wah, saya tidak menyangka kalau teknologi bisa dipakai untuk pelayanan!"

H: Apa sukacita pelayanan SABDA selama hampir 25 tahun ini?
Y: Kami bersukacita ketika melihat tangan Tuhan bekerja melalui apa yang kami kerjakan. Ketika kami kesulitan dan mengalami serangan rohani, tangan Tuhan menopang dan menuntun kami. Teknologi itu maju cepat sekali dan kami tidak mungkin dapat mengejarnya kecuali tangan Tuhan yang menuntun kami. Dia yang tahu apa yang akan terjadi di depan, dan sepertinya Tuhan sudah menunggu kami di sana. Itu sukacita yang sangat luar biasa. Sukacita yang lain: kami senang melihat staf SABDA sendiri bertumbuh dari pelayanan kami, dan itu sangat nyata. Kami seperti keluarga dekat sehingga kami dapat saling membangun. Sukacita yang berikutnya adalah masyarakat Kristen mendapat berkat dari apa yang kami kerjakan. Kami sangat senang ketika kami mendengar kesaksian langsung dari mereka.

H: Apa petisi Anda untuk generasi-generasi muda Kristen saat ini?
Y: Jangan meninggalkan Tuhan! Alat-alat yang kami sediakan akan menolong mereka untuk mendapatkan siraman rohani dan bisa terkoneksi ke komunitas Kristen yang lebih besar. Saat ini, kami sedang menyiapkan sebuah proyek untuk generasi digital, yaitu proyek komik, yang cukup besar, yang menyediakan 72 seri komik dari Kingstone dengan level komik Marvel. Ini komik luar biasa yang dikerjakan dengan kemampuan yang tinggi. Proyek ini sedang dikerjakan dan diharapkan selesai secepatnya untuk dapat diakses dengan berbagai platform agar bisa dinikmati oleh kaum muda. Kami juga sedang menyiapkan proyek aplikasi Google Assistant yang dapat menolong kita untuk meminta ayat, renungan, khotbah, dan lain sebagainya. Tentu saja, ini akan sangat menyenangkan. Tunggu tanggal mainnya.

komik

H: Apa dorongan dari Ibu, khususnya kepada gereja di Indonesia agar mau membuka diri dan mau melihat teknologi dengan cara pandang yang lebih tepat?
Y: Jangan takut dengan teknologi! Teknologi itu diberikan oleh Tuhan untuk memudahkan hidup manusia dan lebih dari itu, untuk dipersembahkan bagi Tuhan. Teknologi sangat membantu ketika hati kita ada di tempat yang benar. Generasi muda akan lari dari gereja kalau gereja tidak merangkul teknologi. Ada kesempatan yang luar biasa untuk membangun gereja dengan cara pandang yang baru pada era digital ini. Pak Jokowi mencanangkan smart city dan smart nation. Karena itu, kita juga harus mempersiapkan diri untuk menjadi smart christian dan smart church. SABDA saat ini sedang mempersiapkan Smart Bible (Alkitab Pintar) yang tidak hanya menampilkan teks, tetapi juga video, gambar, infografis, dan produk visual lain sehingga generasi digital dapat engage dengan Alkitab. Saat ini, banyak jemaat yang tidak tersentuh dengan Alkitab. Mereka lebih suka mendengarkan khotbah dan seminar, tetapi untuk belajar dari Alkitab sendiri, mereka tidak fasih. Karena itu, kami mencanangkan program #Ayo_PA! untuk baca dan belajar Alkitab dengan cara baru dan menyenangkan menggunakan HP sehingga mereka bisa belajar setiap hari. Dengan begitu, hidup jemaat dapat diubahkan oleh firman Tuhan, dan itu akan lebih bertahan lama.

Dapatkan tayangan selengkapnya di channel YouTube Anugrah Ministries [https://www.youtube.com/watch?v=-g3FrbAnLr0]

Comments